FPBS MENERIMA VISITING PROFESSOR & MAHASISWA UNIVERSITÉ DE LA ROCHELLE PERANCIS

FPBS MENERIMA VISITING PROFESSOR & MAHASISWA UNIVERSITÉ DE LA ROCHELLE PERANCIS

Setelah sebelumnya Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS) Universitas Pendidikan Indonesia menerima dua orang mahasiswa dan seorang dosen magang dari Université de La Rochelle (ULR) Perancis pada bulan Februari 2017 lalu, pada bulan April 2018 FPBS kembali menerima kedatangan lima orang mahasiswa dan seorang dosen ULR, Dr. Philippe GRANGÉ. Mereka diterima oleh pimpinan fakultas, departemen/program studi, dan beberapa orang dosen, Senin (9/4/2018) di ruang rapat pimpinan lantai 2 FPBS, Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung.

Dr. Philippe GRANGÉ diundang FPBS untuk menjadi visiting professor selama tiga minggu mulai tanggal 9 April 2018 s.d. 1 Mei 2018. Selain beliau ditugaskan mengajar empat mata kuliah di jenjang S1 Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra, beliau juga mengajar di Program Studi Pendidikan Bahasa Perancis jenjang S2 Sekolah Pascasarjana UPI. Keilmuan beliau sesungguhnya dapat pula dimanfaatkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Program Studi Linguistik jenjang S2 maupun S3 Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia dalam bentuk kuliah umum.

Lima orang mahasiswa ULR yaitu Sara LAVERGNE, Léa GABORIEAU, Manuéla ROCHÉ, Victoire HAZOUMÉ, dan Audrey SALLABERRY sama seperti kedua mahasiswa ULR terdahulu akan mengikuti perkuliahan selama satu semester pada semester Genap 2017/2018. Mereka akan mengikuti tujuh mata kuliah di Program Studi Bahasa & Sastra Indonesia, Program Studi Bahasa & Sastra Inggris, Program Studi Pendidikan Bahasa Daerah, dan Program Studi Pendidikan Bahasa Perancis. Diharapkan melalui program pertukaran ini akan semakin memantapkan kerja sama kedua belah pihak. (Liris)

PELUNCURAN BUKU PEDOMAN PENULISAN ARTIKEL ILMIAH

PELUNCURAN BUKU PEDOMAN PENULISAN ARTIKEL ILMIAH

Dapur KISA (Kajian Ilmiah Sivitas Akademika) FPBS Universitas Pendidikan Indonesia meluncurkan Buku Pedoman Penulisan Artikel Ilmiah, Kamis (7/12/2017) di Auditorium lantai 4 Gedung FPBS Kampus UPI Jln. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung. Acara dihadiri oleh pimpinan fakultas, departemen/program studi, pengurus Dapur KISA, para dosen, dan mahasiswa di lingkungan FPBS Universitas Pendidikan Indonesia.

Dekan FPBS, Prof. Dr. Syihabuddin, M.Pd. dalam sambutannya menyampaikan salah satu strategi berbasis pemuliaan akademik adalah dengan dibentuknya Dapur KISA. Melalui Dapur KISA, dosen dibantu untuk mengikuti pembimbingan, finalisasi naskah, hingga pengiriman naskah. Upaya peningkatan aktivitas dosen dalam menghasilkan karya ilmiah selaras dengan target FPBS yang tercantum dalam Indikator Kinerja Utama (IKU).

Dapur KISA  yang diketuai oleh Prof. Dr. Didi Suherdi, M.Ed. telah berhasil menyusun Buku Pedoman Penulisan Artikel Ilmiah. Buku ini berisi panduan dan tuntunan bagi pembaca untuk menulis sebuah artikel ilmiah. Prof. Dr. Didi mengatakan bahwa Dapur KISA mengusung motto “TABITA” yaitu ta’awun ‘alal birri wa taqwa, tolong menolong dalam kebaikan dan taqwa. Diharapkan dengan adanya Dapur KISA dan buku Pedoman Penulisan Artikel Ilmiah dapat membantu para dosen khususnya di lingkungan FPBS UPI untuk semakin produktif menulis.

Selanjutnya Prof. Dr. H. Yayat Sudaryat, M.Hum. salah seorang Tim Pendamping Penulisan (TPP) Dapur KISA menjelaskan tentang Buku Pedoman Penulisan Artikel Ilmiah. Mengawali presentasinya Prof. Yayat melontarkan pertanyaan “Masih perlukah panduan penulisan artikel ilmiah bagi dosen?”. Menurut beliau jawabannya bisa perlu, bisa tidak karena saat ini sudah banyak panduan penulisan artikel ilmiah yang dapat dijadikan pedoman. Selain itu juga para dosen sudah mahir dan pintar menulis artikel ilmiah. Sehingga sesungguhnya yang diperlukan oleh dosen sebenarnya bukan panduan, tetapi action dosen untuk menulis. “Panduan penulisan artikel ilmiah yang dibuat oleh Tim Dapur KISA hanya panduan sederhana saja,” ungkap beliau.

Terakhir Dr. Ida Hamidah, M.Si. dosen Departemen Pendidikan Teknik Mesin FPTK UPI memaparkan materinya. Dulu ia pernah berkecimpung dalam bidang Hak Kekayaan Intelektual, saat menjabat sebagai Kepala Pusat di Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UPI. “Hak Atas Kekayaan Intelektual (HaKI) atau Hak Kekayaan Intelektual (HKI) adalah hak yang berasal dari hasil kegiatan intelektual manusia yang memiliki manfaat ekonomi. HKI dalam dunia internasional dikenal dengan nama Intellectual Property Rights (IPR) yaitu hak yang timbul dari hasil olah pikir yang menghasilkan suatu produk atau proses yang berguna untuk kepentingan manusia” ujar Dr. Ida.  Lebih lanjut ia menjelaskan tentang prosedur pengajuan HKI dan tips penting agar sebuah karya ilmiah bisa memperoleh HKI. (Liris)

FPBS DIREKOMENDASI TERSERTIFIKASI ISO 9001:2015

FPBS DIREKOMENDASI TERSERTIFIKASI ISO 9001:2015

Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra Universitas Pendidikan Indonesia (FPBS UPI) telah mengimplementasikan Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001:2008 bidang pendidikan di bawah lembaga sertifikator URS (United Registrar of Systems (URS) sejak tahun 2013. Tahun 2017 merupakan masa peralihan standardisasi ISO dari versi 9001:2008 ke versi 9001:2015. Mulai tanggal 2 November 2017, FPBS telah menetapkan diri untuk menerapkan ISO versi terbaru.

Serangkaian dengan penerapan ISO versi terbaru, FPBS telah melaksanakan berbagai kegiatan seperti (1) Training Awareness ISO 9001:2015 bagi pimpinan fakultas, departemen/program studi, dan tim kelompok kerja (Tim Pokja); (2) pelatihan  bagi calon auditor internal; (3) penyusunan dokumen sesuai persyaratan ISO 9001:2015; (4) sosialisasi ISO 9001:2015 kepada dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan FPBS; (5) pelaksanaan audit mutu internal; (6) rapat tinjauan manajemen, dan (7) audit eksternal yang dilakukan oleh auditor dari PT URS Jakarta.

 

Audit eksternal dilaksanakan hari Rabu (8/11/2017) sejak pagi hingga sore hari bertempat di gedung FPBS UPI, Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung. Auditor PT URS yang bertugas yaitu Ibu Henny Theodora. Berdasarkan hasil laporan audit eksternal ada beberapa temuan yang bersifat Potencial Non Compliance (PNC) dan Opportunity for Improvement (OFI). Perbaikan terhadap temuan PNC akan direviu kembali oleh auditor pada tahun audit berikutnya. Sementara temuan OFI merupakan saran dari auditor yang implementasinya diserahkan kepada organisasi. Di akhir closing meeting, auditor merekomendasikan FPBS untuk tersertfikasi ISO 9001:2015. (Liris)

Translate »