Bertempat di Auditorium FPBS UPI (17/10/2016), FPBS UPI kembali mengelar kegiatan kuliah umum bidang Sastra dengan tema “Menolak Tradisi, Bertolak dari Tradisi” dengan nara sumber seorang sastrawan multitalenta, Godi Suwarna. Acara dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Sumber Daya, Dr. H. Andoyo Sastromiharjo, M.Pd.

Godi Suwarna pernah tercatat sebagai mahasiswa IKIP di tahun 1976. Sejak tahun itu pula ia mulai mengarang puisi dan prosa dalam bahasa Sunda. Selain mengarang, ia juga senang bermain drama. Tak heran jika kemudian Godi mendirikan Teater IKP Bandung dan ikut bermain di Studiklub Teater Bandung, menyutradarai, dan menulis beberapa lakon seperti Burung-burung Hitam, Orang-orang Kelam, Gaok-Gaok Geblek dan Gor-Gar.

Prestasi yang pernah diraih Godi antara lain sutradara terbaik dalam PORSENI tingkat Jawa Barat (1980) dan tingkat nasional (1981), memenangkan beberapa kali penghargaan karya Sastra dari LBSS (Lembaga Bahasa dan Sastra Sunda), Hadiah Sastra Rancage, Hadiah Sastra DK Ardiwinata, dan Hadiah Sastra Oeton Moechtar, serta berkesempatan mengikuti Utan Kayu International Literary Biennale dan International Poetry Festival Indonesia tahun 2006.

Dalam presentasinya, Godi membacakan beberapa puisi karyanya. Ia menekankan pentingnya totalitas dan kesungguhan dalam mencipta sebuah karya sastra. Menutup kuliah umumnya, Godi membacakan puisi “Grand Prix”. Di dalam puisi itu tergambar betapa hidup manusia bergerak cepat seperti laju mobil dalam sirkuit, saling menyalib saling mendahului untuk pada akhirnya sampai pada kematian yang tidak dapat ditolak. Puisi ini merupakan puisi kojo (favorit)-nya yang selalu ia bacakan dalam berbagai acara pembacaan puisi (Liris)

Translate »