Para peraih hadiah sastra Rancagé tahun 2016 telah diumumkan oleh Pembina Yayasan Kebudayaan Rancage, Ajip Rosidi, di sela-sela acara Syukur Budaya dalam rangka memperingati ulang tahun Ajip Rosidi yang ke-78 di Gedung Landmark Jalan Braga Kota Bandung, Minggu (31/1/2016). Pada acara ini pun hadir pula Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Prof. Dr. Dadang Sunendar, M.Hum yang mewakili Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Dalam kesempatan tersebut, Ajip menjelaskan bahwa karya Sastra Sunda yang meraih hadiah Rancagé tahun 2016 adalah buku Nadran yang ditulis oleh almarhum Ahmad Bakri. Sedangkan, hadiah Samsoedi 2016 yang merupakan penghargaan yang diberikan untuk buku sastra bacaan anak-anak diraih oleh Dian Hendrayana untuk bukunya yang berjudul Béntang Hariring. Tahun sebelumnya, pria yang bekerja sebagai dosen Departemen Pendidikan Bahasa Daerah di Universitas Pendidikan Indonesia ini pun  meraih Hadiah Sastra Rancage 2015. Adapun yang terpilih menerima Hadiah Sastra Rancage 2016 untuk jasa dalam sastra Sunda adalah Adang S. Selain dikenal aktif menulis, Adang S juga berjasa karena aktif menanamkan kebiasan menulis kepada generasi muda.

Berikut nama-nama penerima Hadiah Sastra Rancage 2016 dari Yayasan Kebudayaan Rancage

  • Untuk sastra Sunda ‘Nadran’ karya Ahmad Bakri, dan bidang jasa kepada Adang S.
  • Untuk sastra Bali Swecan Widhi karya I Komang Alit Juliartha dan bidang jasa diberikan kepada I Gede Gita Purnama Arsa Putra.
  • Untuk sastra Jawa diberikan kepada Andini Pangastuti atas karyanya Alun Samodra Rasa dan bidang jasa diberikan kepada Sri Setyowati.
  • Untuk sastra Batak diberikan kepada Rose Lumbantoruan atas karyanya Ulos Sorpi.
  • Tahun ini tidak ada pemberian bidang jasa untuk sastra Batak.

Para penerima Hadiah Sastera Rancage 2016 ini akan mendapat hadiah piagam dan uang sebesar Rp 5 juta dari Yayasan Kebudayaan Rancage. (*)

Dosen Bahasa Daerah FPBS UPI Kembali Raih Hadiah Sastra dari Yayasan Kebudayaan Rancage

Translate »