Penyamaan Persepsi bagi Reviewer Internal PKM FPBS UPI

Pada hari Rabu pagi, tanggal 20 Januari 2021, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FPBS Bapak Pupung Purnawarman, M.S.Ed., Ph.D. menggagas pelaksanaan kegiatan Pembekalan bagi Reviewer Proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan pemahaman yang sama bagi para riviewer yang akan segera bertugas untuk me-review proposal PKM para mahasiswa sebelum diunggah ke simbelmawa.

Semula kegiatan ini dilaksanakan hanya untuk Tim Reviewer Proposal PKM internal FPBS, namun antusias dari reviewer di luar FPBS cukup tinggi sehingga peserta menjadi lebih menyeluruh dan terbuka bagi seluruh reviewer internal Universitas Pendidikan Indonesia .

#infofpbsupi

DUKUNGLAH PENGINTERNASIONALAN BAHASA INDONESIA

Persoalan tentang sikap berbahasa Indonesia pada masyarakat Indonesia masih menjadi salah satu kendala utama dalam penginternasionalan bahasa Indonesia. Dalam berbagai ranah kehidupan, bahasa Indonesia belum kokoh dipergunakan –termasuk pada ranah ekonomi dan pendidikan—padahal UU Nomor 24 Tahun 2009 pasal 44 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan sudah mengamanatkan dengan jelas bagaimana seharusnya bahasa Indonesia digunakan. Hal ini menjadi sorotan pada Kuliah Umum Daring Strategi Peningkatan Fungsi Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Internasional yang diselenggarakan oleh Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra Universitas Pendidikan Indonesia pada Selasa, 12 Mei 2020.

Kuliah Umum yang dibuka oleh Dekan Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra  UPI, Prof. Dr. Dadang, M.Si ini menghadirkan Prof. Dr. Dadang Sunendar, M.Hum., guru besar bidang bahasa dari UPI dan Prof. Dr. Mikihiro Moriyama,M.A., dosen dan peneliti bahasa dan budaya Indonesia  dari Universitas Nanzan Jepang sebagai pembicara serta Dr. Nuny Sulistiany Idris, dosen dan Kaprodi Pendidikan Bahasa Indonesia bagi Penutur asing (BIPA) S-2 Sekolah Pascasarjana UPI sebagai moderator. Animo peserta pada kuliah umum ini sangat besar. Hal ini terlihat dari jumlah peserta yang hadir sebanyak 315 orang dengan jumlah pertanyaan lebih dari 100 yang diajukan melalui ruang chat pada aplikasi yang digunakan. Para pesertanya dosen, mahasiswa, pemerhati bahasa Indonesia, dan masyarakat luas.

Sebenarnya lima syarat bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional sudah terpenuhi, seperti dipaparkan oleh Prof. Dr. Dadang Sunendar, M.Hum yang menjadi Kepala Badan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Kemendikbud RI periode tahun 2015-2020. Syarat tersebut meliputi (1) jumlah penutur bahasa Indonesia yang mencapai 276 juta orang, baik di dalam negeri maupun di luar negeri; (2)  Indonesia sudah berpartisipasi aktif di dunia internasional, misalnya ada orang Indonesia yang menjadi pejabat IMF, pimpinan sidang di PBB, mengirimkan tentara Indonesia ke PBB; (3) secara politik dan ekonomi Indonesia juga stabil; (4) bahasa Indonesia tidak hanya digunakan di satu negara karena digunakan juga di beberapa negara tetangga seperti Timor Leste, Malaysia, Brunei Darusalam, Singapura, Thailand Selatan; (5) sikap berbahasa bangsa Indonesia, walaupun ini menjadi hal yang cukup sulit. Sikap berbahasa inilah yang memerlukan kerja sama yang baik dari semua pihak. Tidak semua orang Indonesia merasa bangga menggunakan bahasa Indonesia. Pada ranah ekonomi dan pendidikan, bahasa Indonesia seolah-olah diamputasi oleh bangsanya sendiri. Kebanggaan menggunakan bahasa Indonesia perlu dipupuk kembali.

Prof. Dr. Mikihiro Moriyama, M.A., yang sering disapa Pak Miki,  pun berpendapat sama. Orang Indonesia perlu mempunyai kebanggaan akan bahasa Indonesia yang berjaya, saat ini tampak kurang percaya diri. Pendidikan bahasa Indonesia harus lebih baik lagi dengan kurikulum yang dapat meningkatkan kemampuan berbahasa dan guru yang berkualitas.

Ada tiga hal yang selayaknya membuat orang Indonesia harus bangga akan negaranya. (1) Indonesia mempunyai daya tarik, yaitu budaya, orang, dan alam. (2) Karakter bangsa yang menarik hati orang asing, yaitu kreatif, ramah, sabar, fleksibel, toleran. (3) Nilai masyarakat yang majemuk, yaitu masyarakat yang mendukung pluralisme dan menghormati orang lain. Selain itu, Indonesia juga sangat kaya akan asset budaya yang potensial. Aset budaya dari berbagai suku bangsa di wilayah yang luas. Ada tari-tarian, karawitan, wayang golek, dangdut, kain batik, seni ukiran, kerajinan tangan, dsb. Orang asing sangat tertarik pada budaya Indonesia, mengapa orang Indonesia tidak bangga?

Indonesia juga dikenal dengan hasil kreativitasnya. Mode yang memikat orang di dunia, misalnya busana muslim dan aksesoris yang bagus. Mebel, lukisan, ukiran, seni rupa (fine art), musik baru, sastra Indonesia juga menarik. Akan tetapi, mengapa terkesan kurang promosi karena kurang bangga?

Selanjutnya, Dadang Sunendar memaparkan bahwa diplomasi kebahasaan merupakan  strategi yang telah dilakukan pemerintah melalui Badan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa dalam upaya penginternasionalan bahasa Indonesia sesuai dengan PP 57 Tahun 2014 Pasal 31 ayat (2).  Caranya dengan memfasilitasi program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di luar negeri melalui pengiriman dan penugasan pengajar BIPA ke 29 negara untuk 146 lembaga penyelenggara BIPA pada kurun waktu 2015-2019; menyiapkan bahan ajar dan pendukung pembelajaran BIPA berupa: 30 bahan ajar BIPA, 21 bahan pengayaan BIPA kemahiran membaca, 9 bahan siaran BIPA kerja sama RRI VOI dalam 9 bahasa; bahan tes ke-BIPA-an berupa Tes Evaluasi Belajar (TEB) pemelajar BIPA, Tes penempatan pemelajar BIPA, dan Uji Kemahiran BI (UKBI).

Miki menguatkan bahwa strategi untuk meningkatkan bahasa Indonesia di dunia tidak hanya melalui ekonomi dan politik, tetapi juga melalui budaya yang merupakan tenaga lunak (soft power). Bahasa sangat dekat dengan budaya. Contohnya, banyak orang asing belajar bahasa Jepang karena terpengaruh oleh manga dan anime dari Jepang. Atau K-Pop dan drama Korea yang menjadikan kaum muda tertarik belajar bahasa Korea. Strategi melalui tenaga lunak ini lebih menyentuh hati penutur bahasa, daripada menggunakan strategi politik.

Dalam bahasa dikenal hegemoni bahasa. Mengklaim hegemoni bahasa terhadap negara dan bangsa lain adalah suatu tindakan politik yang bisa menimbulkan masalah. Ini strategi yang tegang. Lebih baik memakai strategi nonpolitik dengan meningkatkan tenaga lunak. Meningkatkan tenaga lunak bisa melalui meningkatkan jumlah wisatawan. Dengan begitu, bertambah pula jumlah orang yang belajar bahasa Indonesia.

Moto Badan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa yang sering didengungkan oleh Dadang Sunendar saat menjabat sebagai Kepala Badan Bahasa, yaitu “Utamakan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah, dan kuasai bahasa asing” merupakan moto menuju masyarakat multilingual. Kemampuan berbahasa yang multi ini akan mengaktifkan kegiatan yang cerdas sehingga kecerdasan masyarakat meningkat, mendapat informasi lebih banyak dan beragam, menjamin keseimbangan pandangan dan pikiran yang tidak pincang, dan meningkatkan daya berpikir. Paling tidak tiga bahasa harus dikuasai. Bahasa daerah bisa memperkuat kemampuan berbahasa Indonesia dan bahasa asing. Kuncinya adalah “membaca”. Selain itu, belajarlah aksara lain, seperti aksara Arab, Jepang, atau Cina. Baik kiranya, jika di keluarga Indonesia diajarkan bahasa daerah dan bahasa dengan aksara yang berbeda, bahasa Arab misalnya.

Terakhir, Dadang Sunendar menambahkan,  adagio “Bahasa Inggris menenggelamkan bahasa Indonesia dan bahasa Indonesia menenggelamkan bahasa daerah” harus dilawan. Balikkan kondisinya. “Bahasa daerah menjadi penyangga utama bahasa Indonesia dan bahasa Indonesia bisa bersaing dengan bahasa lainnya.

Mari kita bersama-sama berjuang menjayakan bahasa Indonesia di rumah sendiri dan membuanakan bahasa Indonesia. Semangat! [NSI]

PENGUMUMAN HASIL SELEKSI FUNDED LANGUAGE ASSISTANT PROGRAM (FLAP) – 2020

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT. Tahapan seleksi calon Guru Bantu Pengajaran Bahasa Indonesia di Australia melalui program Funded Language Assistants 2020 telah kami laksanakan dengan lancar pada tanggal 14 Agustus 2019 di Fakultas Pendidikan Bahasa da Sastra Universitas Pendidikan Indonesia. Peserta yang mengikuti seleksi tahun ini lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya yaitu sebanyak 32 peserta dari 33 orang yang melamar sehingga kegiatan seleksi berlangsung hingga larut malam.

Dari hasil seleksi tersebut, peserta yang dinyatakan lulus adalah sebagai berikut.

No. Nama Dep/Prodi
1 Amirush Shaffa Fauzia Pend. Bhs. dan Sastra Indonesia
2 Fania Shafira Irsalina Pend. Bahasa Inggris
3 Regina Nurul Mulyani Pend. Bahasa Inggris
4 Grandis Putri Ogustina Pend. Bhs. dan Sastra Indonesia
5 Putri Dwi Rizkita Pend. Bhs. dan Sastra Indonesia
6 Irfan Taofik Pend. Bahasa Inggris
7 Shafirannisa Fitriyani Pend. Bahasa Inggris
8 Ninda Chairanissa Pend. Bahasa Inggris

Peserta yang dinyatakan lulus dimohon untuk segera menghubungi Office of International Education and Relations (OIER) UPI (Bapak Fachru Ridha). [ES]

ELSA NOVELIA Mahasiswa Berprestasi FPBS UPI Tahun 2019

Setiap tahun Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi menyelenggarakan Pemilihan  Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres). Kegiatan  Pilmapres ini bertujuan untuk mencari, memilih, dan memberikan penghargaan kepada mahasiswa yang memiliki prestasi membanggakan dalam bidang kurikuler, kokurikuler, maupun ekstrakurikuler. Selain itu melalui kegiatan pilmapres, perguruan tinggi didorong untuk mengembangkan budaya akademik yang dapat memfasilitasi mahasiswa mencapai prestasi terbaik secara berkesinambungan.

Sekaitan dengan hal itu, FPBS UPI baru-baru ini telah menyelenggarakan Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) tahun 2019 tingkat fakultas (22/2/2019) bertempat di ruang rapat pimpinan lantai 2 gedung FPBS UPI. Sepuluh orang mahasiswa terbaik dari setiap departemen/prodi yang mengikuti pemilihan tersebut, yaitu :

No Nama NIM Departemen/Program Studi
1 Ghaisani Fildzah Amajida 1603473 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
2 Hana Nabila Widanti 1606951 Bahasa dan Sastra Indonesia
3 Teguh Purwa Saputra 1703973 Pendidikan Bahasa Sunda
4 Farhan Muhammad Fahmi K.F. 1605734 Pendidikan Bahasa Inggris
5 Siti Aisyah Novitri 1601769 Bahasa dan Sastra Inggris
6 Anisa Fakhriyya Auzan 1603552 Pendidikan Bahasa Jerman
7 Mia Ma’rifah 1606670 Pendidikan Bahasa Arab
8 Riski Destari 1602341 Pendidikan Bahasa Jepang
9 Elsa Novelia 1607873 Pendidikan Bahasa Perancis
10 Rizqina Syahrillah Afifah 1703384 Pendidikan Bahasa Korea

Sebelum seleksi di tingkat fakultas dilaksanakan, kesepuluh orang mahasiswa tersebut terlebih dahulu mengikuti pelatihan (coaching clinic) yang diselenggarakan oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FPBS dibantu oleh Subbag Akademik dan Kemahasiswaan FPBS. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, tanggal 12, 14, dan 15 Februari 2019. Materi pelatihan terdiri dari Public Speaking (pemateri Nur Hafiz Abdurahman, M.A. dan Dr. Suci Sundusiah, M.Pd.), Karya Tulis Ilmiah (pemateri Dr. Retty Isnendes, M.Hum. dan Hj. Nuria Haristiani, M.Ed., Ph.D.) dan Kepribadian (pemateri Dr. Yusi Riksa Yustiana, M.Pd.).

Saat seleksi dilaksanakan Tim Juri terdiri dari Dekan (Prof. Dr. Syihabuddin, M.Pd.), Wakil Dekan Bidang Akademik (Dr. Hj. Tri Indri Hardini, M.Pd.), Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Sumber daya (Dr. H. Usep Kuswari, M.Pd.), dan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan (Pupung Purnawarman, M.S.Ed., Ph.D.) serta ditambah seorang Juri Tamu Dr. Yusi Riksa Yustiana dari UPT Bimbingan dan Konseling dan Pengembangan Karir (BKPK) UPI.  

Komponen penilaian terdiri atas lima unsur yaitu: IPK, karya tulis beserta ringkasannya, prestasi/kemampuan yang diunggulkan, kemampuan berbahasa Inggris, dan kepribadian.      

Berdasarkan hasil penilaian, tim juri menetapkan Elsa Novelia mahasiswa Departemen Pendidikan Bahasa Perancis angkatan 2016 sebagai mahasiswa berprestasi tingkat FPBS tahun 2019 dan akan mewakili fakultas dalam pemilihan tingkat universitas. Peringkat kedua diraih oleh Ghaisani Fildzah Amajida  (Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) dan Farhan Muhammad Fahmi Khalid Fajrurrahman (Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris) menempati peringkat tiga.

Selamat kepada mahasiswa berprestasi Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra tahun 2019. Semoga dengan prestasi yang telah diraih ini akan semakin mendorong dan memotivasi para mahasiswa untuk secara berkesinambungan mengembangkan budaya akademik dan mengukir prestasi lainnya yang membanggakan semua pihak. (Yayu/Liris)

MAHASISWA ASING BELAJAR & MENGAJAR DI FPBS UPI

T ga orang mahasiswa Université de La Rochelle (ULR) Perancis dan empat orang mahasiswa Musashino University Jepang datang ke Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS) Universitas Pendidikan Indonesia. Mereka diterima oleh pimpinan fakultas, departemen/program studi, dan beberapa orang dosen, Rabu (20/2/2018) di ruang rapat pimpinan lantai 2 FPBS, Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung.

Mahasiswa dari Musashino University Jepang, yaitu Ryu Kaien, Ri Sou-Sou, Le Thi Huyen, dan Yui Katsumata akan melaksanakan PPL selama satu bulan. Keempat mahasiswa tersebut akan membantu Departemen Pendidikan Bahasa Jepang mengajar di kelas. Sementara tiga orang mahasiswa Université de La Rochelle yaitu Emilie Stubbs, Faydhoitina Ahamada, dan Jade Terry akan mengikuti perkuliahan selama satu semester pada semester Genap 2018/2019.

Keempat mahasiswa tersebut akan mengikuti tujuh mata kuliah yang tersebar di beberapa program studi sebagai berikut.

No Nama Mata Kuliah Dosen Program Studi
1 Civilisation Francaise Yadi Mulyadi, S.Pd., M.Pd. Pend. Bahasa Perancis
2 Sastra Nusantara Drs. Memen Durachman, M.Hum. Pend. Bahasa & Sastra Indonesia
Yostiani Noor Asmi Harini, S.S., M.Hum.
3 Apresiasi Drama Indonesia Dr. Suci Sundusiah, M.Pd. Pend. Bahasa & Sastra Indonesia
4 Budaya Sunda Dr. Dede Kosasih, M.Si. Pend. Bahasa Sunda
Ade Sutisna, M.Pd.
5 Etika Prof. Dr. Nunuy Nurjanah, M.Pd. Pend. Bahasa Sunda
6 Writing for Academic Purposes I Wawan Gunawan, M.Ed.,St., Ph.D. Bahasa & Sastra Inggris
7 Listening fo Academic Purposes I Dr. Li Ruswan Dallyono, M.Pd. Bahasa & Sastra Inggris

 

Diharapkan melalui program ini di samping dapat lebih memantapkan kerja sama di antara semua pihak, juga FPBS semakin dikenal dan diminati oleh mahasiswa asing dari kedua negara tersebut. (Yayu/Liris)