Memperluas Jejak Bahasa Korea di Sekolah Menengah Indonesia: Cerita dari Seminar Nasional KECI-AJARI

24 Juli 2025

Seminar nasional KECI-AJARI di Auditorium FPBS UPI
Seminar nasional KECI-AJARI di Auditorium FPBS UPI

Bandung, 24 Juli 2025 – Di tanggal istimewa ini, UPI bekerja sama dengan AJARI dan Korean Education Center Indonesia (KECI) menyelenggarakan seminar nasional bertajuk: “Promoting Korean Language Education at Indonesian Secondary Schools: Strategies and Approaches” (인도네시아 중등교육기관에서의 한국어 보급 확산 방안).

Kegiatan ini digelar secara hybrid di Auditorium B FPBS UPI dan berhasil menyedot perhatian banyak pihak, mulai dari guru bahasa Korea, kepala sekolah, dosen, mahasiswa, hingga masyarakat umum yang peduli terhadap masa depan pendidikan bahasa asing, khususnya bahasa Korea di tanah air.

Seminar ini secara resmi dibuka oleh Prof. Dr. H. Didi Sukyadi, M.A., Rektor UPI, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antarbangsa dalam membangun kualitas pendidikan multibahasa. Senada dengan itu, Prof. Dr. Tri Indri Hardini, M.Pd., Dekan FPBS UPI, menyampaikan bahwa FPBS selalu berkomitmen untuk memfasilitasi tumbuhnya inovasi dalam pembelajaran bahasa, salah satunya dengan membuka ruang kolaboratif seperti seminar ini.

Menambah kekuatan simbolik acara, hadir pula Mr. Park Soo-deok, Kuasa Usaha Ad Interim dari Kedutaan Besar Republik Korea untuk Indonesia, Direktur KECI (Mr. Kim Kyu Nyun), serta Direktur Korea Foundation (KF) Jakarta Office (Mr. Choi Hyun Soo). Keduanya menyampaikan apresiasi atas upaya konkret dari pihak Indonesia dalam mendukung penguatan pembelajaran bahasa Korea di tingkat sekolah menengah.

Seminar ini menjadi panggung dialog ilmiah yang mempertemukan para ahli dan praktisi dari dua negara. Dr. Laksmi Dewi, M.Pd., yang mewakili Prof. Toni Toharudin, S.Si., M.Sc., hadir sebagai keynote speaker dari Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Kemendikbudristek RI, membawakan topik penting seputar strategi nasional dalam memasukkan bahasa Korea ke dalam kurikulum sekolah menengah.

Dari Korea Selatan, hadir Prof. Kang Nam Wook dari Sungkyunkwan University, sekaligus perwakilan program K-Teacher, yang berbagi praktik terbaik dari Korea dalam menyebarluaskan pendidikan bahasa mereka ke kancah global. Presentasi beliau menunjukkan bahwa Korea tidak hanya mengekspor pop culture, tetapi juga sistem pendidikan bahasa yang terstruktur dan terstandar.

Sesi seminar dilanjutkan dengan pemateri dari Indonesia: Ranti Eka Pratiwi, S.Hum., yang menyoroti pendekatan perkembangan pengajaran bahasa Korea di SMA dan sederajat. Tidak ketinggalan Ashanti Widyana, M.A., dan Jayanti Megasari, M.A., yang menampilkan buku teks utama dan pendamping para pengajar bahasa Korea di SMA dan sederajat di Indonesia.

(Arief Husen Lubis)