Dekan FPBS UPI Terima Penghargaan Internasional dari FIPF atas Kiprah di Dunia Pendidikan Bahasa Perancis

18 Juli 2025

Dekan FPBS UPI menerima penghargaan FIPF
Dekan FPBS UPI menerima penghargaan FIPF

Bandung, Juli 2025 - Dekan Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS) Universitas Pendidikan Indonesia, Prof. Dr. Tri Indri Hardini, M.Pd., menerima penghargaan bergengsi dari Fédération Internationale des Professeurs de Français (FIPF) atau Federasi Internasional Pengajar Bahasa Perancis. Penghargaan ini diberikan kepada beliau dalam kapasitasnya sebagai Ketua Association des Professeurs de Français d’Indonésie (APFI), sebuah organisasi profesional yang dinilai paling aktif dan dinamis di kawasan Asia-Pasifik.

Federasi FIPF mengapresiasi kepemimpinan Tri Indri Hardini yang mendorong inovasi berkelanjutan dalam pengembangan pendidikan bahasa Perancis di Indonesia. Berbagai kegiatan telah dilakukan secara konsisten oleh APFI, mulai dari seminar nasional, pelatihan guru, penguatan kurikulum, hingga kerja sama dengan lembaga-lembaga pendidikan di dalam dan luar negeri. Seluruh inisiatif ini menjadi bentuk nyata kontribusi APFI dalam mewujudkan SDGs yang berkaitan dengan Pendidikan Berkualitas serta membangun Kemitraan Global untuk tujuan pembangunan berkelanjutan.

Penghargaan ini diumumkan dalam forum internasional FIPF yang diselenggarakan secara hybrid pada Juli 2025. Forum ini merupakan ajang bergengsi bagi para pengajar bahasa Perancis dari seluruh dunia untuk bertukar gagasan dan memperkuat jejaring profesional. Dalam penilaian FIPF, APFI dinilai unggul dari sisi kontinuitas program, inovasi metode pengajaran, serta dampak nyata terhadap komunitas pendidik bahasa Perancis di Indonesia.

Selain mengangkat kualitas pendidikan bahasa asing, kerja Tri Indri Hardini dan APFI juga sejalan dengan prinsip SDGs lainnya, seperti Kesetaraan Gender yang diwujudkan melalui pelibatan aktif perempuan dalam kepengurusan dan kegiatan asosiasi, dan usaha pengurangan kesenjangan dengan membuka akses pengembangan kompetensi guru bahasa Perancis di berbagai wilayah, termasuk daerah terpencil.

Dalam pernyataannya, Tri Indri Hardini menyampaikan rasa syukur dan harapan agar penghargaan ini menjadi pemicu semangat bagi para pendidik bahasa Perancis di Indonesia.
“Semoga ini bukan hanya bentuk apresiasi, tetapi juga menjadi titik tolak untuk memperkuat posisi bahasa asing, khususnya bahasa Perancis, dalam sistem pendidikan nasional. Kami ingin terus berkontribusi secara aktif dalam pembangunan pendidikan yang inklusif, kolaboratif, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ke depan, APFI berkomitmen untuk memperluas jangkauan program pelatihan, memperkuat kolaborasi antarnegara, serta menjadikan pendidikan bahasa sebagai salah satu pintu masuk dalam mendukung tujuan pembangunan global yang berkelanjutan.

(Teja Mustika)