Mahasiswa FPBS UPI Juarai Festival Pantun Antarnegara di Brunei, Harumkan Budaya Indonesia

28 Mei 2025

Tim FPBS UPI tampil di Festival Pantun Antarnegara Brunei
Tim FPBS UPI tampil di Festival Pantun Antarnegara Brunei

Brunei Darussalam, 24–28 Mei 2025 - Delegasi mahasiswa dari Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) sukses mengukir prestasi membanggakan dalam ajang budaya internasional bertajuk Memperkasa Pantun Nusantara Ke-4 yang berlangsung di Dewan Bahasa dan Pustaka, Brunei Darussalam. Dalam kompetisi pantun antarnegara, tim FPBS UPI berhasil menyabet posisi Juara 1, menandai kemenangan Indonesia dalam diplomasi budaya lewat sastra lisan.

Mengusung judul “Senyum Serumpun, Suara dari Tatar Sunda”, penampilan pantun berbalas tim UPI memikat perhatian dewan juri dan penonton. Pertunjukan ini tak hanya menampilkan keterampilan sastra, tetapi juga memperlihatkan identitas dan nilai-nilai budaya khas Nusantara. Acara ini sendiri merupakan bagian dari upaya Majelis Sastra Asia Tenggara (Mastera) dan Kementerian Pendidikan Indonesia untuk memperkuat hubungan budaya antarnegara melalui pantun sebagai warisan bersama.

Tim FPBS UPI terdiri atas empat mahasiswa: Rohmat, Nayla Yuliandri, Fadilla Putri Madani, dan Zacky Fajar Pratama. Mereka didampingi oleh dua dosen pembimbing, Prof. Dr. Yulianeta dan Dr. Halimah, M.Pd. Tak hanya berkompetisi, mereka juga ambil bagian dalam seminar dan bengkel pantun yang mempertemukan peserta dari Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam.

Dalam sesi seminar, Prof. Dr. Yulianeta menyampaikan makalah bertema Pantun sebagai Diplomasi Budaya: Suara Serumpun dalam Bingkai Sastra Lisan. Ia menyampaikan bahwa pantun merupakan bentuk komunikasi budaya yang berdaya guna dalam membangun jejaring antarbangsa. Sementara itu, Dr. Halimah menggarisbawahi nilai edukatif dari pantun yang sarat pesan moral dan mampu membentuk karakter generasi muda.

Setiap mahasiswa yang ikut serta membawa pulang cerita dan refleksi berharga:

  • Rohmat menyebut pengalaman tersebut sebagai momen tak terlupakan dalam perjalanan akademiknya, sekaligus membangkitkan rasa cinta terhadap budaya bangsa.
  • Nayla mengaku lebih memahami esensi pantun dan nilai filosofis di balik larik-lariknya yang puitis.
  • Fadilla merasa bangga dapat mewakili Indonesia di pentas internasional dan membawa nilai luhur budaya melalui pantun.
  • Zacky melihat pantun sebagai media komunikasi yang sederhana namun sangat dalam, dan layak dihidupkan kembali oleh generasi muda.

Salah satu pantun yang dibawakan oleh tim UPI berbunyi:

Elok sulaman baju kebaya
Dibawa singgah ke negeri jiran
Pantun warisan adat budaya
Ragam petuah dalam hiburan

Dekan FPBS UPI, Prof. Dr. Tri Indri Hardini, M.Pd., menyatakan bahwa pencapaian ini adalah bukti komitmen fakultas dalam mengarusutamakan internasionalisasi tanpa meninggalkan akar budaya lokal.

Kemenangan FPBS UPI dalam ajang ini menegaskan bahwa pantun bukan hanya peninggalan masa lalu, tetapi juga jembatan masa depan dalam merawat persaudaraan serumpun Asia Tenggara.