Visiting Professor FPBS: Prof. Mukhamad Najib Berbagi Wawasan tentang Program Guru Bantu BIPA di Australia

20 Februari 2025

Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS) dengan bangga menyelenggarakan kegiatan Visiting Professor yang menghadirkan Prof. Mukhamad Najib, M.Si., seorang guru besar di Institut Pertanian Bogor yang pernah menjabat sebagai Atase Pendidikan dan Kebudayaan RI di Canberra pada periode 2021-2024. Kegiatan ini bertujuan untuk berbagi pengalaman kepada para mahasiswa mengenai program guru bantu mengajar BIPA di Australia serta mendorong para dosen agar dapat memotivasi mahasiswanya untuk mengikuti program guru bantu Australia dari Atase Pendidikan dan Kebudayaan RI di Canberra.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Auditorium FPBS pada hari Kamis tanggal 20 Februari 2025 ini diawali dengan sesi pembukaan yang diiringi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh Dekan FPBS yang menyampaikan apresiasi atas kehadiran Prof. Najib dalam memberikan wawasan dan pengalaman akademik bertaraf internasional.

Sebagai bentuk penghargaan, FPBS menyerahkan cinderamata kepada Prof. Najib, yang kemudian dibalas dengan penyerahan cinderamata simbolis berupa buku dari Prof. Najib untuk FPBS.

Dalam sesi utama, Prof. Mukhamad Najib, M.Si. memberikan pematerian yang sangat inspiratif mengenai pengalaman beliau sebagai akademisi sekaligus diplomat pendidikan. Beliau berbagi wawasan mengenai program guru bantu mengajar BIPA di Australia, strategi pengembangan diri di lingkungan akademik global, serta peluang bagi mahasiswa untuk mengikuti program internasional seperti Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di luar negeri.

Sebagai bagian dari acara, ditayangkan pula video dokumentasi aktivitas mahasiswa selama mengikuti PPL di Australia. Video ini menampilkan pengalaman tiga mahasiswa, yaitu Hanifa Nuraini, Ivena Winri Al Madinah Tunnisa, dan Rayhan Mirza Aulia yang berbagi cerita tentang tantangan serta manfaat dari program tersebut. Sesi ini kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan refleksi, di mana mahasiswa dan dosen memiliki kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi langsung baik dengan Prof. Najib maupun para mahasiswa yang berpengalaman dalam program Guru Bantu di Australia.

Setelah sesi diskusi yang interaktif dan penuh wawasan, kegiatan Visiting Professor ini ditutup dengan kesimpulan serta harapan agar kolaborasi akademik internasional semakin berkembang di FPBS, serta semakin banyak mahasiswa yang tertarik mengikuti program guru bantu mengajar BIPA di Australia. (Teja Mustika)