Tautan/Link:  http://indonesia.upi.edu

 

Sejarah Perkembangan

Sejarah Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Jurdiksatrasia) FPBS UPI ditandai dengan diresmikannya Perguruan Tinggi Pendidikan Guru (PTPG) pada hari Rabu tanggal 20 Oktober 1954 di Kampus Bumi Siliwangi Bandung, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Pengajaran dan Kebudayaan tanggal 1 September 1954, No. 38742/Kab. Selanjutnya, disempurnakan dengan Surat Keputusan No. 40719/S tanggal 6 Juli 1956 yang isinya menyatakan pendirian tiga buah PTPG di tiga daerah, sebagai pendidikan tinggi keguruan di Indonesia, yaitu PTPG Batu Sangkar (Sumatera Barat), PTPG Bandung (Jawa Barat), dan PTPG Malang (Jawa Timur).

Pada tahun 2014 (tepatnya 20 Oktober 2014), Jurdiksatrasia akan  genap berusia 60 tahun dalam peranannya sebagai penghasil tenaga guru bahasa dan sastra Indonesia dan tenaga kependidikan lainnya. Selama itu pula Jurdiksatrasia telah mengalami berbagai perkembangan dan perubahan. Salah satu perubahan dan perkembangan tersebut adalah pembukaan program studi Bahasa dan Sastra Indonesia (Nonkependidikan) tahun 1998 sebagai akibat adanya perluasan mandat yang diberikan kepada UPI.

Dalam kurun waktu setengah abad itu, peranan Jurdiksatrasia telah banyak mewarnai perkembangan pendidikan baik pada tingkat lokal, nasional, maupun internasional. Dari garba kampus Bumi Siliwangi telah lahir ribuan sarjana pendidikan bahasa dan sastra Indonesia yang mengabdi sebagai tenaga guru dalam berbagai jenjang pendidikan yang tersebar di seluruh penjuru pelosok tanah air. Jurdiksatrasia juga telah banyak menghasilkan para ahli di bidang pendidikan dan pengajaran yang melahirkan berbagai konsep dan pemikiran tentang pendidikan dan pengajaran bahasa dan sastra Indonesia mulai dari TK sampai dengan PT.

Dari usianya yang hampir ke-51 ini, perkembangan dan perubahan Jurdiksatrasia tampak dari kilasan perjalanan sejarahnya. Berikut ini sebagian kilasan yang berhasil didokumentasikan.

1. Periode PTPG  (1954—1956)

Pada saat didirikan, Jurdiksatrasia bernama Jurusan Bahasa dan Sastra, yang diketuai oleh Drs. Soebardi. Jurusan Bahasa dan Sastra dibagi menjadi dua seksi, yaitu (1) seksi bahasa dan sastra Indonesia, diketuai oleh Drs. Ukun Suryaman dan (2) seksi bahasa dan sastra Sunda, diketuai Drs. Syahrul Syarif. Jumlah mahasiswa angkatan pertama sebanyak 21 orang, antara lain Ahmad Slamet, Muslim Nurdin, dan Basuki Soekamto.

Jurusan Bahasa dan sastra memiliki empat tugas pokok yaitu:

(1)    menghasilkan tenaga guru yang merupakan manusia yang berpribadi penuh dan berpengetahuan cukup seimbang dengan tuntutan tugasnya;

(2)    melatih dan mempersiapkan manusia yang cakap bergaul, saling mengerti, mampu berorganisasi sebagai seorang yang bakal memimpin bangsanya;

(3)    berfunsgi sebagai alat masyarakat untuk menjunjung tinggi perikemanusiaan, mencerdaskan kehidupan bangsa menuju kesejahteraan masyarakat lahir dan batin;

(4)    mengadakan penelitian kembali atas asas-asas didaktik metodik yang menjiwai pendidikan dan pengajaran pada umumnya.

2. FKIP UNPAD (1961—1962)

Perubahan lembaga terjadi dengan adanya pengintegrasian PTPG ke dalam organisasi kelembagaan UNPAD pada tahun 1958, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 75 Tahun 1958 dan Putusan Menteri Pendidikan Pengajaran dan Kebudayaan tanggal 25 November 1958. PTPG berubah status menjadi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), bersamaan dengan semakin meningkatnya bidang akademik, personel, serta fisik material. Sejalan dengan perubahan kelembagaan itu, Jurdiksatrasia tetap eksis menjalankan tugas dan fungsinya secara baik.

3. IKIP Bandung (Periode 1963—1964)

Perubahan dari peningkatan yang sangat berarti bagi pengembangan kelembagaan terjadi pada saat FKIP berubah menjadi Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) berdasarkan SK Presiden No. 1 tanggal 3 Januari 1963. Tugas, fungsi, dan peranan IKIP tersirat di dalam SK Presiden tersebut:

Pertama, mempersatukan FKIP dan IPG dalam satu Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan yang setingkat dengan universitas dalam lingkungan Departemen Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan (PTIP) dengan kerja sama yang sebaik-baiknya dengan universitas lain.

Kedua, membentuk satu dewan pembantu yang bertugas membantu Menteri PTIP dalam menetapkan organisasi, kurikulum, dan hal-hal lainnya yang bersangkutan dengan tugas IKIP tersebut.

Begitu pula Jurdiksatrasia dalam perubahan dan peningkatan yang sangat berarti bagi pengembangan jurusannya, selalu mengikuti misi lembaga penaungnya.

4. IKIP Bandung (Periode 1964—1966)

Dalam perkembangannya IKIP mulai menata lembaga organisasi lebih profesional dalam meningkatkan layanan dan menjawab tantangan kebutuhan akan pendidikan di tanah air. Hasil penataan kelembagaan melahirkan struktur baru kelembagaan dengan terbentuknya lima fakultas: Fakultas Ilmu Pendidikan, Ilmu Sosal, Ilmu Eksakta, Ilmu Teknik, dan Ilmu Bahasa, terdiri atas 30 jurusan, BPP, Biro Pembinaan Pendidikan Agama, Biro Pancasila, Biro Perpustakaan, dan Biro Praktik Keguruan. Jurdiksatrasia termasuk ke dalam 30 jurusan yang ada di IKIP.

 

5. IKIP Bandung (periode 1966—1971)

Dalam suasana peralihan yang ditimbulkan oleh adanya kekacauan politik yang menimpa kehidupan berbangsa dan bernegara pada saat itu telah menimbulkan suasana yang tidak kondusif bagi kegiatan akademik seperti yang dialami oleh semua perguruan tinggi di tanah air saat itu. Termasuk para mahasiswa saat itu turun ke jalan berdemonstrasi menuntut perbaikan hidup yang dikenal dengan slogan Tritura. Dengan demikian, suasana perkuliahan sedikit terganggu.

Hal yang penting yang menjadi catatan sejarah perkembangan IKIP Bandung antara lain adanya kepercayaan pemerintah dengan ditunjuknya IKIP Bandung sebagai IKIP pembina yang berkewajiban membina beberapa IKIP lain yang berada di Pulau Jawa. Sampai dengan tahun 1968 IKIP Bandung sebagai IKIP pembina mempunyai cabang di beberapa kota, yaitu 1) IKIP Bandung Cabang banda Aceh, 2) IKIP Bandung Cabang Palembang, 3) IKIP Bandung Cabang Banjarmasin, dan 4) IKIP Bandung Cabang Palangkaraya. Sejalan dengan kepercayaan itu, Jurdiksatrasia pun memiliki kewajiban membina jurusan-jurusan sejenis yang ada pada keempat IKIP tersebut.

6. IKIP Bandung (periode 1971—1978)

Sebagai lembaga pendidikan tinggi keguruan, IKIP berusaha menjalin kerja sama dengan berbagai pihak. Kerja sama itu tidak hanya terjalin dengan perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta, tetapi juga dengan lembaga lain yang terkait baik di dalam maupun di luar negeri. Pengembangan lain dilakukan dengan kegiatan ilmiah: penelitian atau workshop yang relevan dengan kepentingan IKIP Bandung.

Upaya peningkatan dan pengembangan IKIP Bandung secara konsepsional dan terencana dimulai sejak tahun 1973 dengan disusunnya master plan IKIP Bandung. Penataan dan pembenahan dilakukan dengan pembangunan fisik dan sarana prasarana kampus sebagai upaya meningkatkan kualitas proses dan kualitas hasil belajar mengajar.

Perbaikan kurikulum mulai diperkenalkan pada tahun 1977 dengan melakukan studi penyusunan kurikulum IKIP Bandung berdasarkan kemampuan. Usaha meningkatkan kemampuan tenaga pengajar baik melalui penataran dalam maupun di luar negeri. Perbaikan dan penertiban administrasi umum dilakukan. Sebelum tahun 1977, sistem administrasi umum dan administrasi akademik bersifat desentralisasi, tetapi kemudian setelah tahun 1977 dilakukan sentralisasi sistem. Untuk kepentingan administrasi akademik didirikan Pusat Adminisrasi Akademik (PAA).

Pada tahun 1974 konsorsium pendidikan memberikan kepercayaan kepada IKIP Bandung untuk menyelenggarakan program pascasarjana dengan terbentuknya Lembaga Pendidikan Posdoktoral (LPPD). Jurusan bahasa dan sastra Indonesia termasuk ke dalam program LPPD. Mahasiswa yang mengambil program LPPD dari jurusan Bahasa Indonesia, antara lain Drs. Suardi Sapani dan Drs. Djago Tarigan.

7. IKIP Bandung (periode 1978—1987)

Persoalan yang cukup pelik sehubungan dengan upaya pengembangan pada waktu itu, antara lain dengan adanya kebijakan penataan kehidupan kampus yang secara sungguh-sungguh dan konsepsional melalui normalisasi kehidupan kampus (NKK/BKK). Kebijakan tersebut mendapat tantangan dari mahasiswa dengan munculnya gerakan mahasiswa yang menjurus pada kegiatan politik praktis yang mengatasnamakan mahasiswa. Kegiatan tersebut meskipun tidak menunjukkan kekuatan yang besar, namun telah mengganggu ketertiban masyarakat ilmiah, khususnya dalam upaya menyiapkan calon guru dan ahli pendidikan dalam mendukung keberhasilan pembangunan nasional.

 

8. IKIP Bandung Periode (1987—1994)

Dalam periode ini dilaksanakan penataan struktur organisasi IKIP Bandung sesuai dengan PP No. 30 Tahun 1990. Semula IKIP Bandung memiliki dua biro yaitu Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan dan Biro Administrasi Umum dan Keuangan (BAUK), dikembangkan lagi menjadi tiga biro dengan dibentuknya Biro Administrasi Perencanaan dan Sistem Informasi (BAPSI), sesuai dengan SK Mendikbud Nomor 944/A.2.1.2/C/1994.

 

9. IKIP Bandung Periode 1991—1994

Prioritas pengembangan IKIP Bandung pada periode 1991-1994 mencakup 11 bidang pengembangan, yaitu kurikulum, tenaga edukatif dan administrasi, kemahasiswaan, fasilitas pendidikan, manajemen, kesejahteraan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, ketakwaan kepada Allah swt., alumni, KORPRI, Dharma Wanita, bidang kerja sama dan pertemuan ilmiah.

10. IKIP Bandung Periode 1995—1999

Berbagai kegiatan pengembangan pada periode ini tercermin dari pelaksanaan pengembangan kebijakan yang terdiri atas: meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah swt., meningkatkan mutu akademik, meningkatkan manajemen kelembagaan, meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan personel, meningkatkan upaya pembinaan kemahasiswaan dan alumni, meningkatkan budaya akademik, meningkatkan kepeloporan, meningkatkan mutu penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, meningkatkan mutu kerja sama regional, nasional, dan internasional, meningkatkan pembinaan sarana dan prasarana, meningkatkan pembinaan organisasi di luar kedinasan.

Hal penting yang sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan IKIP Bandung pada periode 1994-1999 yaitu dikeluarkannya kebijakan pemerintah di bidang pendidikan tinggi, antara lain konversi pendidikan tinggi keguruan di tanah air menjadi universitas. IKIP Bandung sebagai komponen perguruan tinggi yang termasuk dalam Lembaga Pendidikan Tenaga Keguruan (LPTK) harus mampu mengikuti tuntutan perubahan serta mengantisipasi kemungkinan pada masa yang akan datang, –dalam konteks ini IKIP Bandung diupayakan melakukan konversi menjadi universitas.

Berdasarkan Keputusan Presiden No. 124 tanggal 7 Oktober 1999, IKIP Bandung bersama dengan beberapa IKIP lain berubah status kelembagaan menjadi Universitas Pendidikan Indonesia.

11. Periode Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Perubahan IKIP Bandung menjadi Universitas Pendidikan Indonesia, sebagai satu-satunya IKIP di Indonesia yang menggunakan nama Universitas Pendidikan Indonesia, sementara IKIP lain menggunakan nama Universitas Negeri, bukan tanpa alasan yang kuat melainkan disemangati oleh jiwa dan komitmen yang kuat terhadap dunia kependidikan. Dengan demikian, Universitas Pendidikan Indonesia memunculkan ciri tersendiri yang secara filosofis berbeda dengan IKIP.

Universitas Pendidikan Indonesia memiliki visi untuk menjangkau jauh ke depan dalam upaya menempatkan posisi, peran, dan fungsinya dalam pembangunan pendidikan nasional dan dalam pembangunan SDM Indonesia secara menyeluruh. Hal itu kemudian menjadi visi universitas untuk menempatkan diri sebagai salatu perguruan tinggi dengan komitmen kuat serta identitas kependidikan yang kental, yang berarti bahwa pendidikan adalah watak dan identitas UPI.

Tekad dan komitmen yang kuat untuk tetap berada pada jalur pendidikan tampak dalam visi dan misi UPI untuk tetap tampil dengan bendera kependidikan sebagai andalannya untuk mengambil kepemimpinan dalam membangun bangsa, sesuai dengan semangat PTPG yang didirikan dalam upaya mengisi kemerdekaan dengan mencerdaskan masyarakat bangsa.

Pendidikan adalah keunggulan UPI serta diversifikasi keilmuan lain dalam upaya meningkatkan daya kontribusinya kepada masyarakat bangsa. Disadari bahwa diversifikasi menuntut adanya mekanisme untuk melaksanakan cross fertilization, shares of resourcher dalam proses pengembangan keilmuan dan dalam proses pembelajaran. Hal itu merupakan suatu keunggulan manajemen yang dapat mengokohkan UPI dalam pembangunan perguruan tinggi dan pembangunan pendidikan nasional serta dalam upaya mempersiapkan mutu SDM Indonesia yang tinggi.

 

Perintis dan Pimpinan

Sebagai Perintis berdirinya Jurusan Bahasa dan Sastra adalah Dr. Soebardi. Beliau menjabat Ketua Jurusan bulan Maret 1955. sedangkan beberapa bulan sebelumnya, jurusan itu berjalan tanpa Ketua Jurusan, dipimpin langsung oleh Dekan PTPG pada waktu itu Prof. M. Sadarjoen Siswomartojo.

Pada waktu itu Jurusan Bahasa dan Sastra dibagi menjadi 2 seksi, yaitu (1) Seksi Bahasa dan Sastra Indonesia diketuai oleh Drs. Ukun Surjaman dan (2) Seksi Bahasa dan Sastra Sunda diketuai oleh Drs. Sjahrul Sjarief.

Seperti halnya dengan jurusan-jurusan lainnya, Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia pun mengalami perkembangan dan perubahan baik pimpinan, dosen, maupun mata kuliah sesuai dengan perkembangan jumlah mahasiswa. Adapun para pejabat yang pernah menjadi pimpinan Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia adalah sebagai berikut.

 

No.

Nama Pimpinan

Periode

1. Ketua : Dr. Soebardi Maret 1955-1957
2. Ketua : Drs. Sjahrul Sjarief 1 Jan  1957-1958
3. Ketua : Dr. SoebardiSekretaris : Drs. Sjahrul  Sjarief 1 Sep 1958-1959
4. Ketua : Drs. Ukun Surjaman 1 Sep 1959-1960
5. Ketua : Dra.Partini Pradotokusumo 1 Sep 1960-1961
6. Ketua : Drs. HarsojoWakil Ketua : Drs. Sjahrul SjarifSekretaris: Drs. Ahmad Slamet H.Sekretaris: Drs. H.G. Tarigan 1 Sep 1961-19651 Sep 1961-19631 Sep 1963-1965
7. Dekan/ Ketua : Dr. SoebardiSekretaris: 1 Okt 1964
8. Ketua : Drs. Ahmad SlamatSekretaris: Drs. Soetomo Wingenapawira Juli 1965Desember 1965
9. Ketua : Drs. Yazir BmhanWakil Ket./Sekretaris: Drs. H.G. Tarigan Sampai Juli 1966
10. Ketua : Drs. Muslim NurdinWakil Ketua :  Drs. H.G. TariganSekretaris : Drs. Dudu Prawiraatmaja Agustus 1966-19681966-19671968
11. Ketua : Drs. Sjahrul  SjariefSekretaris : Drs. Dudu Prawiraatmaja 1 Januari 1969
12. Ketua : Drs. Dudu PrawiraatmajaSekretaris : Drs. Sukandi Mei 1991-1972
13. Ketua : Drs. Undang MisdanSekretaris : Drs. Alam Sutawijaya 1972-1978
14. Ketua : Drs. Alam SutawijayaSekretaris : Drs. H. Sukandi (S1)Sekretaris : Kosadi Hidayat (S1)Sekretaris : Dra. Ice Sutari (D1, D2, D3) 1983-19921983-19861986-19921986-1987
15. Ketua : Drs.H.Kosadi Hidayat, M.Pd.Sekert: Drs. Supriyadi 1992-1999
16. Ketua : Drs.H. Yoyo Mulyana, M.Ed.Sekert : Drs. Andoyo S., M.Pd. 1999-2001
17. Ketua : Drs.H Ma’mur Saadie, M.Pd.Sekert : Drs. Andoyo S., M.Pd.Sekert : Drs.H Subana, M.Pd.Ket.Prog.Dik : Dra.Hj. Ice Sutari, M.Pd.Ket. Prog. Non-Dik: Drs. Sumiyadi, M.Hum. 2001-2003
18. Ketua: Dra.Hj. Ice Sutari, M.Pd.Sekert : Drs. Kholid A. HarrasKet.Prog.Dik: Drs. Khaerudin Kurniawan, M.Pd.Ket.Prog.Non-Dik: Dra. Nunung Sitaresmi, M.Pd. 2003-2007

 

 

Lokasi dan Alamat

Jurusan  Pendidikan bahasa dan Sastra Indonesia (Jurdiksastrasia) FPBS UPI bertempat di Gedung Moh. Fakry Gaffar (Gedung FPBS B Lt.1) dan beralamat di Jalan Dr. Setiabudhi 229 Bandung 40154; Telepon (022) 2008132; Fax    (022) 2008132; E-mail : Indonesia@upi.edu

 

Visi, Misi dan Tujuan

Visi

Menumbuhkembangkan lulusan menjadi manusia berbudaya dan beradab, memiliki kemampuan dan wawasan untuk menjawab tantangan dan permasalahan kehidupan melalui pencetakan calon tenaga pengajar bahasa dan sastra Indonesia dan ahli bahasa/sastra yang berkelayakan.

Misi

  1. Menyelenggarakan pendidikan bagi calon tenaga kependidikan dan nonkependidikan dan meningkatkan kualifikasinya dalam bidang bahasa dan sastra Indonesia;
  2. Melaksanakan penelitian dan pengkajian dalam rangka mengembangkan dan menerapkan disiplin ilmu bahasa dan sastra Indonesia;
  3. Melaksanakan pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan mutu dan tujuan-tujuan lain; dan
  4. Menggalang kerja sama dengan berbagai pihak baik secara vertikal maupun horisontal.

Tujuan

  1. Mendidik calon tenaga kependidikan dan nonkependidikan yang profesional dan berkelayakan dalam bidang studi bahasa dan sastra Indonesia;
  2. Menghasilkan berbagai penelitian yang berkenaan dengan kebahasaan, kesastraan, kependidikan, dan pengajarannya;
  3. Menghasilkan berbagai program inovatif dalam bidang bahasa dan sastra  Indonesia; dan
  4. Menyelenggarakan berbagai program kerja sama dengan berbagai pihak baik di dalam maupun di luar negeri.

 

Status Akreditasi

 Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FPBS UPI telah mengalami penilaian dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), yaitu:

(1) Prodi Pend Bhs dan Sastra Indonesia, Nilai A

(2) Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia, Nilai B.

 

 

Penerimaan Mahasiswa Baru dan Lanjutan

 

Mahasiswa baru berasal dari sekolah menengah (SMA, SMK, MA), dan lulusan diploma baik yang sudah menjadi guru maupun belum. Sistem penerimaan melalui jalur SPMB, PMDK, dan jalur khusus.

 

Karakteristik Kurikulum

  1. Berpendekatan Concurrent
  2. Bersifat fleksibel
  3. Berpendekatan disiplin ilmu dan kompetensi

 

Struktur Kurikulum

 

  1. Kelompok Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU) – berfungsi memberikan dasar pengembangan kepribadian guru dan tenaga kependidikan/nonkependidikan lainnya;
  2. Kelompok Mata Kuliah Dasar Kependidikan (MKDK) – berfungsi mengembangkan sikap dan wawasan profesional kependidikan;
  3. Kelompok Mata Kuliah Proses Belajar Mengajar (MKPBM) – berfungsi mengembangkan kemampuan/keterampilan mengajar;
  4. Kelompok Mata Kuliah Bidang Studi (MKBS) Mayor – berfungsi mengembangkan kemampuan penguasaan ilmu bahasa dan sastra Indonesia, mengembangkan keterampilan berbahasa dan bersastra Indonesia, serta mengembangkan sikap positif terhadap pendidikan bahasa dan sastra Indonesia yang menjadi kewenangan utama;
  5. Kelompok Mata Kuliah Pendalaman Perluasan (MKPP) – berfungsi mengembangkan penguasaan kemampuan yang lebih dalam/lebih luas dalam bidang pendidikan bahasa dan sastra Indonesia;
  6. Kelompok Mata Kuliah Kemampuan Tambahan (MKKT) – berfungsi mengembangkan penguasaan materi dalam bidang studi lainnya akan menjadi kemampuan tambahan; dan
  7. Kelompok Mata Kuliah Bidang Studi (MKBS) Minor – berfungsi mengembangkan penguasaan ilmu (materi) dalam bidang studi lain yang akan menjadi kewenangan tambahan.

 

Jumlah bobot Satuan Kredit Semester (SKS) tiap kelompok yang dikembangkan oleh jurusan/program studi Bahasa dan Sastra Indonesia jenjang S1 dapat dideskripsikan sebagai berikut:

 

MKDU                    = 14 SKS

MKDK                    = 12 SKS

MKPBM                  = 18 SKS

MKPBS MAYOR       =  97 SKS

MKPBS MINOR       =  40 SKS

MKPP                     =  20 SKS

MKKT                    =  20 SKS

 

Dengan demikian jumlah keseluruhan SKS yang ditawarkan kepada mahasiswa bervariasi antara 160 SKS bagi mahasiswa yang memilih MKPP atau MKKT dan 180 SKS bagi yang memilih MINOR

 

 

Distribusi Mata Kuliah

 

  1. 1.   Distribusi Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU)

 

No Kode Nama Mata Kuliah SKS Smt
1 DUM501 Pendidikan Agama*

Islam

Kristen Protestan

Katolik

Hindu

Budha2I2DUM506Pendidikan Pancasila2I3DUM507Pendidikan Kewiraan2III4DUM511Olahraga2III5DUM508PLSBT2V6DUM591Seminar Pendidikan Agama*

Islam

Kristen Protestan

Katolik

Hindu

Budha2V7DUM560Kuliah Kerja Nyata2VIII  Jumlah14

 

 

  1. 2.   Distribusi Mata Kuliah Dasar Kependidikan (MKDK)

 

No Kode Nama Mata

KuliahSKSSmt1FSP500Pengantar Pendidikan3II2PPB500Perk & Bimb. Peserta Didik3II3ADM500Pengelolaan Pendidikan3IV4KUT500Kurikulum dan Pembelajaran3IV  Jumlah12

 

 

  1. 3.   Distribusi Mata Kuliah PBM (MKPBM)

 

No Kode Nama Mata

KuliahSKSSmt1IND586Strategi Belajar Mengajar4V2IND588Penelitian Pendidikan3VI3IND587Evaluasi Pendidikan4VII4IND589Program Pengalaman Lapangan4VIII5IND585Perencanaan Pengajaran3VIII  Jumlah18

 

 

 

 

 

  1. Distribusi Mata Kuliah Bidang Studi (MKBS)

 

No Kode Nama Mata

KuliahSKSSmt1IND 501Linguistik Umum3I2IND 513Menyimak3I3IND 516Membaca I4I4IND 522Teori Sastra2I5IND 523Sejarah Sastra Indonesia2I6IND 502Fonologi Bahasa Indonesia3II7IND 514Berbicara I4II8IND 517Membaca II4II9IND  524Apresiasi Puisi Indonesia2II10IND 503Morfologi Bahasa Indonesia4III11IND 515Berbicara II4III12IND 518Menulis I4III13IND 525Apresiasi Prosa Fiksi Indonesia2III14IND 527Kajian Puisi Indonesia2III15IND 504Sintaksis Bahasa Indonesia4IV16IND 509Psikolinguistik3IV17IND 519Menulis II4IV18IND 528Kajian Prosa Fiksi Indonesia2IV19IND 505Tata Wacana Bahasa Indonesia4V20IND 521Teori Belajar Bahasa4V21IND 526Apresiasi Drama Indonesia2V22IND 508Sosiolinguistik2VI23IND 512Telaah Kurikulum & Buku Teks  BI4VI24IND 520Pragmatik3VI25IND 529Kajian Drama Indonesia2VII26IND 506Semantik Bahasa Indonesia4VII27IND 511Analisis Kesalahan Berbahasa4VII28IND 599Skripsi6VIII29IND 507Pembinaan & Pengembangan BI3VIII30IND 510Bahasa Bantu3VIII31IND 530Psikosastra**2VIII32IND 531Penyuluhan Bahasa Indonesia**2VIII33IND 532Kapita Selekta Bahasa**2VIII34IND 598Sidang Ujian S10VIII  Jumlah 103

 

 

5. Distribusi Mata Kuliah Tambahan (MKKT)

 

No. Kode Nama Mata Kuliah SKS Smt
1 IND 501 Linguistik Umum*) 3 I
2 IND 522 Teori Sastra**) 2 I
3 IND 502 Fonologi Bahasa Indonesia 3 II
4 IND 503 Morfologi Bahasa Indonesia 4 III
5 IND 527 Kajian Puisi Bahasa Indonesia**) 2 III
6 IND 504 Sintaksis Bahasa Indonesia 4 IV
7 IND 528 Kajian Prosa Fiksi Indonesia**) 2 IV
8 IND 506 Semantik Bahasa Indonesia 4 VI
9 IND 529 Kajian Drama Indonesia**) 2 VI
10 IND 520 Pragmatik*) 3 VII
Jumlah 20

 

Keterangan: *) Dipilih dan diambil 3 SKS

**) Dipilih dan diambil 2 SKS

 

 

6.   Distribusi Mata Kuliah Minor

 

No. Kode Nama Mata

KuliahSKSSmt1IND 501Linguistik Umum*)3I2IND 516Membaca I4I3IND 522Teori Sastra2I4IND 502Fonologi Bahasa Indonesia3II5IND 514Berbicara I4II6IND 503Morfologi Bahasa Indonesia4III7IND 518Menulis I4III8IND 524Apresiasi Puisi Indonesia**)2III9IND 504Sintaksis Bahasa Indonesia4IV10IND 525Apresiasi Prosa Fiksi Indonesia**)2IV11IND 506Semantik Bahasa Indonesia4VI12IND 512Telaah Kurikulum & Buku Teks BI4VI13IND 526Apresiasi Drama Indonesia**)2VI14IND 520Pragmatik*)3VII  Jumlah40

 

Keterangan: *) Dipilih dan diambil 3 SKS

**) Dipilih 4 SKS dari 3 mata kuliah

 

Dosen

 

Mayoritas dosen berkualifikasi dan berkompetensi memadai di bidang pendidikan bahasa dan sastra Indonesia. Saat ini jumlah dosen sebanyak 41 orang (lihat daftar urut kepangkatan dosen).

 

DAFTAR URUTAN KEPANGKATAN DOSEN TETAP

JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA

FPBS UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

 

 

No.

Nama

NIP Gol JABATAN KUALIFIKASI PENDIDIKAN
S1 S2/L S2/BL S3/L S3/BL
1. Prof. Dr. H. Yus Rusyana 130203746 IV/e

Guru Besar

Ö

2. Prof. Dr. H. Syamsyuddin Ar., M.S. 130256653 IV/e

Guru Besar

Ö

3. Prof. Dr. H. Yoyo Mulyana, M.Ed. 130256652 IV/d

Guru Besar

Ö

4. Prof. Dr. H. Kosadi Hidayat S., M.Pd. 130350089 IV/d

Guru Besar

Ö

5. Drs. H. Iyo Mulyono L.S., M.Pd. 130321118 IV/c

Lektor kepala

Ö

6. Dra. Hj. Uun Unayah 130256687 IV/c

Lektor kepala

Ö

7. Dra. Hj. Ice Sutari K.Y., M.Pd. 130256654 IV/c

Lektor kepala

Ö

8. Dra. Hj. Pien Supinah, M.Si. 130354218 IV/c

Lektor kepala

Ö

9. Drs. Kostaman Y. 130256686 IV/b

Lektor kepala

Ö

10. Dra. Hj. Yoce Aliah Darma, M.Pd. 130256690 IV/b

Lektor kepala

Ö

11. Drs. H. M. Subana, M.Pd. 130282095 IV/b

Lektor kepala

Ö

12. Dra. Dewi Masitoh Kartikawati 130256622 IV/b

Lektor kepala

Ö

13. Drs. H.M. Idris Suryana K.W 130282974 IV/b

Lektor kepala

Ö

14. Drs. H. Badrun K. 130256672 IV/b

Lektor kepala

Ö

15. Drs. Khaerudin Kurniawan, M.Pd. 131877181 IV/b

Lektor kepala

Ö

16. Dra. Nunung Saptiah 130256692 IV/a

Lektor kepala

Ö

17. Dra. Tien Martini 130282088 IV/a

Lektor kepala

Ö

18. Dra. Yeti Mulyati, M.Pd. 131568830 IV/a

Lektor kepala

Ö

19. Dra. Nunung Sitaresmi, M.Pd. 131664388 IV/a

Lektor kepala

Ö

20. Dra. Isah Cahyani, M.Pd. 131811191 IV/a

Lektor kepala

Ö

21. Drs. Aceng Ruchendi S., M.Hum. 130892721 IV/a

Lektor kepala

Ö

22. Dra. Hj. Mien Rumini 130796165 III/d

Lektor

Ö

23. Drs. Kholid A. Harras 131859798 III/d

Lektor

Ö

24. Dra. Lilis St. Sulistianingsih 131626695 III/d

Lektor

Ö

25. Drs. H. Ma’mur Saadie, M.Pd. 131811186 III/d

Lektor

Ö

26. Drs. Encep Kusumah 131973059 III/d

Lektor

Ö

27. Drs. Andoyo Sastromiharjo, M.Pd. 131625381 III/c

Lektor

Ö

28. Drs. Memen Durachman, M.Hum. 131772452 III/c

Lektor

Ö

29. Drs. Sumiyadi, M.Hum 131946755 III/c

Lektor

Ö

30. Drs. Denny Iskandar 131946754 III/c

Lektor

Ö

31. Dr. Hj. Vismaiya S.D., M.Pd. 131993871 III/c

Lektor

Ö

32. Drs. Wawan Hermawan , M.Pd. 131692049 III/c

Lektor

Ö

33. Dra. Novi Resmini, M.Pd. 132056581 III/c

Lektor

Ö

34. Dadang, S.Pd., M.Si. 132238495 III/c

Lektor

Ö

35. Dra. Nunny Sulistiany Idris 131946759 III/b

Asisten Ahli

Ö

36. Drs. Kosasih, M.Pd. 132302936 III/b

Asisten Ahli

Ö

37. Yulianeta, M.Pd. 132312851 III/b

Asisten Ahli

Ö

38. Nenden Lilis A., S.Pd., M.Pd. 132304682 III/a

Asisten Ahli

Ö

39. Mahmud Fasya, S.Pd. 132313372 III/a

Asisten Ahli

Ö

40. Andika Dutha Bachari, S.Pd. 132313371 III/a

Asisten Ahli

Ö

41. Halimah, S.Pd. 132313370 III/a

Asisten Ahli

Ö

 

 

 

Sistem Perkuliahan

 

Perkulihan diselenggarakan dengan menerapkan sistem kredit semester. Karena itu, setiap mahasiswa pada awal semester diberi kesempatan untuk merencanakan sendiri beban studi dengan dosen pembimbing Akademik sesuai dengan prestasi yang telah dicapainya.

 

Sistem Penilaian

 

Acuan Penilaian

Penilaian terhadap keberhasilan studi mahasiswa untuk setiap mata kuliah didasarkan kepada tiga kemungkinan acuan penilaian yang pelaksanaannya dapat disesuaikan dengan sifat masing-masing mata kuliah.

  1. Penilaian Acuan Patokan (PAP), yaitu dengan cara menentukan batas kelulusan.
  2. Penilaian Acuan Norma (PAN), yaitu dengan cara membandingkan nilai seorang mahasiswa dengan kelompoknya.
  3. Gabungan Antara PAP dan PAN, yaitu dengan menentukan batas kelulusan terlebih dahulu, kemudian membandingkan nilai yang lulus relatif terhadap nilai kelompoknya

 

Komponen Penilaian

Nilai keberhasilan studi untuk setiap mata kuliah merupakan hasil kumulatif dari komponen tugas, ujian tengah semester, ujian akhir semester, serta komponen penilaian lainya.

 

Nilai Akhir

Hasil penilaian akhir suatu mata kuliah dinyatakan dengan nilai bobot sebagi berikut:

A = 4

B = 3

C = 2

D = 1

E = 0 (tidak memperoleh SKS)

 

Kelulusan Mata Kuliah

Untuk mata kuliah tertentu yang dianggap sangat menentukan kompetensi profesional luluisan, nilai minimum kelulusan adalah  D= 1

 

Status Belum Lengkap  (BL)

Bila seorang mahasiswa belum dapat melengkapi tugas salah satu komponen dari suatu mata kuliah pada saat yang telah ditentukan, maka yang bersangkutan dinyatakan BELUM LENGKAP  (BL) untuk mata kuliah tersebut. Namun demikian mahasiswa yang bersangkutan masih diberi kesempatan untuk melengkapi komponen tersebut dalam waktu paling lambat satu bulan. Jika dalam waktu yang ditentukan komponen tersebut belum juga dilengkapi, maka mahasiswa yang bersangkutan dinyatakan gagal dengan nilai E dalam mata kuliah tersebut.

 

Gagal dari Suatu Mata Kuliah

Nilai gagal atau E diberikan kepada mahasiswa apabila kadar pengetahuan atau penguasaan mahasiswa terhadap materi perkuliahan dinilai oleh dosen mata kuliah yang bersangkutan berada di bawah penguasaan minimal yang telah ditentukan. Nilai E diperhitungkan dalam penentuan IP.

 

Penggunduran Diri

Bila seorang mahasiswa mengundurkan diri secara sah (melalui penggunaan FKKB) untuk setip mata kuliah, maka mahasiswa tersebut diberi tanda kosong (K), sehingga mata kuliah tersebut tidak turut diperhitungkan dalam penentuan IP pada akhir semester.

 

Ujian Akhir Semester (UAS)

Untuk dapat mengikuti UAS, seorang mahasiswa haruslah memenuhi persyaratan sebagai berikut:

  1. Terdaftar sebagai mahasiswa pada tahun akademik yang bersangkutan.
  2. Mengikuti perkuliahan dalam mata kuliah yang bersangkutan minimal 80%.
  3. Sesudah menyelesaikan dan menyerahkan tugas-tugas yang berhubungan dengan mata kuliah yang bersangkutan, sedangkan yang belum menyelesaikan tugasnya harus atas seijin dosen yang bersangkutan dengan status BL.
  4. Tidak dalam keadaan menjalani hukuman akademik.

 

Penilaian Keberhasilan Studi Semester

Penilaian keberhasilan studi semester dilakukan pada setiap akhir semester, meliputi seluruh mata kuliah yang diambil oleh mahasiswa selama semester tersebut dengan menggunakan rumus IP sebagai berikut:

åcg

P =

åg

Keterangan :

P = Indeks Prestasi

X = Nilai Mata Kuliah

Y = Satuan Kredit Semester (SKS) untuk mata kuliah

tersebut

 

Untuk Jenjang S1

Mahasiswa dapat melanjutkan studinya apabila setelah 4 semester dapat mengumpulkan minimal 60 sks dan mencapai IP ³ 2,25. Mahasiswa yang telah mengumpulkan lebih dari 48 sks sampai 59 sks dengan IP ³ 2,00 dapat melanjutkan penyelesaian studinya, tetapi dengan bimbingan khusus dari Dosen Pembimbing Akademik. Mahasiswa yang mampu menyelesaikan kurang dari 47 sks dengan IP ≤ 2,00 dianjurkan untuk mengundurkan diri.

 

 

Penilaian Keberhasilan Studi sesudah 6 Semester untuk Jenjang S1

Penilaian keberhasilan studi sesudah 6 semester untuk menentukan apakah seseorang mahasiswa boleh melanjutkan studinya sesudah 6 semester apabila telah berhasil mengumpulkan 120 sks atau lebih dengan IP 2,00. mahasiswa yang hanya berhasil mengumpulkan 69-119 sks dengn IP 2,00 dapat melanjutkan penyelesaian studinya, tetapi dengan bimbingan khusus Dosen dan Pembimbing Akademik.

 

Pelaksanaan Nilai Keberhasilan Studi

  1. Pelaksanaan penilaian keberhasilan studi sesudah 2,4,6 dan 8 semester diserahkan kepada jurusan masing-masing yang hasilnya dilaporkan kepada fakultas yang bersangkutan dan BAAK.
  2. Usul Pemberhentian mahasiswa yang tidak memenuhi syarat untuk melanjutkan, disampaikan oleh fakultas kepada rektor untuk dikeluarkan surat-surat pemberhentiannya.

 

Profil Mahasiswa

 

Kegiatan Kemahasiswaan

Pengembangan penalaran dan keilmuan yang terdiri atas:

  1. Forum Akademik.
  2. Simposium.
  3. Kolokium.
  4. Lakakarya.
  5. Seminar.

f. Diskusi Ilmiah.

  1. Diskusi Panel.
  2. Studium Generale.

i. Lomba Karya Ilmiah.

Contoh kegiatan penalaran :

  • Lomba Karya Tulis Mahasiswa (LKTM) Bidang Pendidikan,  IPS, dan Bahasa dan Seni.
  • Lomba Karya Ilmiah Mahasiswa (LKIM).
  • Seleksi Mahasiswa Berprestasi.
  • Gelar Lokakarya (Geloka).
  • Lomba Cerdas Cermat.
  • Pembekalan dan Pengkajian Islam.
  • Karya Alternatif Mahasiswa (KAM).
  • Pekan Ilmiah Mahasiswa Daerah (PIMDA).
  • Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS)
  • Ikatan Mahasiswa Sejenis
  • Lomba Mengarang.
  • Lomba Poster dan Logo.
  • Program Kreativitas Mahasiswa (PKM).
  • Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar)
  • Temu Sivitas Akademika.
  • Studi Pembina Islam Intensif
  • Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ).
  • Finalis Global Indie Film Festival (GIFF)

 

Pengembangan Bakat dan Minat

  1. Kesenian
  2. Pramuka
  3. Resimen Mahasiswa
  4. Penerbitan Kampus
  5. Pencita Alam
  6. Krops Sukarela Plang Merah Indonesia (KSR PMI)

 

Bidang Kesejahteraan Mahasiswa

  1. Koperasi Mahasiswa.
  2. Unit Kerohanian.
  3. Sarana Peribadatan.
  4. Perpustakaan.
  5. Poliklinik.
  6. Santunan Kesehatan.
  7. Asuransi.
  8. Asrama Mahasiswa

 

Fasilitas

 

Fasilitas jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dapat disenaraikan sebagai berikut.

 

No.

Jenis Barang

Jumlah

1

Meja panjang (meja dosen)

5

2

Kursi dosen

27

3

Meja kantor

6

4

Kursi putar

6

5

Lemari kayu

6

6

Lemari besi

1

7

Filing kabinet

7

8

Rak skripsi

1

9

Kulkas

1

10

Dispenser

1

11

Tape dan radio

1

12

Televisi

1

13

VCD

1

14

Komputer

4

15

OHP

4

16

Jam dinding

4

 

 

Beasiswa

 

Beasiswa mahasiswa yang jenis-jenisnya sebagai berikut.

  1. Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA).
  2. Beasiswa Peningkatan Prestasi Belajar (BPPB).
  3. Beasiswa TPSDP (Technological and Professional Skills Development Project).
  4. Beasiswa Yayasan Supersemar
  5. Beasiswa Yayasan Toyota Astra (YTA).
  6. Beasiswa PT Gudang Garam.
  7. Yayasan Beasiswa Marubeni (Jepang).
  8. Beasiswa Mengikuti Ujian (BMU).
  9. Beasiswa Penanggulangan Akibat Kerusuhan / Bencana Alam (BPAK)
  10. Yayasan Beasiswa Jepang
  11. Beasiswa Ibu Try Sutrisno
  12. Yayasan  Amal Foundation.
  13. Beasiswa Yayasan ORBIT.
  14. Beasiswa Yayasan Salim.
  15. Dompet Dhuafa Republik
  16. Bantuan Penulisan Skripsi/ Tugas Akhir.

 

Pengembangan Bidang Organisasi

 

Bentuk Kegiatan Pengembangan Bidang Organisasi/ kaderisasi ini adalah:

  1. LDKM (Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa). LDKRM ini diselengarakan oleh ormawa tingkat jurusan/ program.
  2. LKMM (Latihan Kepemimpinan Manajemen Mahaiswa) Tingkat Fakultas diselenggarakan oleh ormawa tingkat fakultas (SMF, BEM, DPMF).
  3. LKMM tingkat UPI diselenggarakan oleh ormawa tingkat Universitas (BEM UPI).
  4. Musyawarah Mahasiswa (Mumas ) kegiatan ini dilakukan oleh semua ormawa dengan sambutan di antaranya adalah  Musyawarah Besar (Mubes), Musyawarah Mahasiswa (Mumas), Musyawarah Anggota (Musang), Musyawarah Adat (Mudat), Musyawarah Teater (Muter), Pemilihan Umum Raya (Penilu Raya).

Bakti Sosial

 

  1. Pengabdian Pada Masyarakat (PPM).
  2. Kemah Kerja Mahasiswa (KKM).
  3. Bakti Sosial (oprasi pasar murah, peduli sembako, malam amal dan sembako dan pasar buku murah).

Penelitian dan Pengembangan

Bidang penelitian dan pengembangan diarahkan pada peningkatan mutu penelitian dan pengembangan wawasan keilmuan dosen dan mahasiswa. Bidang ini mencakup: penelitian dasar, penelitian dana rutin, hibah bersaing, dan penelitian mandiri baik yang didanai oleh lembaga maupun atas kerja sama dengan pihak lain.

Pengabdian kepada Masyarakat

Kegiatan pengabdian dilakukan secara formal dan rutin oleh dosen yang merupakan kegiatan berkaitan dengan bahasa, sastra, pengajaran bahasa dan sastra, penyuluhan dan pembinaan berbahasa dan bersastra atas persetujuan lembaga sebagai penyandang dana. Sasaran pengabdian adalah guru-guru sekolah (dasar, menengah/lanjutan, dan masyarakat umum).

 

Kerja Sama

Kerjama sama terjadin dengan Departemen Pendidikan Nasional, Departemen Agama, Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten/Provinsi untuk mengembangkan bidang pendidikan, pelatihan, dan penyuluhan bahasa dan sastra Indonesia.

 

Tim Pengembang

Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia memiliki komitmen untuk selalu mengembangkan kualitas, baik kualitas instrumental, struktural, dan kultural. Atas dasar itu, jurusan membentuk beberapa tim yang ditugaskan secara khusus untuk mengoordinasikan arah pengembangan jurusan. Adapun ruang lingkup  kerja tim pengembang ini terbagi atas:

1)   Kerja sama Eksternal

Ketua                  : Drs. Iyo Mulyono, M.Pd.

Wakil                  : Drs. Kholid A. Harras

Anggota              : Drs. Wawan Hermawan, M.Pd.

Dadang S. Anshori, S.Pd., M.Si.

 

2)   Data, Informasi, dan Pengembangan Media

Ketua                  : Drs. Sumiyadi, M.Hum.

Wakil                  : Drs. Denny Iskandar

Anggota              : Drs. Encep Kusumah

Drs. Kosasih, M.Pd.

3)   Pembinaan Kemahasiswaan

Ketua                  : Drs. Kholid A. Harras

Wakil                  : Drs. Dadang S. Anshori, M.Si.

Anggota              : Andika Dutha Bachari, S.Pd.

Mahmud Fasya, S.Pd.

 

4)   Penelitian

Ketua                  : Dra. Hj. Yoce Aliah Darma, M.Pd.

Wakil                  : Dra. Nunung Saptiah

Anggota              : Dra. Yeti Mulyati, M.Pd.

Dra. Novi Resmini, M.Pd.

5)   Pengabdian kepada Masyarakat

Ketua                  : Dra. Isah Cahyani, M.Pd.

Wakil                  : Dra. Nunung Sitaresmi, M.Pd.

Anggota              : Dra. Nenden Lilis, M.Pd.

Yulianeta, M.Pd.

Halimah, S.Pd.

 

6)   Pengembangan Akademik

Ketua                  : Dr. Hj. Vismaia S. Damaianti, M.Pd.

Wakil                  : Drs. H. Ma’mur Saadie, M.Pd.

Anggota              : Drs. Andoyo Sastromiharjo, M.Pd.

Drs. Memen Durachman, M.Hum.

7)   BIPA

Ketua                  : Dra. Nunny Sulistiani Idris

Wakil                  : Dra. Isah Cahyani, M.Pd.

Anggota              : Dra. Yeti Mulyati, M.Pd.

Dra. Lilis St. Sulistianingsih

Drs. Denny Iskandar

 

8)   Jurnal Artikulasi

Ketua                  : Drs. Aceng Ruchendi S., M.Hum.

Wakil                  : Drs. H. Ma’mur Saadie, M.Pd.

Anggota              : Drs. Sumiyadi, M.Hum.

Dadang S. Anshori, S.Pd., M.Si.

9)   Pusat Studi Literasi

Ketua                  : Drs. Khaerudin Kurniawan, M.Pd.

Wakil                  : Dadang S. Anshori, S.Pd., M.Si.

Anggota              : Dra. Hj. Yoce Aliah Darma, M.Pd.

Drs. Wawan Hermawan, M.Pd.

Dr. Hj. Vismaia S. Damaianti, M.Pd.

Drs. Kholid A. Harras

 

 

10)   Kesejahteraan

Ketua                  : Dra. Nunung Sitaresmi, M.Pd.

Wakil                  : Dra. Lilis St. Sulistianingsih

Anggota              : Dra. Isah Cahyani, M.Pd.

11)   Pengajian dan Silaturahmi

Ketua                  : Drs. H. Ma’mur Saadie, M.Pd.

Wakil                  : Drs. Andoyo Sastromiharjo, M.Pd.

Anggota              : Dra. Hj. Mien Rumini

Dra. Yeti Mulyati, M.Pd.

Pengembangan Atmosfer Akademik

 

Pengembangan atmosfer akademik dalam proses pembelajaran di kelas maupun di luar kelas dilakukan secara sistemik, melalui pengembangan kelembagaan (jurusan) dan menciptakan kondisi yang kondusif bagi terselenggaranya sistem pembelajaran (PBM). Peran Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia dalam menciptakan atmosfer akademik adalah sebagai berikut.

1)   Menempatkan diri sebagai motivator dalam menciptakan atmosfer akademik. Peran ini dilakukan dalam rangka menanamkan komitmen dosen dan mahasiswa dalam melaksanakan PBM dan mencapai tujuan  kurikuler. Kegiatan lainnya adalah mengoptimalisasi peran pembimbing akademik (PA) agar mendorong mahasiswa bimbingannya untuk selalu memiliki orientasi yang jelas dalam setiap tahapan belajarnya.

2)   Mengembangkan kreativitas civitas akademika melalui berbagai kegiatan operasional sebagai berikut.

a)   Mengembangkan forum ilmiah (diskusi antardosen, antarmahasiswa, antara dosen dan mahasiswa).

b)   Mengembangkan kreativitas dosen dan mahasiswa melalui berbagai pergelaran, sayembara dll.

c)   Melaksanakan publikasi ilmiah dalam bentuk buku, jurnal, dan tulisan di media massa.

d)   Memberikan penghargaan bagi setiap bentuk kreativitas (karya) yang terpublikasi.

3)   Mengembangkan komunikasi akademik yang kolegial dan demokratis yang menunjang terciptanya atmosfer akademik dan mengembangkan kerjasama dengan berbagai pihak dalam pengembangan keilmuan dan kelembagaan.

4)   Mengembangkan manajerial kelembagaan dalam sebuah sistem informasi akademik terpadu (SIAP) dalam rangka mengupayakan terciptanya atmosfer akademik yang kondusif.

 


Layanan Akademik

 

Efektivitas dan produktivitas senantiasa menjadi acuan Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dalam setiap perencanaan program. Hal ini dilakukan dengan mengoptimalkan setiap sumber daya yang ada di jurusan dan fungsionalisasi setiap potensi jurusan. Optimalisasi dan fungsionalisasi dilakukan terhadap potensi sumber daya manusia dan sumber daya lainnya guna mencapai tujuan institusional. Di samping itu, optimalisasi dan fungsionalisasi dilakukan dalam rangka percepatan studi mahasiswa, pemanfaatan setiap aset yang dimilki jurusan, dan peningkatan kualitas dan kuantitas  layanan pendidikan.

Bentuk-bentuk kegiatan layanan akademik yang dilakukan Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dalam rangka mencapai efektivitas dan produktivitas adalah:

1)   Menyelenggarakan dan mengoptimalisasikan semester pendek guna melayani mahasiswa yang berkemampuan di atas rata-rata.

2)   Mengoptimalkan peran pembimbing akademik dalam mendorong setiap mahasiswa agar memiliki komitmen menyelesaikan studinya secara cepat dengan nilai yang baik.

3)   Mengoptimalkan sistem SKS, melalui pemberian kesempatan untuk mengambil SKS yang lebih banyak bagi mahasiswa yang memiliki nilai sangat baik dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) lebih besar dari 3,5.

4)   Menyelenggarakan sistem remedial bagi mahasiswa yang belum tuntas mengikuti suatu mata kuliah.

5)   Mengintensifkan bimbingan skripsi dan memberikan layanan yang optimal bagi mahasiswa yang sedang menulis skripsi.

Mengoptimalkan sarana dan prasarana pendidikan seperti perpusatakaan dan laboratorium.

 

Penyelesaian Studi

          Penyelesaian studi mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia bervariasi. Ada yang tepat 8 semester (4 tahun), 9 semester (4,5 tahun), 10 semester (5 tahun), dan ada juga yang lebih dari 10 semester. Jika dirata-ratakan, masa studi mahasiswa antara 4—4,5 tahun (8—9 semester). Mahasiswa dapat menyelesaikan studi selama 4 tahun apabila yang bersangkutan mengambil program semester pendek. Pelaksanaan semester pendek dilaksanakan pada akhir semester genap, yang waktunya antara Juli—Agustus. Pesertanya adalah mahasiswa yang duduk pada semester 6 atau 8.


Program Unggulan

 

  1. Pembawa Acara (MC)
  2. Pidato Berbahasa Indonesia
  3. Pelatihan Menulis Kreatif
  4. Pelatihan Penulisan Ilmiah (Academic Writing)
  5. Penyuntingan karya tulis ilmiah (makalah, laporan, skripsi, tesis, disertasi, dan buku ajar)
  6. Pelatihan jurnalistik
  7. Deklamasi, Musikalisasi, dan Dramatisasi Puisi
  8. Drama
  9. Model-model Pembelajaran Berbahasa dan Bersastra Indonesia

 

Pusat Studi Literasi (PSL)

 

  1. Penelitian
  2. Pelatihan
  3. Penerbitan
  4. Konseling

Jurnal Artikulasi

 

Menampung dan mempublikasikan artikel-artikel kebahasaan, kesastraan, dan pengajarannya

 

Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA)

 

  1. Keterampilan Berbahasa Indonesia (Menyimak, Berbicara, Membaca, dan Menulis)
  2. Keterampilan Bersastra Indonesia (Apresiasi Puisi, Cerita Pendek, dan Drama Indonesia)
  3. Keterampilan Menulis Surat
  4. Keterampilan Menulis Laporan

Pusat Pengembangan Software Pendidikan

 

Mengembangkan dan menerapkan berbagai software pendidikan, khusunya pendidikan bahasa, bagi masyarakat umum dan masyarakat pendidikan

 

Profil dan Prospek Lulusan

Profil

Profil lulusan  selama 10 tahun terakhir dapat digambarkan sebagai berikut.

 

 

 

No.

Tahun

Bulan

Jumlah

April

Oktober

1

1994

19

25

44

2

1995

33

44

77

3

1996

32

60

92

4

1997

38

145

183

5

1998

38

111

149

6

1999

14

64

78

7

2000

28

94

122

8

2001

84

59

143

9

2002

43

58

101

10

2003

49

52

101

11

2004

41

32

73

Jumlah

1163

Prospek Lulusan

  1. Tenaga Pengajar (di sekolah dan perguruan tinggi)
  2. Editor
  3. Sastrawan
  4. Dramawan
  5. Penyair
  6. Kritikus
  7. Jurnalis
  8. Peneliti Bahasa dan Sastra
  9. Penelaah naskah kuno dan sastra lisan
  10. Pewara