oleh:

Dudung Rahmat Hidayat

Jurusan Pendidikan Bahasa Arab FPBS UPI

Alamat: Jln. Dr. Setiabudi No.229 Bandung 40154

 

Abstrak

 

Penelitian ini dilatarbelangi oleh realitas kehidupan masyarakat dan bangsa kita sekarang ini, yang sedang dilanda berbagai prilaku aneh, bahkan  telah terjadi dan sedang terjadi krisis moral dan akhlak. Kualitas ummat kurang menonjol, tertinggal, kurang menjunjung tinggi nilai-nilai Islam. Konflik umat sering terjadi seperti perselisihan, pertengkaran, bentrokan, perebutan kekuasaan, dan mudah diadu-domba. Fenomena-fenamena seperti ini telah terjadi  pula pada masa Syeikh Abdul Qadir Jailani (SAQJ) dan beliau berhasil menemukan solusi cara mengatasinya, dengan melahirkan beberapa buah fikiran, cara, strategi yng tertuang diantaranya dalam kitab Sirr al-Asrâr Fîma Yahtâju Ilaihi al Abrâr. Tujuan yang hendak di capai dalam penelitian ini adalah: Menjelaskan struktur penyajian tema dalam kitab Sirr al-Asrâr; Menjelaskan nilai-nilai akhlak sufi yang terdapat dalam kitab Sirr al-Asrâr, dan Menjelaskan metode penanaman nilai-nilai akhlak sufi isi dan kandungan kitab Sirr al-Asrâr. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif, dengan memakai metode kualitatif dan teknik analitik. Tahap-tahap yang dilakukan adalah penyusunan data yang meliputi proses kategorisasi dan pencatatan, reduksi data, penarikan data, dan pembahasan. Pengumpulan data dengan teknik analisis isi, wawancara, dan Oservasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa untuk mengatasi persoalan masyarakat seperti adanya konflik, perselisihan, pertengkaran, permusuhan, korupsi dan lain-lain, maka solusinya harus datang dari kemauan dan kesadaran diri sendiri. Mengenal diri sendiri sebagai makhluk Allah akan membuka jalan untuk mengenal Al Khaliq Allah SWT, yang pada gilirannya akan mendorong untuk memperbanyak dzikr kepada-Nya. Membersihkan jiwa dan raga dari kotoran, noda dan dosa melalui, riyadah taqarrub kepada-Nya. Kitab Sirr al-Asrâr Fîma Yahtâju Ilaihi Al Abrâr berisi terapi dan penjelasan bagaimana seharusnya seseorang berbuat manakala ingin mencapai derajat yang sempurna ilmu dan ketaqwaannya kepada Allah SWT. Proses internalisasi nilai-nilai sufistik dilakukan melalui cara dan tahapan-tahapan tertentu yaitu, a) Talqin, bagi setiap orang yang masih baru belajar dzikir, ditalqin oleh mursyid atau olah wakil talqin; b) Tanbih, berupa peringatan dan ikrar untuk melaksanakan aturan dari mursyid yang harus dipatuhi oleh seluruh ikhwan; c) Dzikir harian; d) Khataman; dan e) Manaqiban dan kegiatan lain yang relevan. Penelitian ini merekomendasikan kepada: 1) lembaga terkait untuk memantapkan kiprahny, dengan mengembangkan cara-cara, strategi para pemikir kitab Sirr al-Asrâr dengan disertai inovasi-inovasi dari yang datang kemudian. 2) siapa saja terutama yang berkecim-pung dalam bidang pembinaan moral, iman, dan taqwa untuk tidak bosan-bosan berbuat, memikirkan solusi mengatasi persoalan umat dan persoalan bangsa pada umumnya, dengan memelihara nilai-nilai lama yang baik dan mengambil nilai-nilai baru yang lebih baik.

Kata Kunci: internalisasi nilai, akhlak sufi, ikhwan thariqah.

Translate »