KEDATANGAN JENDRAL MOELDOKO

oleh Zaenul Efendi

Humas FPBS UPI

8 Desember 2017

Bumi Siliwangi, Kominfo Kema FPBS‒ “Menjadi Pemimpin tidak membuat anda menjadi seorang pemberani, tapi keberanian bisa membuat anda menjadi seseorang pemimpin” merupakan kalimat yang disampaikan Jenderal TNI (Purn). Dr. Moeldoko, S.IP sebagai pembuka kegiatan Seminar Nasional yang bertemakan “Membaca Indonesia: Membaca Ancaman dan Peluang Masa Depan Indonesia”. Kegiatan yang diselenggarakan pada hari Kamis 30 November 2017, dan bertempat di Auditorium FPBS UPI ini merupakan program kerja dari bidang Kajian Kema FPBS UPI. Kegiatan yang menghadirkan Jenderal TNI (Purn). Dr. Moeldoko, S.IP sebagai pemateri ini merupakan bentuk nyata dan partisipasi Kema FPBS dalam mengawal isu di tingkat nasional.

Indonesia yang ditargetkan akan mencapai masa emas pada tahun 2030 tidak terlepas dari beberapa ancaman seperti revolusi industri ke empat yang meliputi: mekanisasi, produksi massal, otomasi, dan sistem siber. Hal ini juga dapat membuat ekonomi tidak stabil dan terjadinya perselisihan geopolitik. Imbas akhirnya dunia akan berubah karena pengaruh digitalisasi baik dari segi keamanan maupun kemakmuran masyarakatnya.

Selain itu Moeldoko menjelaskan perubahan yang akan terjadi di masa mendatang, karakteristik perubahan dan ancaman masa depan. Suatu masalah yang perlu dilawan dengan sebuah keberanian, berani berubah dan mampu mengantisipasi segala keadaan yang terjadi. Karena rasa takut terhadap perubahan perlu kita hilangkan untuk mencapai Indonesia yang lebih baik meski pada kenyataannya kita memiliki rasa takut untuk mengambil resiko.

Ancaman yang terjadi dikarenakan adanya fear zone atau zona ketakutan yang menjadi momok bagi masyarakat Indonesia. Ada tiga faktor dalam zona ketakutan yaitu faktor fisik, faktor intelektual, dan faktor emosional. Ketiga faktor tersebut menjadikan masyarakat Indonesia sulit untuk melangkah maju. Indonesia perlu berubah agar dapat mencapai target masa emas pada tahun 2030. Kita sebagai mahasiswa yang merupakan agent of change perlu mengawal isu baik ditingkat regional maupun nasional sebagai upaya mencapai Indonesia emas pada tahun 2030.

 

Berita lainnya…