KHAERUDIN KURNIAWAN BERHASIL RAIH GELAR DOKTOR

KHAERUDIN KURNIAWAN BERHASIL RAIH GELAR DOKTOR

Di penghujung tahun 2018, Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS) Universitas Pendidikan berhasil menambah seorang doktor baru. Dr. Khaerudin Kurniawan, M.Pd., dosen Departemen Pendidikan Bahasa Indonesia telah menuntaskan studi program doktoral di Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia pada tanggal 31 Desember 2018 dalam sidang terbuka. Disertasinya berjudul   Pengembangan Model Pembelajaran Komunitas Sosial Berbasis Literasi Bahasa dalam Pembelajaran Menulis Buku Teks dibimbing oleh Prof. Dr. Dadang Sunendar, M.Hum (Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud) dan Dr. Vismaia Sabariah Damaianti, M.Pd .

Penelitian yang dilakukan Khaerudin dilatarbelakangi oleh tuntutan kompetensi berpikir dan berkomunikasi abad ke-21, literasi sebagai kultur pembelajaran, dan kompleksnya menulis akademik di perguruan tinggi. Oleh karena itu, diperlukan adanya pengembangan model pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan kompetensi abad ke-21, yaitu pembelajaran berbasis literasi, komunikasi dan kerja sama untuk meningkatkan keterampilan siswa menulis buku teks. Adapun  tujuan penelitian ini adalah untuk merancang dan mengembangkan mode Pembelajaran Komunitas Sosial (PKS) berbasis literasi bahasa dalam pembelajaran menulis buku teks.

Berdasarkan hasil penelitiannya, Khaerudin menemukan model baru PKS berbasis literasi Bahasa mampu menjawab isu pembelajaran abad ke-21. Model PKS juga dapat menciptakan interaksi yang efektif, lingkungan belajar yang lebih terbuka, kultur akademik yang positif, serta memicu siswa untuk terus berpikir terbuka.

Pencapaian Khaerudin menjadi seorang doktor tidaklah mudah. Selain menempuh proses yang panjang, juga dibutuhkan kerja keras, kesungguhan, ketekunan, dan kesabaran. Semoga pencapaian ini dapat menambah semangat berprestasi dan memperkuat fakultas dalam pengembangan pengetahuan dan layanan akademik. (Liris)

Dosen FPBS Mengenalkan Budaya Indonesia melalui Pembelajaran BIPA di SOAS University of London dan KBRI London

Dosen FPBS Mengenalkan Budaya Indonesia melalui Pembelajaran BIPA di SOAS University of London dan KBRI London

Belakangan ini, Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) berhasil menjadi primadona yang juga turut melejitkan nama Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra, terutama di UPI. Beberapa program yang diselenggarakan oleh pemerintah Indonesia maupun non-pemerintah, menyedot banyak perhatian karena sumber daya FPBS yang menghasilkan banyak pengajar BIPA di berbagai penjuru negara di dunia.

Tahun 2018, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) London melalui kantor Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) menyelenggarakan kelas Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA). Program ini dilaksanakan bekerja sama dengan SOAS University of London, UK. Undangan partisipasi tersebut dipenuhi oleh Dr. Yulianeta, M. Pd, dosen Departemen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FPBS UPI, melalui persyaratan administrasi dan wawancara  yang ditetapkan oleh KBRI dan SOAS University of London. Program tersebut dimulai pada 17 September 2018 dan berakhir  28 Desember 2018.

SOAS University of London merupakan School of Oriental and African Studies yang didirikan pada tahun 1916 di London. Misi pendirian lembaga ini adalah untuk mendidik para administrator Britania untuk penempatan di luar negeri. Sejak itu, sekolah ini telah berkembang menjadi pusat paling terkemuka di dunia khususnya untuk studi Asia dan Afrika. Sebagai bagian dari Universitas London, bidang-bidang studi di SOAS mencakup hukum, ilmu sosial, humaniora, dan bahasa-bahasa dengan rujukan khusus ke Asia dan Afrika. SOAS University of London kini menjadi sumber dari sebagian pemikiran yang paling berpengaruh dan inovatif di banyak bidang dalam ilmu-ilmu sosial dan humaniora. SOAS secara konsisten berada di peringkat sepuluh terbaik universitas di league tables Britania Raya dan berada di peringkat ke-44 di dunia menurut Times Higher Education Supplement. Perpustakaan SOAS yang bertempat di bangunan yang dirancang pada awal tahun 1970-an, adalah sumber nasional Britania Raya untuk bahan-bahan yang terkait dengan Asia dan Afrika dan yang terbesar untuk jenis ini di Eropa. SOAS University of London ini telah berkembang luas selama 30 tahun terakhir.

Antusias
Tingginya animo mahasiswa SOAS University of London terhadap pelajaran Bahasa Indonesia, membuat bahasa Indonesia menjadi salah satu bahasa asing yang dapat dipilih sebagai konsentrasi bidang dari berbagai disiplin ilmu, khususnya bagi mereka yang berminat mempelajari Indonesia atau belajar mengenai kajian Indonesia. Di luar itu, mereka giat mempelajari bahasa Indonesia sebagai bekal persiapan untuk mengikuti program perkuliahan atau program penelitian di Indonesia.

Program pembelajaran BIPA di KBRI London yang dikelola oleh kantor Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) London terbuka untuk seluruh masyarakat London. Tujuan pembelajaran BIPA adalah mengenalkan budaya Indonesia melalui pembelajaran bahasa Indonesia. Masyarakat London sangat antusias untuk mempelajari bahasa Indonesia dengan beragam latar belakang yang mereka miliki. Salah satunya Sebastien (27 tahun) yang berminat mempelajari bahasa Indonesia karena menekuni bidang hukum internasional. Begitu pula dengan Lydia (20 tahun), warga negara London berdarah Indonesia-Inggris yang ingin mempelajari bahasa Indonesia karena semangatnya untuk memahami bahasa leluhurnya.

Mengajar di KBRI London
Selain mengajar di SOAS University of London, setiap hari Sabtu Yulianeta mengajar bahasa Indonesia di KBRI London. Selain pembelajaran budaya, semua pembelajar di KBRI London dikenalkan dengan kudapan khas nusantara seperti lemper, bakwan, martabak, risoles, dan sebagainya  sebagai media memperkenalkan Indonesia dalam pembelajaran BIPA.

Tak hanya itu, Yulianeta juga kerap mengikuti berbagai kegiatan misi kebudayaan di London, seperti reuni darmasiswa seluruh UK, kegiatan eksebisi budaya Indonesia, dan mengikuti kegiatan Indonesia Kontemporer (IKON) 2018 sebagai sarana memperkenalkan bahasa dan budaya Indonesia.

Program ini terbukti sangat bermanfaat untuk mengenalkan budaya Indonesia melalui pembelajaran bahasa yang tidak kaku. Mahasiswa SOAS University of London dan masyarakat London tidak hanya belajar di dalam kelas saja, bahasa dan budaya Indonesia dipelajari dengan berbagai media yang menyenangkan contohnya dengan kelas memasak sebagai sarana memperkenalkan kuliner Indonesia yang sangat kaya. Selain membuka peluang kerja sama antar perguruan tinggi di luar negeri khususnya UPI dengan SOAS University of London yang disponsori oleh Atdikbud KBRI London, program ini juga memberikan penguatan terhadap kompetensi dosen UPI untuk membuka sayap selebar-lebarnya dalam berkiprah di dunia internasional.

Hasil evaluasi yang menunjukkan kinerja sangat baik dan respon positif dari mahasiswa serta lingkungan kampus SOAS University of London, program mengajar bahasa Indonesia ini diperpanjang hingga tahun 2019. Dr. Yulianeta, M.Pd. kembali diundang untuk mengajar di SOAS University of London dan KBRI London. (Yulianeta)

FPBS Menuju Akreditasi Internasional

FPBS Menuju Akreditasi Internasional

Setelah tahun 2017 Departemen Pendidikan Bahasa Perancis berhasil tersertifikasi oleh badan akreditasi internasional ASIC (Accreditation Service for International, Schools, Colleges & Universities) yang berkedudukan di London, Inggris, kini di penghujung tahun 2018 FPBS kembali melaksanakan akreditasi bagi dua departemen lainnya, yaitu Departemen Pendidikan Bahasa Arab dan Departemen Pendidikan Bahasa Jepang. Kedua departemen tersebut telah teakreditasi A di BAN-PT sehingga patut untuk mengajukan diri ke tingkat akreditasi internasional.

ASIC sendiri merupakan lembaga akreditasi independen. Pemerintah setempat telah menyetujui ASIC sebagai badan akreditasi yang mengkhususkan diri dalam akreditasi sekolah, perguruan tinggi, universitas, institusi penyelenggara pelatihan off line maupun on line, serta lembaga penyelenggara pendidikan jarak jauh, baik di Inggris maupun di luar negeri. Lembaga akan diaudit secara keseluruhan untuk memastikan bahwa standar yang dibutuhkan terpenuhi. Bidang yang dimonitoring dan dievaluasi ASIC meliputi sistem administrasi dan pengajaran.

Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (6/12/2018)  dan  Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang (7/12/2018) baru saja usai divisitasi oleh inspector ASIC, yaitu Mr. Lee Hammond  (CEO of ASIC) dan Dr. Lord Osman Ayub Suleman (Inspector of ASIC). Di hari pertama para inspector melakukan asesmen di Departemen Pendidikan Bahasa Arab dan keesok harinya di Departemen Pendidikan Bahasa Jepang. Agenda asesmen terdiri dari wawancara dengan pimpinan departemen, dosen, alumni, pengguna dan mahasiswa. Para inspector juga melakukan pengecekan dan peninjauan dokumen yang dipersyaratkan, serta melakukan observasi kelas (classroom obeservations).

Hasil temuan penilaian awal disampaikan oleh inspector kepada pimpinan UPI pada pertemuan tingkat universitas di hari Jumat sore (7/12/2018). Diharapkan hasil asesmen kedua departemen tersebut mampu memberikan hasil yang menggembirakan, sesuai dengan target Indikator Kinerja Utama (IKU) fakultas maupun universitas. (Liris)

Tim Asesor BAN PT Visitasi Prodi Pendidikan Bahasa Sunda

Tim Asesor BAN PT Visitasi Prodi Pendidikan Bahasa Sunda

Pimpinan FPBS UPI bersama dengan pimpinan, dosen, mahasiswa, alumni Departemen/Program Studi Pendidikan Bahasa Sunda, Jumat (2/11/2018) menerima visitasi asesor BAN-PT, Prof. Dr. Endry Boeriswati, M.Pd. (Universitas Negeri Jakarta) dan Dr. Pujiharto, M.Hum. (Universitas Gadjah Mada) di gedung FPBS UPI, Jln. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung.

Visitasi ini dalam rangka reakreditasi Program Studi Pendidikan Bahasa Sunda yang sebelumnya dengan nomenklatur Program Studi Pendidikan Bahasa Daerah. Nomenklatur baru dikukuhkan tanggal 17 Juli 2018 oleh Peraturan Rektor UPI Nomor 7925/UN40/HK/2018.  Kegiatan akreditasi menjadi bagian penting untuk meningkatkan mutu pengelolaan akademik baik di departemen/program studi maupun fakultas agar menjadi lebih baik.  Hal tersebut dikemukakan Dekan FPBS UPI saat menerima tim asesor BAN PT di Ruang Rapat Pimpinan lantai 2 Gedung FPBS UPI, Jumat (2/11/18).

Pertemuan asesor dengan mahasiswa, alumni, dan pengguna dilaksanakan di ruang yang sama. Sementara wawancara dengan pimpinan fakultas dilakukan di ruang terpisah. Asesor menilai bahwa baik departemen/program studi Pendidikan Bahasa Sunda, maupun fakultas telah dengan serius dan sungguh-sungguh mempersiapkan reakreditasi ini, sehingga saat asesor melakukan visitasi semua dapat berjalan dengan baik.

Berdasarkan data dalam Pangkalan Data Pendidikan Tinggi, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Program Studi Pendidikan Bahasa Sunda berhasil memperoleh nilai akreditasi A dengan SK nomor 3010/SK/BAN-PT/Akred/S/XI/2018, masa berlaku s.d. 06-11-2023.  (Liris)

Sosialisasi Kepakaran Calon Guru Besar FPBS UPI Tahun 2018

Sosialisasi Kepakaran Calon Guru Besar FPBS UPI Tahun 2018

Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS) Universitas Pendidikan Indonesia telah melaksanakan kegiatan sosialisasi kepakaran calon guru besar bagi Dr. Dadang S. Anshori, M.Si. bertempat di Auditorium FPBS UPI, Jalan Dr. Setiabudhi Nomor 229 Bandung, Kamis (22/11/2018). Kegiatan ini selain memperkenalkan calon Guru Besar FPBS, juga dimaksudkan untuk meningkatkan atmosfer akademik di lingkungan FPBS UPI.

Tema yang diangkat dalam acara sosialisasi tersebut “Pendidikan Wacana di Era Multimedia”. Bahasan ini sangat menarik karena wacana merupakan ilmu tentang perilaku manusia yang termanifestasikan dalam bahasa. Interaksi Dadang dengan dunia wacana sudah berlangsung sejak 15 tahun yang lalu dalam bentuk perkuliahan, penelitian, diskusi, dan penulisan karya ilmiah.

Mengawali paparannya, Dadangmenjelaskan bahwa manifestasi itu tampak dari berbagai kepentingan orangberbahasa. “Kepentingan  tersebut dalamilmu wacana disebut ideology (motif), baikdi kaji secara fungsional atausistemik (linguistik makro)”, ujarnya. Lebih lanjut ia menjelaskan “Kepentinganmanusia dalam berbahasa tampak dari kecenderungan dalam mengartikulasikansetiap kepentingan dan idelologinya dalam berbahasa. Berbahasa atau berwacanadapat dikatakan sebagai aksi lanjutan manusia dalam mengartikulasikan setiapkepentingan dalam hidupnya”.Dadang menyimpulkan bahwa wacana dalam berbagaidimensinya bersifat tidak netral, karena sangat bergantung pada penutur bahasayang menggunakannya. Pada saat media bersikap tidak netral, maka diperlukankompetensi kritis dan penalaran yang tinggi dari pembacanya. Oleh karena itu pendidikanwacana selain berkaitan dengan bahasa tulis (text),dan bahasa lisan (talk), juga  harus menyentuh aspek tindakan (act) dan jejak fisik (artifact). Seusai presentasi Dr. Isah Cahyani, M.Pd. sebagaimoderator membuka sesidiskusi dan tanya jawab. (Liris)

Translate »