Dapur KISA (Kajian Ilmiah Sivitas Akademika) FPBS Universitas Pendidikan Indonesia meluncurkan Buku Pedoman Penulisan Artikel Ilmiah, Kamis (7/12/2017) di Auditorium lantai 4 Gedung FPBS Kampus UPI Jln. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung. Acara dihadiri oleh pimpinan fakultas, departemen/program studi, pengurus Dapur KISA, para dosen, dan mahasiswa di lingkungan FPBS Universitas Pendidikan Indonesia.

Dekan FPBS, Prof. Dr. Syihabuddin, M.Pd. dalam sambutannya menyampaikan salah satu strategi berbasis pemuliaan akademik adalah dengan dibentuknya Dapur KISA. Melalui Dapur KISA, dosen dibantu untuk mengikuti pembimbingan, finalisasi naskah, hingga pengiriman naskah. Upaya peningkatan aktivitas dosen dalam menghasilkan karya ilmiah selaras dengan target FPBS yang tercantum dalam Indikator Kinerja Utama (IKU).

Dapur KISA  yang diketuai oleh Prof. Dr. Didi Suherdi, M.Ed. telah berhasil menyusun Buku Pedoman Penulisan Artikel Ilmiah. Buku ini berisi panduan dan tuntunan bagi pembaca untuk menulis sebuah artikel ilmiah. Prof. Dr. Didi mengatakan bahwa Dapur KISA mengusung motto “TABITA” yaitu ta’awun ‘alal birri wa taqwa, tolong menolong dalam kebaikan dan taqwa. Diharapkan dengan adanya Dapur KISA dan buku Pedoman Penulisan Artikel Ilmiah dapat membantu para dosen khususnya di lingkungan FPBS UPI untuk semakin produktif menulis.

Selanjutnya Prof. Dr. H. Yayat Sudaryat, M.Hum. salah seorang Tim Pendamping Penulisan (TPP) Dapur KISA menjelaskan tentang Buku Pedoman Penulisan Artikel Ilmiah. Mengawali presentasinya Prof. Yayat melontarkan pertanyaan “Masih perlukah panduan penulisan artikel ilmiah bagi dosen?”. Menurut beliau jawabannya bisa perlu, bisa tidak karena saat ini sudah banyak panduan penulisan artikel ilmiah yang dapat dijadikan pedoman. Selain itu juga para dosen sudah mahir dan pintar menulis artikel ilmiah. Sehingga sesungguhnya yang diperlukan oleh dosen sebenarnya bukan panduan, tetapi action dosen untuk menulis. “Panduan penulisan artikel ilmiah yang dibuat oleh Tim Dapur KISA hanya panduan sederhana saja,” ungkap beliau.

Terakhir Dr. Ida Hamidah, M.Si. dosen Departemen Pendidikan Teknik Mesin FPTK UPI memaparkan materinya. Dulu ia pernah berkecimpung dalam bidang Hak Kekayaan Intelektual, saat menjabat sebagai Kepala Pusat di Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UPI. “Hak Atas Kekayaan Intelektual (HaKI) atau Hak Kekayaan Intelektual (HKI) adalah hak yang berasal dari hasil kegiatan intelektual manusia yang memiliki manfaat ekonomi. HKI dalam dunia internasional dikenal dengan nama Intellectual Property Rights (IPR) yaitu hak yang timbul dari hasil olah pikir yang menghasilkan suatu produk atau proses yang berguna untuk kepentingan manusia” ujar Dr. Ida.  Lebih lanjut ia menjelaskan tentang prosedur pengajuan HKI dan tips penting agar sebuah karya ilmiah bisa memperoleh HKI. (Liris)

Translate »