oleh: Ahmadin

Seorang pakar bernama Peter Senge, tahun 2003 telah menghasilkan sebuah (kumpulan) pemikiran tentang Organisasi Abad XXI. Konsep ini dapat diterapkan di berbagai level organisasi di dunia, bisa untuk organisasi swasta, bisa juga untuk organisasi pemerintahan.

Berikut sebagian kecil materi dari buku tersebut yang dapat ditelaah oleh anggota organisasi baik level pimpinan maupun level staf. Materi tersebut berkaitan dengan keberadaan karyawan. Di dalam buku itu dibahas bahwa karyawan dikelompokkan mejadi Karyawan Berbakat versus  Karyawan Berpengetahuan. Hal ini dapat dimaknai bahwa: “Semua karyawan berbakat adalah karyawan berpengetahuan, tetapi tidak semua karyawan berpengatahuan adalah karyawan berbakat”.

1. Karyawan Berbakat Membuat dan Melanggar Aturan, Karyawan Berpengetahuan Menegakkan Aturan
Karyawan berbakat pada prinsipnya lebih berpotensi selalu:

  • Melanggar;
  • Menciptakan;
  • Memperkenalkan
  • Merumuskan;
  • Mengarahkan;
  • Menyebarkan aturan;
  • Berinisiatif; dan
  • Proaktif

Sementara itu, karyawan berpengetahuan tidak seperti karyawan berbakat.

2. Karyawan Berbakat Menciptakan, Karyawan Berpengetahuan Menerapkan
Karyawan berbakat pada dasarnya senang melakukan hal-hal:

  • Kreatif;
  • Tetapi membutuhkan karyawan berpengetahuan untuk menciptakan produk/jasa;
  • Ilmuwan.

 3. Karyawan Berbakat Memulai Perubahan, Karyawan Berpengetahuan Mendukung Perubahan
Karyawan berbakat biasanya:

  • Merasakan kebutuhan untuk berubah sebelum perubahan itu harus dilakukan;
  • Memulai perubahan di dalam organisasi;
  • Memerlukan pandangan dari karyawan berpengetahuan untuk mendukung perubahan.

Bagi karyawan berpengetahuan, sebaliknya.

 4. Karyawan Berbakat Melakukan Inovasi, Karyawan Berpengetahuan Bealajar
Pada dasarnya karyawan berbakat suka melakukan hal-hal:

  • Inovatif;
  • Sebagai guru;
  • Menciptakan bahasa terprogram dan mengajarkan kepada karyawan berpengetahuan.

Sementara karyawan berpengetahuan lebih cenderung:

  • Belajar dan menerapkan inovasi tersebut;
  • Sebagai siswa yang baik.

5. Karyawan Berbakat Mengarahkan, Karyawan Berpengetahuan Melakukan

  • Karyawan berbakat merumuskan visi-misi;
  • Karyawan berpengetahuan melaksanakan visi-misi.

6. Karyawan Berbakat Menginspirasi dan Memotivasi orang, Karyawan Berpengetahuan Menerima Informasi dan Motivasi
Karyawan berbakat pada umumnya:

  • Ingin membantu generasi baru;
  • Ingin memotivasi orang di sekitarnya;
  • Ingin melihat orang menjadi berhasil (jika orang itu gagal, dia frustrasi).

Karyawan berpengetahuan tidak memahami hal yang dilakukan oleh karyawan berbakat.

Semoga bermafaat bagi tenaga kependidikan yang selalu ingin terus berkembang dan mengembangkan diri dalam berorganisasi. Pertanyaanya, Anda masuk ke kategori karyawan yang mana? Silakan evaluasi diri Anda masing-masing.

Sumber (disarikan dari):

Senge, Peter. 2005. Organisasi Abad XXI. Jakarta: Gramedia Pustaka.

Translate »