Kunjungan FPBS UPI ke Prodi Sastra Cina Universitas Maranatha: Inisiasi Kemitraan Akademik

25 September 2025

Kunjungan FPBS UPI ke Prodi Sastra Cina Universitas Maranatha
Kunjungan FPBS UPI ke Prodi Sastra Cina Universitas Maranatha

Bandung, 25 September 2025 – Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melakukan kunjungan perdana ke Program Studi Sastra Cina Universitas Kristen Maranatha. Kegiatan ini menjadi langkah awal inisiasi kemitraan akademik sekaligus bagian dari persiapan pendirian Program Studi Bahasa dan Budaya Mandarin di FPBS UPI.

Rombongan FPBS UPI dipimpin oleh Prof. Dr. Yulianeta, M.Pd. (Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penjaminan Mutu) bersama Yanti Wirza, M.Pd., M.A., Ph.D. (Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kemitraan), serta didampingi oleh Amirush Shaffa Fauzia, S.Pd., M.Pd. dan mahasiswa Icha Nur Octavianissa. Kehadiran tim FPBS disambut hangat oleh Dr. Pauw Budianto, S.T., M.Si., M.Lit. (Ketua Program Studi Sastra Cina) dan Noviana Laurencia, B.A., M.Lit. (dosen Program Diploma Bahasa Mandarin).

Dalam forum diskusi akademik, kedua institusi menekankan pentingnya persiapan matang dalam membuka program studi baru agar mampu menjawab kebutuhan global. Pengembangan kurikulum menjadi fokus utama karena harus selaras dengan standar internasional sekaligus relevan dengan konteks Indonesia. Metode pengajaran interaktif, berbasis teknologi, serta berorientasi pada kompetensi komunikasi nyata juga dipandang perlu untuk mendorong mahasiswa menguasai bahasa secara aktif, bukan hanya pasif.

Selain itu, kualifikasi tenaga pendidik menjadi penentu kualitas pembelajaran, sehingga pengajar diharapkan memiliki latar belakang akademik yang kuat serta pengalaman praktik dalam bidang pengajaran bahasa Mandarin.

Salah satu poin krusial yang disampaikan Universitas Kristen Maranatha adalah standar kompetensi lulusan yang menargetkan minimal HSK 5 dan HSKK. Standar ini penting sebagai tolok ukur objektif kemampuan bahasa Mandarin mahasiswa di level internasional. Pencapaian ini diyakini akan meningkatkan daya saing lulusan, baik di dunia kerja maupun ranah akademik global.

Kunjungan ini bukan hanya sebatas diskusi akademik, melainkan juga awal dari upaya memperluas jejaring, memperkuat kolaborasi riset, dan membangun diplomasi budaya Indonesia–Tiongkok. Inisiatif ini mendukung komitmen UPI terhadap SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dalam peningkatan mutu pendidikan, sekaligus SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi strategis antarperguruan tinggi. Dengan demikian, program ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi kualitas pendidikan dan hubungan bilateral.