Kelompok Pencinta Bacaan Anak (KPBA) yang diketuai oleh Dr. Murti Bunanta,  pakar sastra anak alumni Universitas Indonesia,   baru-baru ini menyelenggarakan Seminar Sastra Anak dengan tema “Apa Kata Perempuan Peneliti Sastra Anak” di Perpustakaan Nasional Jakarta.  Dalam seminar ini tampil 9 pembi­cara perempuan dari berbagai profesi dan universitas di Indonesia. Salah satunya seorang dosen Departemen Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS) Universitas Pendidikan Indonesia yang juga merangkap sebagai Sekretaris Departemen, Dr. Yulianeta, M.Pd.

 Dalam ulasan Highlight Koran Jakarta, Rabu (23/5/2018), menyebutkan bahwa selama dua hari seminar berlangsung banyak peserta yang terlihat antusias mengikuti paparan penelitian dari pembicara. Diskusi pun berlangsung sangat intens. Tampak gairah untuk meningkatkan sastra anak sangat tinggi. Dalam kesempatan itu Dr. Yulianeta mengulas makalah “Representasi Kesetaraan Gender dalam Sastra Anak Indonesia: Telaah atas Senggutru dan Putri Kemang  karya Murti Bunanta”.

Sejalan dengan kiprah Dr. Yulianeta dalam bidang Sastra Anak, ia juga pernah menjadi salah seorang pembicara dalam kegiatan Kuliah Kesusastraan Bandingan XX Majelis Sastra Asia Tenggaran (Mastera) yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang bekerja sama dengan FPBS UPI tahun 2017 lalu. Kegiatan ini merupakan bagian dari kegiatan Majelis Sastra Asia Tenggara (Mastera) yang  beranggotakan Brunei Darussalam, Malaysia, Indonesia, Singapura, dan Thailand. 

Di awal tahun 2018 beliau ikut serta dalam Memperkasa Pantun Nusantara ke-3 di Brunei Darussalam sebagai perwakilan pemakalah dari delegasi Indonesia dengan mengusung judul “Selayang Pandang Sisindiran sebagai Sastra Lisan Masyarakat Sunda” sekaligus menyampaikan perkembangan budaya pantun di Indonesia. Masih dalam rangkaian kegiatan tersebut, delegasi Indonesia yang terdiri dari 4 orang mahasiswa Departemen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FPBS mengikuti lomba Bermukun  (berpantun) dan berhasil menyabet predikat terbaik I. Keberhasilan itu tentu saja tidak lepas dari peran dan kerja keras Dr. Yulianeta sebagai dosen pembimbing. Semoga berbagai prestasi lainnya dapat terus diraih baik oleh dosen, mahasiswa, maupun tenaga kependidikan di lingkungan FPBS. (Liris)

Translate »