FPBS UPI Perkuat Jejaring Akademik melalui Kunjungan ke Pusat Bahasa Mandarin Konfusius Institute Universitas Kristen Maranatha
Foto: Kunjungan FPBS UPI ke Pusat Bahasa Mandarin Konfusius Institute Universitas Kristen Maranatha
Bandung, 9 Oktober 2025 – Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melakukan kunjungan akademik dalam rangka persiapan pembukaan Program Studi Bahasa Mandarin ke Konfusius Institute Universitas Kristen Maranatha. Pertemuan ini tidak hanya mempererat hubungan akademik, tetapi juga menandai langkah awal perencanaan Memorandum of Understanding (MoU) guna mendukung rencana pendirian Program Studi Bahasa dan Budaya Mandarin di FPBS UPI.
Rombongan FPBS UPI dipimpin oleh Prof. Dr. Yulianeta, M.Pd. (Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penjaminan Mutu), didampingi oleh Amirush Shaffa Fauzia, S.Pd., M.Pd. Keduanya diterima dengan hangat di Gedung Pusat Bahasa Mandarin oleh Mr. Kang selaku perwakilan Konfusius Institute Maranatha, Dr. Livia Vasantadjaja, S.S., B.A., M.Lit. (dosen Program Sarjana Sastra China), serta Agung Tyastuti Dinar Kartika Sari Hartono Yunior, S.H., Ketua Bidang Relasi Institusi dan Korporasi Universitas Kristen Maranatha.
Diskusi dalam kunjungan membahas berbagai peluang sinergi, mulai dari pemanfaatan laboratorium bahasa dan platform pembelajaran yang dimiliki Konfusius Institute Maranatha, hingga kemungkinan kerja sama penelitian dan pengabdian masyarakat.
Dr. Livia menyampaikan bahwa keunggulan Maranatha terletak pada keberagaman bidang kajian bahasa Mandarin, mencakup sastra, linguistik, maupun pedagogi.
“Kami terus mengembangkan pembelajaran akademik yang sesuai dengan zaman. Kolaborasi dengan UPI berpotensi menciptakan ekosistem pembelajaran yang lebih inovatif,” ujarnya.
Salah satu isu menarik yang mengemuka adalah standar kompetensi internasional. Jika di Malaysia calon mahasiswa diwajibkan lulus HSK 5 sebelum masuk program studi, di Indonesia standar tersebut umumnya menjadi target kelulusan. Hal ini menjadi catatan penting bagi FPBS UPI untuk merancang kurikulum yang lebih kompetitif dan sesuai dengan kebutuhan global.
Diskusi juga merekomendasikan Universiti Malaya (UM) di Malaysia sebagai mitra studi banding, mengingat reputasinya dalam pengelolaan pendidikan bahasa Mandarin yang konsisten serta sistem pendidikan bahasa asing yang berhasil mengintegrasikan kompetensi bahasa dengan kebutuhan industri.
Kunjungan ini sekaligus menguatkan pentingnya percepatan penyusunan MoU antara UPI dan Universitas Kristen Maranatha sebagai dasar kerja sama akademik berkelanjutan. Melalui inisiatif ini, FPBS UPI menunjukkan komitmennya untuk tidak hanya menghadirkan program studi baru, tetapi juga membangun fondasi pendidikan bahasa Mandarin yang berkualitas, berstandar internasional, dan relevan dengan dinamika global.
Dengan kolaborasi lintas kampus, UPI berharap dapat melahirkan lulusan yang adaptif, kompeten, dan siap bersaing di kancah global.