Perjanjian Kerja Sama FPBS UPI dengan SEAMEO Regional Centre for QITEP in Language

Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra, Universitas Pendidikan Indonesia yang diwakili oleh Dekan FPBS Ibu Prof. Dr. Tri Indri Hardini, M.Pd. telah menyepakati perjanjian kerja sama dengan SEAMEO Regional Centre for QITEP in Language yang diwakili oleh Direktur SEAMEO-QITEP Ibu Dr. Luh Anik Maryani, M.Hum. tentang Pengembangan Tridarma Perguruan Tinggi dan Program Pengembangan Lainnya.

Penandatangan Perjanjian Kerja Sama telah dilakukan secara daring pada hari Senin, 8 Februari 2021. Hadir para pimpinan dari kedua belah pihak untuk menyaksikan proses penandatangan PKS.

Semoga ini menjadi awal yang baik yang dapat mempererat hubungan kerja sama kedua belah pihak untuk berkolaborasi mencapai pengembangan dan kemajuan bersama.

@fpbsupiofficial

#infofpbsupi

Praperkuliahan Semester Genap 2020/2021 bagi Mahasiswa Baru S2 dan S3

Perkuliahan semester Genap Tahun Akademik 2020/2021 bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris S2, Pendidikan Bahasa Inggris S3, Pendidikan Bahasa Arab S2, Pendidikan Bahasa Perancis S2 diawali dengan Praperkuliahan yang dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 3 Februari 2021 melalui aplikasi Zoom meeting.

Pelaksanaan Praperkuliahan ini hadiri pula oleh pimpinan Program Studi terkait dan pimpinan fakultas. Dekan FPBS, Prof. Dr. Tri Indri Hardini, M.Pd. membuka pelaksanaan kegiatan ini sekaligus menyampaikan materi tentang profil FPBS dan materi bidang Akademik dilanjutkan materi dari Wakil Dekan Bidang Umum, Keuangan, dan Sumber Daya, Dr. Usep Kuswari, M.Pd. kemudian dari Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Pupung Purnawarman, M.S.Ed., Ph.D.

 

Undangan Menulis Artikel di Jurnal DIMASATRA

Teruntuk dosen di seluruh Indonesia, kami mengajak Bapak/Ibu untuk berkontribusi dengan mengirimkan artikel hasil Pengabdian masyarakat Bapak/Ibu untuk diterbitkan pada Jurnal Pengabdian DIMASATRA FPBS UPI edisi April 2021.

Informasi lebih lanjut silakan kunjungi laman https://ejournal.upi.edu/index.php/dimasatra.

“Dari kita oleh kita untuk kemajuan bersama”

Terima kasih.

#infofpbsupi

Awal Perkuliahan Semester Genap 2020/2021

Perkuliahan semester genap tahun akademik 2020/2021 di Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra UPI dimulai pada tanggal 1 Februari 2021. Sama seperti semester ganjil yang lalu, perkuliahan semester genap ini masih dilaksanakan secara daring. Dengan berbagai kekurangan dan kelebihan pelaksanaan perkuliahan yang dilaksanakan secara daring ini, para mahasiswa dan dosen dituntut untuk lebih kreatif agar perkuliahan terasa lebih menarik dan menyenangkan.

Mari kita semua berdoa semoga para mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan selalu diberikan kesehatan, kebahagiaan, dan kelancaran dalam menjalankan segala aktifitasnya dan semoga pandemi COVID-19 ini segera berlalu.

gambar: proses perkuliahan daring mata kuliah Morfologi Bahasa Indonesia

CACATAN KECIL SEPUTAR PENERBITAN BUKU ATARASHII SHUKUDAI

CACATAN KECIL SEPUTAR PENERBITAN BUKU ATARASHII SHUKUDAI

Oleh Ahmad Dahidi


Photo: finalisasi buku Atarashii Shukudai. Dari arah kiri: Santi, Kanemoto, Yayat, saya (Ahmad Dahidi), dan Sugihartono; bertempat di Warung QQ-Cicarita, Ciwaruga, KBB.

Tahun 2020, bagi saya merupakan tahun yang penuh kejutan dan sekaligus tahun “kegembiraan” dalam karir akademik. Kenapa tidak? Sebab cukup banyak ajakan dari orang Jepang dan teman teman orang Indonesia untuk berbuat sesuatu, terutama kaitannya dengan publikasi karya bersama. Terus terang  ajakan itu tidak tertangani (Sunda: kasiwer) semuanya. Namun ada salah satu ajakan yang bisa tuntas yaitu ajakan dari Prof. Kanemoto Setsuko untuk menyusun buku Atarashii Shukudai (harfiah: Pekerjaan Rumah yang Baru). Alhamdulillah hari ini (Selasa, 15 Desember 2020) buku yang dimaksud bisa terbit.

Memang sepanjang tahun 2020 ini adalah tahun yang sangat memprihatikan pula disebabkan sang korona yang merajalela di muka bumi ini sejak Januari hingga saat ini, namun mengingat hidup harus berjalan terus (slogan: kita harus berani hidup!!!) dan irama kehidupan mesti “bergairah” (konon perasaan yang bahagia itu akan mampu menjaga imun kita stabil sehingga (insya Allah) tidak akan mudah terpapar korona), jadi kita mesti berupaya melakukan manuver manuver positif meskipun ruang gerak kita dibatasi oleh ruang dan waktu. Manuver itu, tentunya  sesuai dengan  kemampuan dan profesi kita masing masing.

Ajakan dari orang Jepang maupun dari orang Indonesia itu, tentunya tidak boleh disiasiakan sebab “ajakan’ dari orang lain yang baik itu merupakan “suntikan” energi positif yang akan membantu kita untuk membangkitkan “semangat ” hidup agar kehidupan kita selalu bergairah dan berpluktuasi, serta berirama. Intinya agar irama kehidupan tidak monoton. Saya sangat meyakini dengan adanya “ajakan” itu, secara tersirat ada mutiara “kepercayaan” dari orang lain yang tidak boleh dinodai sedikit pun. Heee.heee.  Oleh sebab itu, ketika ada ajakan menyusun buku Atarashii Shukudai dari Prof. Kanemoto itu, tanpa mikir panjang lagi, saya langsung menyambutnya dengan suka cita, yaitu secepatnya menulis esai sesuai dengan yang beliau minta.

Sejumlah artikel saya kirimkan, dengan harapan beliau yang memilih. “Semuanya menarik dan layak muat, namun kebanyakan”, demikian komentar Kanemoto sensei. Lebih lanjut beliau katakan “saya akan muat satu saja”, demikian putusan beliau melalui email yang saya terima. Oleh sebab itu, akhirnya yang dimuat di buku Atarashii Shukudai hanya satu, yaitu yang berjudul “Jinsei o Tomo ni Shite Kita Nihongo”(人生を共にしてきた日本語 -Bahasa Jepang yang  Menyertai  Ayunan Langkahku). “Tidak apa apa. Yang penting saya sudah berbuat sesuatu dan merespon ajakan beliau”, demikian pikir saya.

*****

Judul buku: Atarashii Shukudai (Pekerjaan Rumah yang Baru)
Penyusun: Kanemoto Setsuko, Ahmad Dahidi, Sugihartono
Penerbit: CV. Geger Sunten; Jl. Dr. Setiabudhi 228 Bandung
Tahun terbit: Desember 2020
Bahasa: Jepang, Indonesia
Jumlah halaman: 406 halaman

Buku berukuran B5, dicetak dengan kertas HVS 80 gram, jumlah halaman 406, dicetak berwarna dan soft cover ini  merupakan kumpulan esai para alumni, khususnya alumni pendidikan bahasa Jepang IKIP Bandung, sejak masih bernama IKIP Bandung hingga berubah menjadi UPI. Dominan yang menulis di sini adalah alumni yang pernah diajar oleh Prof. Kanemoto Setsuko sebelum dan sesudah 38 tahun kemudian. Seperti diketahui bahwa Prof. Kanemoto Setsuko adalah Ekspert bahasa Jepang dari The Japan Foundation di IKIP Bandung tahun 1982 s.d. 1983, menjadi  dosen tamu di Konsentrasi Pendididikan Bahasa Jepang Sekolah Pascasarjana UPI tahun akademik 2003/2004, lalu bertugas lagi menjadi dosen tamu di Konsentrasi Pendididikan Bahasa Jepang Sekolah Pascasarjana UPI tahun akademik 2019/2020.

Buku ini terdiri atas dua bagian, yaitu bagian ke-1 terdiri atas 7 bab, sedangkan bagian 2 terdiri atas 3 bab. Jadi, total ada 10 bab. Buku ini merupakan kumpulan tulisan kedua setelah diterbitkan buku edisi pertama yang berjudul “33 Nenme no Shukudai ((Pekerjaan Rumah di Tahun ke-33)” yang diterbitkan tahuan 2015. Buku edisi pertama diterbitkan dalam rangka memperingati 50 tahun Departemen Pendidikan Bahasa Jepang UPI (Universitas Pendidikan Indonesia) sekaligus Temu Alumni Akbar para lulusan. Kaitannya dengan info alumni akbar ini bisa dibaca di http://berita.upi.edu/di-balik-dies-natalis-ke-50-departemen-pendidikan-bahasa-jepang/.

Kelebihan buku ini terdiri atas dua bahasa, yaitu bahasa Jepang dan bahasa Indonesia, khusus untuk bagian yang berbahasa Jepang, digunakan sistem rubi, yaitu setiap kanji dibubuhi cara bacanya. Istilah lain disebut furigana. Dengan cara seperti ini, akan sangat membantu kepada mereka yang ingin menguasai kanji dengan paripurna, khususnya cara membacanya.  Intinya, buku ini bisa digunakan pula untuk buku suplemen perkuliahan bahasa Jepang. Dicetak dengan jilid yang berwarna, dihiasi oleh photo photo dokumentasi yang menggambarkan episode pertemuan dosen dan mahasiswanya sejak awal hingga saat ini. Dengan muatan photo seperti ini pembaca bisa menyimpulkan bahwa betapa mantapnya jalinan persahabatan yang sudah kami bina selama ini, pertemanan yang tidak luntur oleh waktu dan tidak lengkang oleh zaman. Menurut hemat saya, keterikatan lahir dan batin antara lembaga dengan alumninya mesti dibina dan dipertahankan. Sebab mereka (baca: para alumni) keberadaannya di masyarakat merupakan salah satu aspek penunjang untuk maju atau mundurnya sebuah lembaga pendidikan. Banyak lembaga pendidikan yang mendambakan ingin bisa mendobrak posisi yang diidam idamkan, yaitu bisa masuk katagori sekian besar di kancah era persaingan global ini.  Kalau kita cermati isi esai yang dimuat di buku ini, isinya mengungkapkan episode lika liku setiap alumni dalam belajar bahasa Jepang yang penuh “derita”, namun diiiringi perasaan bahagia pula. Selain itu, cukup banyak tulisan yang mencerminkan refleksi jati diri hubungan antara guru dan murid dalam jalinan persahabatan yang berkesinambungan. Rentang waktu 38 tahun bukan waktu yang sebentar, namun para alumni (baca: lulusan Jurusan Pendidikan Bahasa Jepang IKIP Bandung) telah membuktikan bahwa keterikatan bathin antara murid dan guru yang demikian eratnya itu telah menjadi bibit unggul dan berkembang menjadi bunga abadi yang semerbak berkembang meluas mengembara di nusantara dan insya Allah akan menyebar pula di pelosok negeri matahari terbit. Kelebihan lainnya yaitu banyak pesan moral yang ditulis oleh alumni angkatan 80 an untuk juniornya. Salah satu pesan yang bisa dibaca adalah sebuah pesan yg sangat berharga dari seorang guru bahasa Jepang yang legendaris (Pak Eman – Pensiunan Guru Bahasa Jepang di SMA Sumedang, sekarang beliau berusia 94 tahun) demikian, “”Seorang guru itu seperti sekrup pada sebuah jam. Sekrup itu kecil, tetapi berdampak besar pada keseluruhan jam tersebut (教師というものは、時計のネジのようなものです。小さいけれど、それは全体に大きな影響を与えます).”. Perumpamaan yang bermakna dalam. Semoga kita menjadi guru yang bisa berperan dan berfungsi bagaikan sekrup di jam tersebut.  Sementara kekurangan buku ini, masih ada kesalahan penulisan nama diri, ada beberapa kalimat terjemahan bahasa Indonesia yang agak rancu dan terasa masih terikat adanya pengaruh struktur bahasa Jepang. Kesalahan ini disebabkan waktu yang sangat mepet karena Kanemoto sensei akan pulang ke Jepang dan beliau berharap bisa menyerahkan buku langsung kepada para penulisnya) sehingga tidak sempat dibaca ulang. Tiada gading yang tak retak. Untuk itu kami (khususnya saya yang berperan sebagai penulis, editor, dan penerjemah, sekaligus juga sebagai distributor buku. Pokoknya borongan. Heee.heee.) mohon maaf yang sebesar besarnya atas keteledoran tersebut.

Demikian sekilas tentang  buku Atarashii Shukudai yang lahir dipenghujung tahun 2020 dan dikala masa pandemi korona merajalela.

Bandung, 15 Des 2020 (Ahmad Dahidi)

Mahasiswa FPBS Mencetuskan Penanganan Banjir di Desa Wangunsari melalui Biopori dan Biweb pada Program PHP2D

Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) merupakan program yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI melalui kolaborasi bersama mahasiswa untuk membantu permasalahan di desa dengan berbagai aspek melalui upaya peningkatan kesadaran, wawasan dan keterampilan. Program ini telah meloloskan 2 tim dari Universitas Pendidikan Indonesia yang keduanya berasal dari tim UKM LEPPIM UPI untuk didanai. Tim BnB (Biopori dan Biweb) menjadi salah satu dari keduanya yang mengusung tema “Pemetaan BnB (Biopori dan BiWeb) Berbasis IoT Guna Menanggulangi Banjir desa Wangunsari, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat”. Tim ini beranggotakan 19 mahasiswa yang diarahkan oleh dosen pembimbing Dr. Eka Cahya Prima, S.Pd.. M.T. Salah satu anggota di dalamnya merupakan mahasiswa FPBS, yaitu Tasya Herdiyanti (Pendidikan Bahasa Inggris 2019).

Setelah lolos pendanaan, Tim BnB melaksanaksanakan program tersebut sejak juni hingga november 2020 di Desa Wangunsari, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Desa Wangunsari merupakan desa yang sering dilanda banjir akibat curah hujan tinggi,  kemiringan lahan yang curam, dan masalah sampah yang tidak terkelola dengan baik khususnya sampah organik yang dihasilkan dari peternakan dan pertanian. Hal itu menjadi dasar tercetusnya penanganan banjir melalui BnB (Biopori dan BiWeb).

Biopori merupakan lubang-lubang kecil yang ditanam dan dapat diisi sampah organik dan berfungsi sebagai media untuk membantu proses penyerapan air pada permukaan tanah. Sehingga proses peresapan air dalam tanah dapat berjalan lebih efektif. Sedangkan BiWeb sendiri merupakan situs mengenai lokasi pemetaan biopori, yang meliputi berbagai informasi seperti profile tim, peta curah hujan, peta persebaran biopori, peta zona bahaya longsor dan berbagai informasi lainnya

“Saat ini biopori yang telah terpasang sekitar 120 unit yang dibangun bersama masyarakat setempat. Harapan kami, ini bukanlah menjadi akhir dari program, melainkan menjadi awal keberlangsungan program yang nantinya akan dilaksanakan secara mandiri oleh masyarakat dan pemerintah setempat dibantu dengan mitra, sehingga kami berharap, program ini dapat bermanfaat untuk masyarakat luas.” Irine Sofiyanti, Ketua Tim BnB