Screen Shot 2016-09-28 at 1.22.06 PMFPBS UPI mengadakan kuliah umum yang dihadiri oleh kurang lebih 300 orang mahasiswa dari 10 departemen/program studi bertempat di Auditorium FPBS UPI (26/9/2016). Pada kesempatan itu juga hadir pimpinan fakultas, departemen/program studi, dan dosen. Kuliah umum kali ini menghadirkan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Dadang Sunendar, M.Hum. yang juga mantan Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kemitraan, Kemahasiswaan dan Usaha UPI menjadi pembicara utama.

Screen Shot 2016-09-28 at 1.22.13 PMDalam uraiannya yang bertema Kebijakan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dan Tantangan pada Era MEA. Prof. Dadang menyampaikan bahwa berbagai upaya pengembangan dan pembinaan Bahasa Indonesia telah dan sedang dilakukan oleh Pemerintah dan seluruh elemen terkait untuk merawat dan mengawal bahasa di tanah air. Salah satu upaya tersebut adalah dengan diterbitkannya Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan dan Peraturan Pemerintah RI Nomor 57 Tahun 2014 tentang Pengembangan, Pembinaan, dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, serta Peningkatan Fungsi Bahasa Indonesia. Dalam kaitan dengan pengembangan dan pembinaan Bahasa Indonesia, Undang-Undang dan peraturan turunannya ini semakin memperkuat posisi bahasa Indonesia sebagai Bahasa Negara.

Lebih lanjut Prof. Dadang mengemukakan bahwa seiring dengan era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), peranan bahasa tidak kalah pentingnya dalam implementasi kesepakatan bidang ekonomi. Dalam pergaulan ASEAN, diperlukan bahasa sebagai alat komunikasi. Bahasa Indonesia berpeluang menjadi bahasa utama ASEAN. Apalagi saat ini, dari segi jumlah penuturnya, bahasa Indonesia sudah mewakili sepertiga masyarakat ASEAN. Orang Vietnam, Thailand, dan Kamboja lebih cenderung memilih bahasa Indonesia di samping penuturnya. “Tetapi yang kita inginkan adalah bukan hanya berdasarkan jumlah masyarakat penuturnya saja, tetapi bagaimana masyarakat ASEAN itu memang membutuhkan bahasa Indonesia dan itu perlu dukungan dan kerja sama dengan berbagai pihak,“ imbuh beliau. Oleh karena itu program BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) dapat menjadi salah satu usaha untuk meningkatkan fungsi bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional.Screen Shot 2016-09-28 at 1.22.46 PM
Strategi optimalisasi bahasa yang terus dilakukan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dalam menghadapi era MEA ini, yaitu (1) menciptakan impresi bahwa belajar bahasa Indonesia itu mudah dan menyenangkan; (2) meningkatkan jumlah lema atau kosakata bahasa Indonesia karena saat ini masih sepersepuluh dari jumlah kosakata bahasa Inggris; dan (3) mereviu kurikulum agar pengajaran bahasa Indonesia berorientasi sebagai bahasa kawasan ASEAN.
Menutup kuliah umumnya, Prof Dadang berpesan “Jika kita mencintai negara Indonesia, mulailah dengan menggunakan bahasa Indonesia di berbagai kesempatan“ (Liris)

Translate »