Foto bersama peserta dan narasumber kegiatan bedah buku Seno Gumira Ajidarma di Auditorium B FPBS UPI
Foto bersama peserta dan narasumber kegiatan bedah buku Seno Gumira Ajidarma di Auditorium B FPBS UPI

Bandung, 23 September 2026 — Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyelenggarakan kegiatan Bedah Buku Seno Gumira Ajidarma pada Rabu, 23 September 2026, bertempat di Ruang Auditorium B Lantai 4 FPBS UPI. Kegiatan ini menjadi ruang apresiasi sekaligus diskusi mengenai karya sastra dan pemikiran salah satu sastrawan terkemuka Indonesia, Seno Gumira Ajidarma.

Dalam kegiatan tersebut, dua karya Seno Gumira Ajidarma, yaitu Senja dan Cinta yang Berdarah dan Tempat Terindah untuk Mati, menjadi bahan utama pembahasan. Kedua buku tersebut menghadirkan kekayaan gagasan, narasi, serta perspektif yang menjadi ciri khas kepengarangan Seno Gumira Ajidarma.

Diskusi membahas berbagai aspek yang terdapat dalam karya-karya tersebut, mulai dari persoalan sastra, kehidupan, kemanusiaan, hingga cara pengarang menghadirkan realitas melalui bahasa dan cerita. Kegiatan bedah buku ini sekaligus memberikan kesempatan kepada peserta untuk memahami karya secara lebih mendalam melalui perspektif langsung dari pengarang.

Kegiatan tersebut dimoderatori oleh Prof. Dr. Yulianeta, M.Pd., yang mengarahkan jalannya diskusi sehingga berlangsung interaktif dan reflektif. Kehadiran moderator dari lingkungan akademik FPBS UPI turut memperkuat keterhubungan antara karya sastra, kajian akademik, dan pengalaman pembaca.

Bedah buku Seno Gumira Ajidarma menjadi salah satu bentuk komitmen FPBS UPI dalam menghadirkan ruang dialog dan apresiasi terhadap karya sastra Indonesia. Melalui kegiatan semacam ini, mahasiswa, akademisi, serta masyarakat umum diharapkan dapat semakin dekat dengan karya sastra sekaligus memperoleh perspektif baru dalam membaca persoalan kehidupan melalui sastra.

Kegiatan berlangsung dalam suasana akademik yang hangat dan penuh antusiasme. Diskusi yang dihadirkan tidak hanya menjadi momentum untuk mengenal lebih jauh dua karya terbaru yang dibahas, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan antara pengarang, akademisi, dan pembaca dalam merayakan keberagaman pemikiran serta kekayaan sastra Indonesia.