Screen Shot 2016-06-20 at 8.35.49 AM  Tanggal 14 Mei 2016, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris memberangkatkan delapan mahasiswa; Muhamad Zulfkar Singadikerta, Pimpinella Anissa, Ulfa Maulani, Henna Marini, Dian Yustika, Fania Irsalina, Syaima Hakim dan Regina Nurul beserta Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Pupung Purnawarman, Ph.D ke Kobe, Jepang, dalam rangka melanjutkan program kerja sama dengan Konan University (Field work with Konan), tepatnya dengan CUBE (Fakultas Manajemen di Konan University yang berbeda lokasi dari kampus utama Konan University). Field Work ini diadakan demi membalas kunjungan pihak Konan -Roger Palmer beserta 5 Mahasiswa CUBE- yang telah lebih dulu datang ke UPI Bandung dua bulan sebelumnya.

Mengikuti Field Work ke Konan University merupakan pengalaman yang sangat berharga untuk para mahasiswa tersebut. Beberapa dari mereka memang sangat menginginkan untuk pergi ke Jepang dan bahkan ada yang sudah berencana hendak sengaja berlibur ke negeri sakura tersebut. Hal itu pun akhirnya terwujudkan dengan mengikuti program kerjasama ini, bagaikan menyelam minum air. Saat pertama datang, tentu para mahasiswa Bahasa Inggris tersebut merasakan mini culture-shock. Mereka agak kesulitan membaca katakana, hiragana apalagi huruf kanji. Sehingga para mahasiswa pun tak mengerti apapun yang tertulis di sekitar mereka (papan pengumuman, surat kabar, brosur, pamflet dll.).Screen Shot 2016-06-20 at 8.36.11 AM

Culture Shock yang sangat umum adalah, berbeda nya suasana ketertiban di Indonesia dengan di Negara maju seperti Jepang. Menurut para mahasiswa tersebut, mereka awalnya masih kesulitan untuk menyesuaikan diri dengan kedisiplinan waktu di Jepang. Akhirnya, beberapa dari mereka pun ada yang terlambat empat sampai lima menit untuk meninggalkan Hirao Seminar House (tempat di mana mereka tinggal). Dari mulai kedisiplinan waktu hingga kedisiplinan menyebrang jalan pun mereka amati dan pelajari di Jepang. Warga Jepang tidak serta merta menyebrang sembarangan, mereka akan menunggu hingga lampu hijau (tanda boleh menyebrang) menyala, yang padahal keadaan jalan nya kosong, tidak ada kendaraan yang lewat. Saat di Nishinomiya Garden (tempat perbelanjaan) mereka belajar bahwa, jika hendak berleha-leha di eskalator, hendaknya berdiri di sebelah kiri dalam escalator karena jalur kanan digunakan oleh mereka yang tengah terburu-buru. Ritme jalan orang Jepang dengan orang Indonesia pun amatlah berbeda. Ritme jalan orang Jepang relatif cepat dan efisien sehingga dibandingkan dengan ritme jalan mereka, ritme jalan orang Indonesia amatlah lambat.

Screen Shot 2016-06-20 at 8.36.38 AMPara mahasiswa tidak serta merta berkeliling kampus CUBE Konan maupun berkeliling Kobe sendirian. Para Mahasiswa CUBE dan Mahasiswa kampus utama Konan University selalu senantiasa menemani mereka saat berpergian. Mahasiswa-Mahasiswa Konan amatlah ramah dan menyenangkan, meskipun saat di ruangan kelas mereka semua menjadi sangat pemalu, pendiam dan jarang berbicara kecuali saat guru bertanya (yang kadang diabaikan pula oleh murid). Selain para Mahasiswa, para staf pengajar di CUBE pun senantiasa menemani para mahasiswa saat melakukan aktifitas di dalam gedung kampus CUBE.

Seluruh sambutan dan pelayanan yang diberikan oleh pihak CUBE/Konan sangatlah di luar dugaan para mahasiswa UPI. Pihak CUBE bahkan mengadakan Farewell Party yang sangat mengharukan bagi para mahasiswa UPI. Seluruh makanan yang dihidangkan adalah makanan halal yang khusus dipesan untuk para mahasiswa UPI. Banyak hal yang telah didapat oleh mahasiswa UPI di Jepang, seperti menambah pengalaman, teman dan jaringan hingga pelajaran terkait kedisiplinan dalam hidup.

Translate »