Bandung, 9 Juli 2025
Mahasiswa Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS) Universitas Pendidikan Indonesia mencetak prestasi dalam kegiatan 2025 Sookmyung UNESCO UNITWIN Women in Digital and Entrepreneurship Training (WiDE). Dari 17 peserta FPBS yang mengikuti program ini, tiga mahasiswa berhasil terpilih menjadi bagian dari dua tim terbaik yang akan melanjutkan pelatihan secara langsung di Korea Selatan.
Program ini berlangsung dari 24 Juni hingga 7 Juli 2025 secara hybrid dan ditutup Senin lalu, 7 Juli 2025, melalui Closing Ceremony di Auditorium Gedung PPPG UPI dan Zoom. Kegiatan ini merupakan kerja sama antara UPI, Sookmyung Women’s University, dan UNESCO UNITWIN, serta didukung oleh Kementerian Pendidikan Republik Korea.
Foto kegiatan penutupan secara daring melalui Zoom
Berikut adalam tim terpilih untuk program lanjutan di Korea Selatan:
Tim Digital Training on Data Analysis and Visualization terpilih:
• Dinda Novi Nurjanah (S1 Bahasa dan Sastra Inggris, FPBS)
• Tazkia Aulia Nurkhaerani (FPTI)
• Khoirotun Hisan (UPI Tasikmalaya)
• Rifda Ferry Risnifa (FPSD)
Tim dari program Digital Training on Data Analysis and Visualization mengembangkan dua simulasi menggunakan Python.
- Viral Tweet Simulation: mensimulasikan penyebaran tweet di platform X (Twitter) dengan melihat kemungkinan sebuah tweet menjadi viral berdasarkan probabilitas retweet dari setiap pengguna.
- Gender Bias in Recruitment: mensimulasikan proses rekrutmen dengan membandingkan sistem seleksi netral dan sistem bias, untuk menunjukkan dampak bias gender terhadap peluang kerja perempuan di sektor teknologi.
“Sebagai mahasiswa Sastra Inggris, awalnya saya kesulitan belajar Python, tapi justru itu tantangan yang sangat berharga. Saya sangat bersyukur bisa keluar dari zona nyaman dan belajar hal baru yang berguna di era digital,” ungkap Dinda.
“Ketika tim kami diumumkan sebagai salah satu tim terbaik, kami sangat terkejut dan terharu. Ini adalah pengalaman tak terlupakan.”
Tim Entrepreneurial Leadership terpilih:
• Siti Nurhasanah (S1 Pendidikan Bahasa Inggris, FPBS)
• Dwi Aulia Nisa (S1 Pendidikan Bahasa Inggris, FPBS)
• Kinandhita Nasywa Savana (FIP)
• Rasya Azlina Hastarini (FIP)
Dari program Entrepreneurial Leadership Training, proyek yang dikembangkan berjudul “Soilution: Empowering Farmers with IoT for Healthier Soil, Stronger Crops, and Better Harvest”. Proyek ini memanfaatkan teknologi IoT untuk mendukung petani mengelola kesuburan tanah secara digital.
“Saya tidak punya latar belakang bisnis, tapi program ini disusun dari dasar, jadi mudah diikuti. Kami belajar membangun ide bisnis dari nol hingga presentasi akhir,” kata Siti.
“Bisa lolos ke Korea sungguh seperti mimpi. Meski banyak tantangan, kerja sama tim membawa kami sampai di titik ini.”
Keberhasilan tiga mahasiswa FPBS menjadi delegasi ke Korea Selatan membuktikan kesiapan mereka bersaing secara global, serta komitmen FPBS dalam mendorong mahasiswa mengembangkan potensi lintas bidang, termasuk teknologi dan kewirausahaan. Selain itu, hal ini juga mencerminkan kontribusi nyata dalam Mewujudkan Kesetaraan Gender dan Memberdayakan Perempuan dan Anak Perempuan sebagai bagian dari Sustainable Development Goals. Melalui penguasaan teknologi dan kepemimpinan kewirausahaan, mereka menjadi bagian dari gerakan global yang mendorong perempuan untuk aktif dan unggul di era digital.
(Nida M Fathimah)