FPBS UPI mengadakan kuliah umum bagi mahasiswa jenjang S1, S2, dan S3 bertempat di Auditorium FPBS UPI lantai 4, Jalan Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung (3/11/2017). Kuliah umum ini menghadirkan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Dadang Sunendar, M.Hum. yang juga mantan Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kemitraan, Kemahasiswaan dan Usaha UPI sebagai pembicara utama.

Dalam uraiannya yang bertema Peran Mahasiswa dalam Mendukung Gerakan Literasi, Prof. Dadang menyampaikan bahwa bahwa Gerakan Literasi Nasional (GLN) adalah millik bersama. “GLN merupakan program investasi bangsa yang besar, program investasi pemerintah dan semua pihak, sekarang ini kita harus membalikkan keadaan dari pesimisme menjadi optimis terhadap tingkat literasi bangsa kita. Berdasarkan data dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas), ada ribuan orang menunggu 80 judul buku di Perpusnas, artinya minat baca masyarakat itu luar biasa. Selain itu sejak diluncurkan 28 Oktober 2016, sampai saat ini jumlah pengunjung KBBI daring sudah mencapai 3.400.000 orang pengunjung, hal ini menunjukkan tingginya minat baca orang Indonesia terlepas dari kepentingan penggunaannya.”


Lebih lanjut Prof. Dadang mengemukakan bahwa dalam pendidikan modern dan tantangan era global sekarang, literasi bukan lagi sekadar urusan bagaimana suatu bangsa bebas dari buta aksara, tetapi telah menjadi syarat kecakapan hidup dan kemampuan bersaing satu negara dalam persaingan pasar kerja. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman dalam berbagai ranah literasi, seperti literasi numerasi, sains, digital, dan finansial. Survei telah membuktikan bahwa negara-negara yang budaya literasinya tinggi berbanding lurus dengan kemampuan bangsa tersebut memenangi persaingan global, terutama dalam penguasaan ilmu dan teknologi, kehebatan ekonomi, serta sukses dalam persaingan pasar kerja.

Di ranah pendidikan tinggi, kampus turut bertanggungjawab atas apa yang terjadi di dunia literasi kampus. Mahasiswa memiliki peran yang amat penting dalam mendukung GLN. Prof Dadang menjelaskan “Mahasiswa dapat berperan sebagai penggerak dan fasilitator kegiatan literasi di lingkungan kampus. Ia menjadi contoh praktik baik pelaku literasi di lingkungannya. Diharapkan mahasiswa dapat menjadi pembangun lingkungan kampus yang ramah literasi.” (Liris)

Translate »