KURIKULUM FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA UPI TAHUN 2013

A. Pokok-pokok Pikiran 

Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS) secara konsisten menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat pengguna. Untuk itu, kurikulum yang mampu menjawab kebutuhan nyata di lapangan merupakan aspek strategis. Pemikiran berikut menjadi pertimbangan penting dalam pengembangan dan pemberlakuan kurikulum di seluruh departemen dan prodi di lingkungan FPBS saat ini, baik departemen/prodi bahasa maupun sastra; kependidikan maupun nonkependidikan.

  1. Di tingkat nasional Pemerintah sudah menetapkan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) melalui Peraturan Presiden Nomor 8 tahun 2012 yang memetakan capaian pembelajaran (learning outcames) setiap jenjang/level pendidikan. Kurikulum di departemen/prodi harus mampu mendukung agar para lulusannya mampu minimal mencapai standar capaian pembelajaran yang telah ditetapkan (Level 6 untuk jenjang S1).
  2. Di tingkat internal UPI, ketetapan Senat Akademik Nomor 005/Senat Akd./UPI-SK/X/2010 tentang Re-Desain Pendidikan Profesional Guru melihat pendidikan guru sebagai sebuah keutuhan: pendidikan akademik S1, 8 semester; dan pendidikan profesi, 2 semester. Hal tersebut sekaligus sebagai respons proaktif UPI terhadap tuntutan UU No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen yang menuntut agar setiap guru harus tersertifikasi secara profesional (pasal 8). Konsep early exposure terhadap dunia sekolah sejak semester-semester awal bagi para mahasiswa kependidikan menjadi sesuatu hal yang penting selain PPL agar tertanam pola pikir kependidikan yang ajeg. Mind set kependidikan tersebut akan lebih diperkokoh lagi melalui pendidikan profesi.
  3. Dengan tugas wider mandate yang dipercayakan kepada UPI, sejak tahun 1999 di FPBS telah dibuka dua program studi (prodi) nonkependidikan, yaitu Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia serta Prodi Bahasa dan Sastra Inggris. Sangat dimungkinkan di masa datang dibuka pula prodi-prodi nonkependidikan lain di lingkungan FPBS. Diharapkan dengan diperluasnya tugas UPI ini terjadi perabukan silang, cross fertilization, saling menguatkan di antara prodi kependidikan dan prodi nonkependidikan.
  4. Integrasi pendidikan jenjang S1 dengan Pascasarjana perlu terus diupayakan sehingga terjadi kesinambungan dalam kurikulum yang diberlakukan. Selain itu, muatan kurikulum harus disesuaikan dengan perkembangan keilmuan yang relevan dengan masing-masing departemen/prodi.
  5. Tim Pengembang Kurikulum (TPK) UPI telah mengembangkan dokumen Rambu-Rambu Pengembangan Kurikulum Universitas Pendidikan Indonesia Tahun 2013 yang berisi informasi penting untuk pengembangan Kurikulum FPBS 2013.

Pemikiran-pemikiran di atas mewarnai kurikulum 2013 yang dikembangkan oleh tujuh Departemen di FPBS yang dua di antaranya memiliki prodi nonkependidikan, yaitu: Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia di Departemen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia;  serta Prodi Bahasa dan Sastra Inggris di Departemen Pendidikan Bahasa Inggris. Selain itu, FPBS juga sudah membuka prodi baru Pendidikan Bahasa Korea. Semua departemen dan prodi yang ada di FPBS saat ini adalah:

1. Departemen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia;

a. Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia;

b. Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia;

2. Departemen Pendidikan Bahasa Daerah;

3. Departemen Pendidikan Bahasa Inggris;

a. Prodi Pendidikan Bahasa Inggris;

b. Prodi Bahasa dan Sastra Inggris;

4. Departemen Pendidikan Bahasa Jerman;

5. Departemen Pendidikan Bahasa Arab;

6. Departemen Pendidikan Bahasa Jepang;

7. Departemen Pendidikan Bahasa Perancis;

8. Prodi Pendidikan Bahasa Korea.

 

D. Struktur Kurikulum

Untuk mengembangkan kompetensi lulusan departemen/prodi kependidikan, Kurikulum FPBS UPI dikemas secara concurent, artinya semua isi program ditawarkan secara serempak dan dapat ditempuh oleh mahasiswa dalam waktu yang relatif bersamaan. Sedangkan untuk mengembangkan kompetensi lulusan prodi nonkependidikan, Kurikulum FPBS dikemas secara consecutive. Isi program kurikulum, baik untuk departemen/prodi kependidikan maupun nonkependidikan, yang dimaksudkan itu terdiri atas beberapa kelompok mata kuliah, yaitu  sebagai berikut.

(1) KEPENDIDIKAN:

a. Mata Kuliah Umum (MKU) = 14-16 sks

  1. Pendidikan Agama Islam/Kristen/Hindu/Buhda/Konghucu = 2 sks
  2. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan = 2 sks
  3. Bahasa Indonesia = 2 sks
  4. Bahasa Inggris =2 sks
  5. Pendidikan Sosial dan Budaya = 2 sks
  6. Pendidikan Jasmani dan Olahraga = 2 sks
  7. Seminar Agama Islam/Kristen/Hindu/Buhda/Konghucu = 2 sks
  8. Matematika/Logika/Statistika = 2 sks
  9. Kuliah Kerja Nyata (KKN) = 2 sks

b. Mata Kuliah Dasar Profesi (MKDP) = 12 sks

  1. Landasan Pendidikan = 2 sks
  2. Psikologi Pendidikan = 3 sks
  3. Bimbingan dan Konseling = 2 sks
  4. Kurikulum dan Pembelajaran = 2 sks
  5. Pengelolaan Pendidikan = 2 sks
  6. Penelitian Pendidikan = 3 sks

c. Mata Kuliah Keahlian Fakultas (MKKF) =  6 sks

  1. Apresiasi Bahasa dan Seni = 3 sks
  2. Kewirausahaan = 3 sks

d. Mata Kuliah Keahlian Profesi Prodi (MKKPP) = 11 sks

  1. Media Pembelajaran dan TIK Bidang Studi = 2 sks
  2. Telaah Kurikukul dan Perencanaan Pembelajaran Bidang Studi = 3 sks
  3. Belajar dan Pembelajaran Bidang Studi = 3 sks
  4. Evaluasi Pembelajaran Bidang Studi = 3 sks

e. Mata Kuliah Keahlian Prodi (MKKP) = 81-87 sks

(lihat kurikulum setiap prodi)

f. Mata Kuliah Program Pengalaman Lapangan (MKPPL) = 4 sks

g. Mata Kuliah Keilmuan & Keahlian Pilihan (MKKKP) = 16-18 sks

(lihat kurikulum pilihan setiap prodi)

Total sks = 144 – 158

 

(2) NONKEPENDIDIKAN:

  1. Mata Kuliah Umum (MKU) = 14-16 sks
  2. Mata Kuliah Kekhususan Universitas (MKKU) = 2 sks
  3. Mata Kuliah Keahlian Fakultas (MKKF) =  6 sks
  4. Mata Kuliah Keahlian Prodi (MKKP) = 102-108 sks
  5. Mata Kuliah Program Pengalaman Lapangan (MKPPL) = 4 sks
  6. Mata Kuliah Keilmuan & Keahlian Pilihan (MKKKP) = 16-18 sks

Total sks = 144-158

Dengan mengakomodasi rumpun-rumpun MK tersebut di atas, struktur kurikulum FPBS meliputi sepuluh kurikulum program studi (prodi) jenjang S1, yaitu:

1) Struktur Kurikulum Prodi Pend. Bahasa dan Sastra Indonesia  (144 sks);

2) Struktur Kurikulum Prodi  Bahasa dan Sastra Indonesia  (144 sks);

3) Struktur Kurikulum Prodi Pend. Bahasa Daerah  (144 sks);;

4) Struktur Kurikulum Prodi Pend. Bahasa Inggris  (145 sks);;

5) Struktur Kurikulum Prodi Bahasa dan Sastra Inggris  (144 sks);

6) Struktur Kurikulum Prodi Pend. Bahasa Jerman  (144 sks);

7) Struktur Kurikulum Prodi Pend. Bahasa Arab  (145 sks);

8) Struktur Kurikulum Prodi Pend.Bahasa Jepang  (147 sks);

9) Struktur Kurikulum Prodi Pend. Bahasa Perancis  (144 sks);

10) Struktur Kurikulum Prodi Pend. Bahasa Korea (144 sks).

 

(at)