Penyamaan Persepsi bagi Reviewer Internal PKM FPBS UPI

Pada hari Rabu pagi, tanggal 20 Januari 2021, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FPBS Bapak Pupung Purnawarman, M.S.Ed., Ph.D. menggagas pelaksanaan kegiatan Pembekalan bagi Reviewer Proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan pemahaman yang sama bagi para riviewer yang akan segera bertugas untuk me-review proposal PKM para mahasiswa sebelum diunggah ke simbelmawa.

Semula kegiatan ini dilaksanakan hanya untuk Tim Reviewer Proposal PKM internal FPBS, namun antusias dari reviewer di luar FPBS cukup tinggi sehingga peserta menjadi lebih menyeluruh dan terbuka bagi seluruh reviewer internal Universitas Pendidikan Indonesia .

#infofpbsupi

Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2018

PKM Karya Tulis (GT – AI) -2018

Direktorat Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mengajukan usulan Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Karya Tulis (PKM-KT) tahun 2018, yaitu: PKM Artikel Ilmiah (PKM-AI) dan PKM Gagasan Tertulis (PKM-GT).
Ketentuan:

  1. Penyusunan proposal sesuai Pedoman PKM 2017 yang dapat diunduh di laman http://simbelmawa.ristekdikti.go.id/
  2. Proposal disampaikan oleh mahasiswa yang bersangkutan ke kantor Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UPI untuk penandatanganan halaman/lembar pengesahan dan didaftarkan oleh operator, serta untuk memperoleh username dan password.
  3. Setelah memperoleh username dan password, mahasiswa melalui akun ketua kelompok wajib melengkapi identitas pengusul dan PKM serta mengunggah file proposal (format PDF / maksimum 5 MB) mulai tanggal 1 November 2017 – 20 Desember 2017.
  4. File artikel/karya tulis dalam bentuk softfile wajib di-copy-kan ke Fakultas (Sub Bagian Akademik dan Kemahasiswaan FPBS UPI) sebagai arsip.
  5. Setiap kelompok peserta wajib didampingi oleh Dosen Pembimbing/ Pendamping.

 

PKM 5 Bidang (PKM-P, PKM-M, PKM-K, PKM-T, PKM-KC) 2018

Direktorat Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mengajukan usulan Program Kreativitas Mahasiswa 5 Bidang tahun 2017, yaitu: PKM-P, PKM-M, PKM-K, PKM-T, PKM-KC.
Ketentuan:

  1. Penyusunan proposal sesuai Pedoman PKM 2017 yang dapat diunduh di laman http://simbelmawa.ristekdikti.go.id/
  2. Proposal disampaikan oleh mahasiswa yang bersangkutan ke kantor Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UPI untuk penandatanganan halaman/lembar pengesahan dan didaftarkan oleh operator, serta untuk memperoleh username dan password.
  3. Setelah memperoleh username dan password, mahasiswa melalui akun ketua kelompok wajib melengkapi identitas pengusul dan PKM serta mengunggah file proposal (format PDF / maksimum 5 MB) mulai tanggal 1 November 2017 – 30 November 2017.
  4. File artikel/karya tulis dalam bentuk softfile wajib di-copy-kan ke Fakultas (Sub Bagian Akademik dan Kemahasiswaan FPBS UPI) sebagai arsip.
  5. Setiap kelompok peserta wajib didampingi oleh Dosen Pembimbing/ Pendamping.

PKM 5 Bidang Tahun 2016

Direktorat Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan memberi kesempatan kepada mahasiswa dari perguruan tinggi negeri maupun swasta untuk mengajukan usulan proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 5 Bidang yaitu PKM-P, PKM-M, PKM-K, PKM-T dan PKM-KC yang akan didanai tahun 2017.
Perlu kami informasikan bahwa sesuai panduan PKM tahun 2016 terlampir, pengajuan usulan proposal dan tata cara pengiriman proposal secara on-line ke Direktorat Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan
dapat diunduh melalui website http://www.belmawa.ristekdikti.go.id dengan headline: Penerimaan Proposal PKM Tahun 2016 pendanaan Tahun 2017.
Ketentuan:

  1. Pendaftaran dilakukan oleh operator Bagian Kemahasiswaan Perguruan Tinggi melalui http://simbelmawa.ristekdikti.go.id.

  2. Pengunggahan dokumen dilakukan oleh mahasiswa setelah proses pendaftaran selesai dilakukan.

  3. Waktu pendaftaran dan pengunggahan dokumen usulan on-line dari tanggal 10 Oktober sampai dengan 12 November 2016, apabila lewat dari waktu yang telah ditentukan maka proses pendaftaran dan pengunggahan tidak dapat dilakukan.

  4. Direktorat Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan tidak menerima proposal usulan dalam bentuk hardcopy (dokumen hardcopy disimpan di perguruan tinggi pengusul untuk keperluan administrasi).

Atas perhatiannya, kami ucapkan terima kasih.

 

 

ONLINE LIBRARY

 ONLINE LIBRARY 
(Karya Tulis PKM-GT 2013-2014)

Oleh : Andi Dwi Putra, Nazmi Irdariadini Putri, dan Nesa Agustina (Dept. Pend. Bahasa Jepang FPBS UPI)

Latar Belakang 

Seiring dengan majunya teknologi dan perkembangan zaman, serta rendahnya minat baca mahasiswa pada zaman sekarang ini, kami berpikir bagaimana caranya untuk menumbuhkan minat baca dengan akses yang mudah terjangkau dan tanpa biaya. Minat baca mahasiswa pada masa kini sangat jauh berbeda dibandingkan dengan minat baca mahasiswa pada zaman dulu. Mahasiswa pada zaman dulu rela berbondong-bondong dengan susah payah mendapatkan sumber bacaan, karena minimnya fasilitas yang ada. Selain itu, sumber bacaan yang tersedia hanyalah orang-orang tertentu saja yang dapat memilikinya sehingga mahasiswa pada zaman dahulu sulit untuk mendapatkan informasi secara global. Sedangkan mahasiswa pada zaman sekarang kurang memiliki minat untuk mencari sumber informasi yang telah disediakan. Padahal segala sumber informasi mudah untuk diakses dimanapun.

Seperti yang telah kita ketahui, informasi mudah didapat dari internet, televisi, majalah, buku dan lain-lain. Bahkan sudah banyak macam-macam jenis buku yang telah diterbitkan dan dispesifikasikan untuk menumbuhkan minat baca mahasiswa tersebut. Namun ada saja alasan mahasiswa yang malas mengakses informasi tersebut. Sebagai contohnya adalah fungsi perpustakaan. Perpustakaan adalah sarana atau fasilitas untuk mencari, menghimpun atau menemukan informasi melalui buku, majalah atau koran dan media tulis lainnya yang telah tersedia di dalamnya. Dalam arti tradisional perpustakaan adalah sebuah koneksi buku dan majalah, sedangkan di era modern ini telah didefinisikan kembali sebagai tempat untuk mengakses informasi dalam format apa pun, apakah informasi itu disimpan dalam gedung perpustakaan tersebut atau tidak (sumber: Wikipedia.org/perpustakaan). Perpustakaan juga berperan sebagai sarana dalam upaya memelihara dan meningkatkan efektifitas dan efisiensi belajar-mengajar. Selain itu, perpustakaan juga dirasa memudahkan upaya perbaikan metode belajar-mengajar yang dirasakan tidak bisa dipisahakan dengan penyediaan fasilitas dan sarana pendidikan. Fungsi dari perpustakaan itu sendiri adalah untuk membantu dan memudahkan masyarakat, khususnya mahasiswa dalam mencari buku atau referensi suatu data dan informasi.

Hal tersebut memberikan kami inspirasi dan gagasan untuk memnbuat satu inovasi berupa perpustakaan online. Yang dimaksud perpustakaan online merupakan sebuah website perpustakaan yang dapat diakses oleh mahasiswa untuk mencari referensi buku, data, dan informasi yang hendak dicari dengan harapan dapat menumbukan minat dan memudahkan mahasiswa.

Lebih khususnya lagi pengadaan perpustakaan online ini akan diaktifkan di 4 fakultas FPBS karena kami sebagai mahasiswa FPBS berpikir untuk menghasilkan mahasiswa berprestasi yang minat untuk membaca, dibuatlah perpustakaan online agar memudahkan para mahasiswanya supaya semangat untuk membaca. Meskipun sudah ada di berbagai universitas ternama di Indonesia, sepengetahuan kami pengadaan perpustakaan online ini belum diadakan di setiap fakultasnya. Maka dari itu, ide ini dicetuskan untuk mempermudah akses pendidikan.

NAMA DOLANAN RAKYAT DALAM BAHASA JAWA: STUDI ETNOPEDAGOGI DI DESA WANAJAYA…

NAMA DOLANAN RAKYAT DALAM BAHASA JAWA: STUDI ETNOPEDAGOGI DI DESA WANAJAYA, KECAMATAN TAMBAKDAHAN, KABUPATEN SUBANG

(Karya Ilmiah PKM-AI 2013-2014)

 Oleh:

Isep Bayu Arisandi, Amanda Putri Selvia, dan Jaenudin (Dept. Pend. Bahasa & Sastra Indonesia FPBS UPI)

 ABSTRAK

Penguasaan nama dolanan atau permainan rakyat dalam bahasa Jawa di kalangan masyarakat Jawa, khususnya generasi muda mulai mengalami pergeseran seiring dengan adanya gempuran globalisasi dalam ranah iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi) di tatar Jawa. Pendekatan etnopedagogi dalam kajian ini dipusatkan pada model etnografi komunikasi untuk memfokuskan kerangka acuan karena pemerian tempat bahasa di dalam suatu kebudayaan bukan pada bahasa itu sendiri, melainkan pada komunikasinya (Hymes dalam Sudana, dkk., 2012; Sumarsono, 1993: 19). Dalam penelitian ini terungkap bahwa nama dolanan atau permainan rakyat dalam bahasa Jawa dapat dikategorikan menjadi dua bentuk lingual yaitu (1) bentuk lingual berupa kata dasar, (2) bentuk lingual berupa kata dasar bersufiks, dan (3) kata dasar reduplikasi sebagian. Berdasarkan klasifikasinya, nama permainan rakyat dalam bahasa Jawa dapat dikategorikan menjadi dua, yakni (1) permainan individu dan (2) permainan kelompok. Sementara itu, berdasarkan fungsinya, nama permainan rakyat dalam bahasa Jawa dapat dikategorikan menjadi tiga fungsi, yakni (1) fungsi individual, (2) fungsi sosial, dan (3) fungsi pendidikan. Akhirnya, kajian ini juga dapat mengungkap pandangan hidup masyarakat Desa Wanajaya yang selalu berusaha untuk menjaga harmoni antara (1) manusia dan manusia, (2) manusia dan alam, serta (3) manusia dan sang penciptanya yang terefleksikan dalam bahasanya.

Kata kunci:

bentuk lingual, klasifikasi dan deskripsi, fungsi, dan cerminan gejala kebudayaan.

CERMINAN KEBUDAYAAN DALAM NAMA SISTEM PEMERINTAHAN KEDAERAHAN…

CERMINAN KEBUDAYAAN DALAM NAMA SISTEM PEMERINTAHAN

KEDAERAHAN DI KAMPUNG NAGA: KAJIAN LINGUISTIK ANTROPOLOGIS

(Karya Tulis PKM-AI 2013-2014)

Oleh:

Amanda Putri Selvia, Jaenudin, dan Setyani Melati K. (Dept. Pend. Bhs. & Sastra Indonesia) FPBS UPI

ABSTRAK

Falsafah hidup menjadi landasan utama masyarakat Sunda dalam mempertahankan harmoni hidup antara manusia dan manusia (silih asuh), manusia dan alam (silih asah), serta manusia dan sang pencipta (silih asih) guna melangsungkan hidup yang tenteram dan damai. Pendekatan dalam kajian ini dipusatkan pada model etnografi komunikasi untuk memfokuskan kerangka acuan karena pemberian tempat bahasa di dalam suatu kebudayaan bukan pada bahasa itu sendiri, melainkan pada komunikasinya (Hymes Kuswarno, 2008: 11) untuk mengungkap klasifikasi, fungsi, dan cerminan gejala kebudayaan berdasarkan nama sistem pemerintahan di Kampung Naga. Terungkap klasifikasi  berdasarkan satuan lingual, kedinasan, dan kedaerahan. Sementara itu, fungsi sistem pemerintahan meliputi fungsi sosial, keselarasan, dan pengawasan kehidupan serta nama sistem pemerintahan kedaerahan dalam bahasa Sunda menyiratkan falsafah harmoni antara manusia dan manusia (silih asuh).

Kata kunci :

klasifikasi, fungsi, cerminan gejala kebudayaan, dan linguistik antropologis.