Bandung, 3 Maret 2026 - Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS), Universitas Pendidikan Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan ruang akademik bertaraf internasional. Pada Senin, 2 Maret 2026, pukul 09.30–11.00 WIB, FPBS UPI menyelenggarakan kuliah umum luring bertajuk “The Essence of Meaning in Language” yang berlangsung di Meeting Room 56, Lantai 1 FPBS UPI. Kegiatan ini menghadirkan pembicara internasional, Prof. Hiroaki Utsunomiya dari College of Education, Academic Institute, Shizuoka University. Diskusi dipandu oleh Prof. Gin Gin Gustine selaku moderator, serta didukung oleh Dewi Kusrini sebagai penerjemah Japanese–Indonesian Interpreter. Dalam pemaparannya, Prof. Utsunomiya menekankan bahwa mempelajari bahasa pada dasarnya merupakan upaya manusia untuk memahami hal-hal yang belum diketahui (understanding the unknown). Bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai cara manusia mengamati dan membentuk pemahaman tentang dunia. Ia menjelaskan bahwa makna dalam bahasa tidak bersifat tetap atau kaku. Makna sangat bergantung pada sudut pandang dan konteks. Sebagai contoh, definisi “university” atau “three-wheeled suitcase” dapat berbeda tergantung pada aspek apa yang menjadi fokus perhatian kita. Begitu pula perbedaan antara frasa “peel an apple” dan “eat an apple” menunjukkan bahwa pilihan kata mencerminkan tindakan dan tujuan yang berbeda. Intonasi dan ekspresi juga berperan penting dalam membingkai makna sebuah kalimat. Lebih lanjut, peserta diajak memahami gagasan bahwa makna selalu mengarah pada tindakan (meaning leads to action). Ujaran sederhana seperti “How hot!” tidak sekadar pernyataan, tetapi dapat menjadi isyarat untuk menyalakan pendingin ruangan. Dengan demikian, bahasa memiliki daya untuk mempengaruhi perilaku dan keputusan. Kuliah umum ini juga memperkenalkan konsep affordances in linguistics, yang memandang bahasa sebagai lingkungan dinamis. Dalam lingkungan tersebut, proses seperti semiotic generativity, dynamic equilibrium, dan self-organization memungkinkan lahirnya makna-makna baru melalui interaksi dan kesepakatan antarindividu. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperluas wawasan mahasiswa, khususnya dalam memahami bahasa tidak hanya dari sisi tata bahasa, tetapi juga dari aspek filosofis dan fungsionalnya dalam kehidupan sosial. Ke depan, kolaborasi akademik lintas negara dengan topik-topik reflektif dan konseptual seperti ini dinilai perlu terus dikembangkan guna memperkuat kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Melalui penyelenggaraan kuliah umum ini, FPBS UPI turut berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penyediaan pembelajaran yang inklusif dan bermakna, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kerja sama akademik internasional. Kegiatan ini sekaligus merefleksikan visi UPI sebagai perguruan tinggi pelopor dan unggul yang berkomitmen mencetak insan akademik berkarakter, reflektif, dan berdaya saing global.