FPBS LULUSKAN 343 WISUDAWAN OKTOBER 2018

FPBS LULUSKAN 343 WISUDAWAN OKTOBER 2018

FPBS UPI berhasil meluluskan 343 orang wisudawan dalam Upacara Wisuda Gelombang III tahun 2018. Dari 343 orang wisudawan tercatat 183 orang wisudawan  meraih yudisium Cum Laude, 148 orang Sangat Memuaskan, dan 12 orang Memuaskan. Bila dibandingkan dengan jumlah lulusan Wisuda Gelombang II, jumlah lulusan kali ini terhitung sangat banyak.

Sebelum pelaksanaan upacara wisuda, para wisudawan mengikuti kegiatan bimbingan karir  yang dilaksanakan di Auditorium lantai 4  Gedung FPBS UPI, Senin (8/10/2018). Kegiatan rutin yang diselenggarakan atas kerja sama fakultas dengan UPT Layanan Bimbingan dan Konseling (LBK) UPI. Acara dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Pupung Purnawarman, M.S.Ed., Ph.D. Nara sumber yang hadir yaitu Ibu Dr. Yusi Riksa Yustiana, M.Pd. dari UPT Layanan Bimbingan dan Konseling UPI, Bapak Fahrus Zaman Fadhly, M.Pd. dan Ibu Lucky Nindi Riandika M., M.Pd.

Pada hari Rabu (10/10/2018) Rektor Universitas Pendidikan Indonesia, Prof. Dr. H. R. Asep Kadarohman, M.Si. dalam Upacara Wisuda Gelombang III di Gedung Gymnasium, Kampus UPI Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung mewisuda 4.290 lulusan mulai jenjang Diploma (D3), Sarjana (S1), Magister (S2) dan Doktor (S3). Mengingat jumlah wisudawan yang sangat banyak, upacara prosesi wisuda dibagi menjadi dua hari. Hari  pertama dilaksanakan Selasa (9/10/2018) diikuti oleh lulusan Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS), Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA), Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK), UPI Kampus Sumedang, UPI Kampus Purwakarta, UPI Kampus Tasikmalaya, UPI Kampus Cibiru, dan UPI Kampus Serang.

Hari kedua, Rabu (10/10) diikuti lulusan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS), Fakultas Pendidikan Teknik dan Kejuruan (FPTK), Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB), Fakultas Pendidikan Seni dan Desain (FPEB), dan Sekolah Pascasarjana (SPs).

Berikut sembilan orang lulusan terbaik FPBS dari setiap program studi.

NO NAMA MAHASISWA NIM Program Studi IPK/Yudisium
1 Soni Hartini 1404790 Bahasa dan Sastra Indonesia 3,92 / Cum Laude
2 Raden Mochammad Alfysa D. 1405429 Bahasa dan Sastra Inggris 3,88 / Cum Laude
3 Amirush Shaffa Fauzia 1401118 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 3,87 / Cum Laude
4 Chika Hakiki 1300864 Pendidikan Bahasa Jepang 3,82 / Cum Laude
5 Luthvi Kusuma Wardani 1405176 Pendidikan Bahasa Perancis 3,81 / Cum Laude
6 Nieda Khofiyya 1403834 Pendidikan Bahasa Arab 3,77 / Cum Laude
7 Leni Anggraeni 1406993 Pendidikan Bahasa Sunda 3,77 / Cum Laude
8 Nabilah Fairuz Ryadi 1406610 Pendidikan Bahasa Inggris 3,77 / Cum Laude
9 Nur Irmayanti 1307589 Pendidikan Bahasa Jerman 3,73 / Sangat Memuaskan

ATLET FPBS IKUTI PORDOSKA & PORSEMA 2018

ATLET FPBS IKUTI PORDOSKA & PORSEMA 2018

Rektor Universitas Pendidikan Indonesia,  Prof. Dr. H. R. Asep Kadarohman, M.Si. secara resmi membuka penyelenggaraan Pekan Olah Raga Dosen dan Karyawan (Pordoska) dan Pekan Olah Raga dan Seni Mahasiswa (Porsema) di Stadion Sepak Bola Kampus UPI Jalan Dr. Setiabudhi Nomor 229 Bandung, Selasa (2/10/2018). Kegiatan Pordoska ini diikuti oleh 20 kontingen dari berbagai unit kerja di lingkungan UPI dan diselenggarakan mulai tanggal 1 – 5 Oktober 2018 dengan mempertandingkan enam cabang olahraga, yaitu bulutangkis (beregu putra/putri), tenis meja (beregu dan perorangan putra/putri), futsal (putra/putri), bola voli (putra/putri), lari lintas kampus (beregu dan perorangan putra/putri), dan Tenis Lapangan (ganda perorangan prestasi, eksekutif putra dan ganda perorangan eksibisi putri). Sementara kegiatan Porsema dilaksanakan mulai tanggal 16-18 Oktober 2018 dengan enam cabang olahraga dan lima cabang lomba seni yang dipertandingkan.

Rektor dalam sambutannya menuturkan bahwa penyelenggaraan Pordoska dan Porsema merupakan upaya universitas untuk mempererat hubungan silaturahmi dan sekaligus meningkatkan kebugaran sivitas akademika UPI. “Oleh karena itu seluruh atlet yang mengikuti kegiatan ini diharapkan merasa berbahagia dan senantiasa menjaga serta menjungjung tinggi nilai-nilai sportivitas” ungkapnya. Selain itu, Rektor juga mengharapkan agar melalui kegiatan Pordoska dan Porsema budaya hidup sehat dapat bertumbuh yang akan mendukung produktifitas kerja dan belajar dalam mewujudkan Visi dan Misi UPI sebagai “Universitas Pelopor dan Unggul”.

Walaupun pada tahun  ini FPBS tidak menargetkan meraih juara, tetapi beberapa atlet Pordoska berhasil meraih juara, yaitu Juara III Tenis Meja Perorangan Putri (Dra. Nuki Nurhani, Lic., Phil., M.A.), Juara III Tenis Meja Beregu Putri (Dra. Nuki Nurhani, Lic., Phil., M.A., Nurhasanah, S.Pd., dan Tetin Kurniawati, S.Pd.).

Sementara itu para mahasiswa FPBS yang terlibat dalam Porsema meraih prestasi sebagai Juara I Lomba Baca Puisi, Juara II Lomba Comic Strip, Juara III Lomba Debat Bahasa Indonesia, Juara III Futsal Putri, Juara III Solo Putri, dan Juara III Vocal Group.

(Liris)

50 ORANG MAHASISWA FPBS IKUTI TES UKBI

50 ORANG MAHASISWA FPBS IKUTI TES UKBI

Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra Universitas Pendidikan Indonesia baru-baru ini, Jumat (28/9/2018)  mengirimkan 50 orang mahasiswanya untuk mengikuti Uji Kemahiran Bahasa Indonesia (UKBI) di Balai Bahasa Jawa Barat, Jl. Sumbawa No. 11 Bandung. Rombongan mahasiswa didampingi oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Dr. Tri Indri Hardini, M.Pd. diterima langsung oleh Kepala Balai Bahasa Jawa Barat, Drs. Sutejo.

Dalam kata pengantarnya Dr. Tri Indri Hardini, M.Pd. mengemukakan bahwa kegiatan UKBI merupakan salah satu program bidang akademik yang menjadi target Indikator Kinerja Utama (IKU) FPBS tahun 2018 dan pelaksanaannya di bawah koordinasi Wakil Dekan Bidang Akademik. Mahasiswa yang mengikuti UKBI adalah mereka yang memiliki prestasi akademik terbaik di masing-masing program studi.  Biaya pendaftaran tes ditanggung sepenuhnya oleh Fakultas.

“Kegiatan ini menargetkan semua mahasiswa FPBS memiliki kemampuan dan keterampilan mendengarkan, membaca, menulis, dan berbicara, serta pengetahuan tentang kaidah bahasa Indonesia minimal peringkat Unggul dan dibuktikan dengan hasil tes terstandar. Oleh karena itu, kami memohon bantuan Balai Bahasa dalam pelaksanaannya” ujar Dr. Tri Indri. Lebih lanjut beliau menuturkan “Harapan kami hasil ujian hari ini dapat memberikan gambaran umum sejauh mana materi-materi penggunaan bahasa Indonesia lisan dan tulis dalam ranah-ranah komunikasi dikuasai oleh para mahasiswa kami. Jika hasilnya baik, tentu saja menjadi bukti bahwa proses pembelajaran yang kami laksanakan sudah berjalan dengan optimal. Sebaliknya bila hasilnya belum menggembirakan, tentu saja kami harus segera mencari solusi untuk memperbaikinya”.

  

Selanjutnya Ketua Balai Bahasa Jawa Barat, Drs. Sutejo menyampaikan sambutannya sekaligus memaparkan profil Balai Bahasa Jawa Barat. Menurut Drs. Sutejo UKBI tidak hanya menguji kemahiran berbahasa saja, namun lebih dari itu memupuk sikap positif dan rasa bangga terhadap bahasa Indonesia. Kita menjadi lebih setia kepada bahasa Indonesia, lebih bangga berbahasa Indonesia, dan sadar berbahasa Indonesia itu ada kaidah dan aturan yang harus diikuti.

Kegiatan tes dilaksanakan mulai pukul 09.00 dan berakhir pada pukul 11.00. Materi uji berupa penggunaan bahasa Indonesia dalam berbagai ranah dan ragam bahasa. Materi tersebut bersumber dari wacana lisan sehari-hari dan wacana tulis dari berbagai media. Struktur soalnya terdiri dari lima seksi, yaitu mendengarkan (seksi I), merespons kaidah (seksi II), membaca (seksi III), menulis (seksi IV), dan berbicara (seksi V). Peserta UKBI akan memperoleh sertifikat hasil ujian yang diterbitkan oleh Balai Bahasa Jawa Barat, Badan Pengembangan dan Pembinaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Tanggal 2 Oktober 2018 hasil UKBI diterima fakultas dengan rekapitulasi hasil sebagai berikut: 4% pada peringkat Sangat Unggul, 44% Unggul, dan 56% Madya. (Liris)

DUBES REPUBLIK KOREA BERIKAN KULIAH UMUM

DUBES REPUBLIK KOREA BERIKAN KULIAH UMUM

Program Studi Pendidikan Korea Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS) Universitas Pendidikan Indonesia menyelenggarakan Kuliah Umum “Hubungan Korea-Indonesia: Budaya Gelombang (K-wave)” dengan narasumber Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia, H.E. Mr. KIM Chang-beom, Rabu (26/9/2018) di Auditorium FPBS lantai 4 gedung FPBS UPI, Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung. Kuliah umum dihadiri oleh pimpinan fakultas, dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Korea.

H.E. Mr. KIM Chang-beom menyelesaikan studi di School of Advanced International Studies (SAIS) Johns Hopkins University, Washington DC, USA. Karir diplomatiknya dimulai pada tahun 1981. Ia bergabung dengan Kementerian Luar Negeri Republik Korea dan kemudian setelah itu sejumlah jabatan strategis pernah diembannya. Di bulan April 2018, ia dilantik menjadi Duta Besar Republik Korea untuk Republik Indonesia.


Duta Besar menuturkan bahwa sejak terjalinnya hubungan diplomatik pada tahun 1973 hubungan Korea Selatan dan Indonesia dari waktu ke waktu semakin menguat di berbagai bidang seperti politik, ekonomi, dan sosial-budaya. Baru-baru ini Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kenegaraan ke Korea Selatan. Kunjungan tersebut merupakan kunjungan balasan atas lawatan Presiden Korea Selatan, Moon Jaen-In pada tahun 2017 lalu. Tak kurang dari enam kesepakatan berhasil ditandatangani oleh kedua pihak.

Seiring dengan peningkatan hubungan di antara kedua negara, kerja sama di bidang pendidikan dan kebudayaan semakin banyak dilakukan. “Kini masyarakat Indonesia yang melanjutkan studi di Korea semakin meningkat, sebaliknya semakin banyak pula masyarakat Korea yang tertarik berlajar Bahasa Indonesia” ujar Duta Besar. Lembaga Pendidikan Tinggi di Indonesia yang membuka program studi Bahasa Korea terus bertambah. Selain UPI, juga ada UI, UGM, dan Universitas Nasional.

Duta Besar sangat terkesan dengan kemampuan para mahasiswa bertutur dalam bahasa Korea dan bahasa asing lainnya, padahal Program Studi Pendidikan Bahasa Korea FPBS belumlah lama berdiri. “Selain mampu berbahasa Korea dengan baik, Bahasa Inggrisnya pun sangat bagus,” menutup komentarnya. (Liris)

16 MAHASISWA PENERIMA BEASISWA AKAN BERTOLAK KE JEPANG

16 MAHASISWA PENERIMA BEASISWA AKAN BERTOLAK KE JEPANG

Pimpinan dan sivitas akademika Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS) Universitas Pendidikan Indonesia turut bangga dan mengucapkan selamat kepada 16 (enam belas) mahasiswa Departemen Pendidikan Bahasa Jepang FPBS UPI yang akan melaksanakan studi di Jepang selama 1 (satu) tahun dengan beasiswa Monbukagakusho dan beasiswa dari beberapa universitas di Jepang.

  1. Gunma University: Ihsan Kamil, Mestika, Sabrina, dan Ulfa Kania
  2. Shizuoka University: Yuninda, Hamzah, dan M.Faris
  3. Hiroshima Prefectur University: Ahmad Rasis, Putera, Afiana, Adhisty, dan Ami Fedila
  4. Ibaraki University: Nintyas dan Dendi
  5. Monbukagakusho: Aditya Adzhar untuk jenjang magister (S2) di Hiroshima Prefectur University

Prestasi ini tentu saja tidak diraih dengan mudah, tetapi sebagai buah dari kerja keras, kesungguhan, dan juga bimbingan serta dukungan dari berbagai pihak, khususnya pimpinan dan para dosen Departemen Pendidikan Bahasa Jepang. Selamat belajar, semoga sukses, dan membawa harum nama FPBS Universitas di lingkungan akademik di Jepang. (Liris)

KEPALA BADAN BAHASA BERIKAN KULIAH UMUM

KEPALA BADAN BAHASA BERIKAN KULIAH UMUM

Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS) Universitas Pendidikan Indonesia mengadakan Kuliah Umum “Kebijakan Bahasa di Indonesia” dengan nara sumber Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Prof. Dr. Dadang Sunendar, M.Hum., Senin (10/9/2018) di Auditorium lantai 4 FPBS UPI. Acara dihadiri oleh Dekan, para Wakil Dekan, pimpinan Departemen/Program Studi, dan sekitar 250 orang mahasiswa dari berbagai departemen/program studi.  

Dekan FPBS, Prof. Dr. Syihabuddin, M.Pd. dalam sambutannya mengatakan bahwa tema kuliah umum ini sangat penting karena terkait langsung dengan masalah yang setiap hari dipelajari, ditekuni, dan diapresiasi oleh mahasiswa FPBS yaitu soal bahasa. “Karena kita berada di Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra, maka sepatutnya kita mengetahui dan memahami berbagai kebijakan pemerintah di bidang bahasa sehingga kita bisa merespons, berkerja sama, dan bisa mengoperasionalkan kebijakan tersebut  dalam tataran ilmiah, pengajaran,  atau pengabdian pada masyarakat” ujarnya.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa membuka kuliahnya dengan menyampaikan selayang pandang profil lembaga  Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Selanjutnya Prof. Dadang menyinggung masalah literasi. Menurut beliau “Di zaman seperti sekarang ini kita tidak boleh menjadi orang yang tidak literat (melek huruf dalam KBBI Daring 2018). Contoh sederhana yang menunjukkan bahwa tingkat literasi mahasiswa belum sesuai dengan harapan yaitu pada umumnya mahasiswa hanya mengetahui bahwa lagu Kebangsaan Indonesia Raya terdiri dari satu stanza. Padahal dalam lampiran Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 tahun 2009, syair Lagu Kebangsaan Indonesia Raya terdiri dari tiga stanza”. Tidak bisa dipungkuri kondisi ini masih terjadi di lingkungan akademik yang semestinya sudah memiliki tingkat literasi yang tinggi.

Sebagai Ketua Gerakan Literasi Nasional, Prof. Dadang telah lama mengusulkan agar Hari Aksara Internasional yang diperingati setiap tanggal 8 September menjadi Hari Literasi Internasional. Usulan itu tentu saja bukan tanpa alasan. Beliau menuturkan bahwa “Indonesia sudah puluh tahun berperang melawan buta aksara. Saat ini hanya tersisa 2,07%  lagi atau sekitar 3,4 juta penduduk Indonesia yang masih buta aksara. Angka ini sudah jauh melebihi target sebelumnya”. Beliau menambahkan, “Bayangkan di tahun 1945 jumlah penduduk Indonesia yang buta aksara di atas 65%. Angka itu terus berkurang sedikit demi sedikit dan harapannya dalam 5-10 tahun ke depan Indonesia akan terbebas dari buta aksara, meskipun tidak mencapai 100%”.

Adapun fondasi kebijakan bahasa di Indonesia didasari oleh peristiwa Sumpah Pemuda tahun 1928 yang menetapkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan peristiwa kemerdekaan Republik Indonesia sebagi cikal bakal lahirlah Undang-Undang Dasar RI tahun 1945 yang didalamnya ada undang-undang khusus kebahasaan, yaitu pasal 36: Bahasa Negara ialah Bahasa Indonesia. “Perlu kita cermati bersama mengapa bahasa menjadi vital bagi suatu bangsa. Ternyata bahasa memiliki peran yang sangat penting yaitu sebagai perekat utama bangsa. Kita jangan hanya memaknai bahasa sebagai alat komunikasi saja, tetapi harus lebih daripada itu,” jelas Prof. Dadang.

Slogan yang selalu digaungkan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa yaitu utamakan Bahasa Indonesia, lestarikan Bahasa Daerah, dan kuasai Bahasa Asing. “Urutan itu tidak boleh dipertukarkan,” tegas Prof. Dadang.  Harapannya mahasiswa FPBS mampu berbahasa Indonesia yang baik dan benar tanpa mencampuradukkan dengan bahasa asing yang dikuasainya. Selain itu para mahasiswa diharapkan turut serta berperan aktif dalam menjaga dan melestarikan bahasa daerah.  (Liris)

Translate »