Jumat (3/8/2018)  Mahasiswa Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS) Universitas Pendidikan Indonesia melaksanakan kuliah lapangan ke Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Jl. Daksinapati Barat 4, Rawamangun, Jakarta Timur. Rombongan terdiri dari 30 orang mahasiswa dari berbagai departemen didampingi 5 orang pembimbing ini diterima langsung oleh Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Prof. Dr. Dadang Sunendar, M.Hum. di Ruang Gaura.

Dalam kesempatan itu, Kepala Badan menjelaskan tentang profil lembaga. “Tugas yang diemban Badan Bahasa adalah melaksanakan pengembanganpembinaan, dan pelindungan bahasa dan sastra Indonesia. Selain itu Badan  Bahasa juga bertugas untuk mengingatkan dan mengawasi agar bahasa-bahasa daerah tetap terjaga dan lestari” tuturnya.

Hingga saat ini sudah teridentifikasi sebanyak 652 bahasa daerah dari 2.452 daerah pengamatan. Dari data tersebut, 19 bahasa daerah terancam punah, 2 bahasa daerah kritis, dan 11 bahasa daerah sudah punah. Lebih lanjut mantan Wakil Rektor Universitas Pendidikan Indonesia tersebut menjelaskan bahwa “Kepunahan suatu bahasa dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti berkurangnya penutur secara alami, terjadi perang atau bencana alam hebat, adanya pernikahan campur, atau akibat hadirannya pendatang dari berbagai daerah di wilayah perbatasan/pesisir”.

Dari ruang Gaura, kegiatan kemudian beralih ke Gedung Samudera. Di tempat ini rombongan diterima oleh Kepala Subbidang Revitalisasi, Ovy Soviaty R., M.Pd. Dalam kesempatan itu Wakil Dekan Bidang Akademik, Dr. Hj. Tri Indri Hardini, M.Pd. mengucapkan terima kasih atas kesediaan Badan Bahasa menerima kunjungan rombongan. “Badan Bahasa dipilih sebagai tujuan kunjungan lapangan karena memiliki peran yang sangat strategis. Selain itu kegiatan kuliah lapangan ini merupakan implementasi kesepakatan kerja sama antara UPI dengan Badan Bahasa” ucapnya. Selepas penjelasan dari Bu Ovy, para mahasiswa langsung mengikuti simulasi tes UKBI (Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia) dan mengunjungi perpustakaan.

Setelah mengikuti kuliah lapangan ini para mahasiswa diharapkan menjadi lebih memahami betapa pentingnya bahasa nasional sehingga termotivasi untuk turut serta merawat dan mengawal bahasa Indonesia dan bahasa-bahasa daerah lainnya. Selaras dengan slogan Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah, dan Kuasai Bahasa Asing. (Liris)

 

Translate »