Di penghujung tahun 2017 Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS) Universitas Pendidikan Indonesia kembali menyelenggarakan kuliah umum dengan tema Neologisme Bahasa Indonesia bagi mahasiswa jenjang S1, S2, dan S3 bertempat di Auditorium FPBS UPI lantai 4, Jalan Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung (15/12/2017). Kuliah umum ini menghadirkan pembicara utama Ivan Lanin, S.T., M.T.I. seorang Wikipediawan pecinta bahasa Indonesia.

Lahir dengan nama Ivan Razela Lanin adalah seorang pakar internet Indonesia. Pekerjaan profesionalnya adalah Direktur Banking, Finance, and GRC PT Proxsis Solusi Bisnis. Meskipun latar belakang pendidikannya bukan dari bidang kebahasaan, namun sejak tahun 2006  ia giat mengkampanyekan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar melalui jejaring sosial seperti blog, twitter, dan facebook. Selain itu Ivan telah memprakarsai lahirnya beberapa situs web sumber daya kebahasaan, seperti Kateglo (kamus, tesaurus, dan glosarium), Rubrik Bahasa (koleksi artikel kebahasaan dari berbagai media massa), Tanja Bahasa (tanya jawab seputar kebahasaan), dan Asal Kata (kamus etimologi bahasa Indonesia).

 

Aktivitas lain yang pernah dilakoninya antara lain menjadi anggota tim peninjau untuk Google Bahasa Indonesia, juri lomba blog kebahasaan Pusat Bahasa, pembicara berbagai seminar dan kegiatan kebahasaan, penasihat kurikulum Tempo Institute, anggota Komisi Pertimbangan Istilah Badan Bahasa, anggota tim penyusun Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Edisi V, dan anggota tim editor Tesaurus Bahasa Indonesia Eko Endarmoko (Tesamoko).

Dalam uraian kuliah umumnya Ivan memberikan contoh beberapa istilah baru yang saat ini muncul dan sering digunakan di media sosial, seperti penyitas, gawai, warganet, terjun lenting, persekusi, urun daya, pembantaran, milenial, dan pelakor. Istilah-istilah ini merupakan neologisme.

Ivan menjelaskan lebih lanjut definisi Neologisme sebagai kata bentukan baru atau makna baru untuk kata lama yang dipakai dalam bahasa yang memberi ciri pribadi atau demi pengembangan kosakata. “Beberapa prinsip dasar yang harus dipahami terkait dengan neologisme, yaitu 1) Bahasa dan istilah itu arbitrer dan merupakan konsensus; 2) Istilah menggambarkan suatu konsep yang unik; 3) Konsep perlu dipahami untuk dapat membuat istilah; 4) Pegiat paling memahami konsep dalam suatu bidang; 5) Istilah harus berterima di kalangan para pegiat bidang; dan 6) Penerimaan istilah perlu waktu,“ urainya.

 Kemudian ia mengemukakan, “Kriteria istilah yang baik harus tepat, singkat, baik, eufonis, dan sesuai kaidah”. Pemantapan (konsep yang ada), pemadanan (konsep asing), dan perekaciptaan (konsep baru) merupakan tahapan untuk membentuk istilah baru. Diakhir presentasinya Ivan mengajak para mahasiswa agar selalu mengutamakan Bahasa Indonesia, memelihara dan melestarikan Bahasa Daerah, serta menguasai Bahasa Asing. (Liris)   

FPBS
Translate »