NAMA DOLANAN RAKYAT DALAM BAHASA JAWA: STUDI ETNOPEDAGOGI DI DESA WANAJAYA, KECAMATAN TAMBAKDAHAN, KABUPATEN SUBANG

(Karya Ilmiah PKM-AI 2013-2014)

 Oleh:

Isep Bayu Arisandi, Amanda Putri Selvia, dan Jaenudin (Dept. Pend. Bahasa & Sastra Indonesia FPBS UPI)

 ABSTRAK

Penguasaan nama dolanan atau permainan rakyat dalam bahasa Jawa di kalangan masyarakat Jawa, khususnya generasi muda mulai mengalami pergeseran seiring dengan adanya gempuran globalisasi dalam ranah iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi) di tatar Jawa. Pendekatan etnopedagogi dalam kajian ini dipusatkan pada model etnografi komunikasi untuk memfokuskan kerangka acuan karena pemerian tempat bahasa di dalam suatu kebudayaan bukan pada bahasa itu sendiri, melainkan pada komunikasinya (Hymes dalam Sudana, dkk., 2012; Sumarsono, 1993: 19). Dalam penelitian ini terungkap bahwa nama dolanan atau permainan rakyat dalam bahasa Jawa dapat dikategorikan menjadi dua bentuk lingual yaitu (1) bentuk lingual berupa kata dasar, (2) bentuk lingual berupa kata dasar bersufiks, dan (3) kata dasar reduplikasi sebagian. Berdasarkan klasifikasinya, nama permainan rakyat dalam bahasa Jawa dapat dikategorikan menjadi dua, yakni (1) permainan individu dan (2) permainan kelompok. Sementara itu, berdasarkan fungsinya, nama permainan rakyat dalam bahasa Jawa dapat dikategorikan menjadi tiga fungsi, yakni (1) fungsi individual, (2) fungsi sosial, dan (3) fungsi pendidikan. Akhirnya, kajian ini juga dapat mengungkap pandangan hidup masyarakat Desa Wanajaya yang selalu berusaha untuk menjaga harmoni antara (1) manusia dan manusia, (2) manusia dan alam, serta (3) manusia dan sang penciptanya yang terefleksikan dalam bahasanya.

Kata kunci:

bentuk lingual, klasifikasi dan deskripsi, fungsi, dan cerminan gejala kebudayaan.

Translate »