Purwakarta, 20–26 Juli 2025 – Keluarga Mahasiswa Bahasa Arab (KEMABA) FPBS UPI kembali menyelenggarakan kegiatan tahunan Pekan Layanan dan Pengabdian pada Masyarakat (PLP2M) 2025 dengan tema “Tulus Mengabdi, Hadir Berarti, Menyatu dalam Jejak Kebaikan”. Program ini dilaksanakan di Desa Pasanggrahan, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta.
PLP2M merupakan salah satu program insidental Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) KEMABA FPBS UPI yang berada di bawah koordinasi Qismul Muwashalah Al-Ijtima’iyyah (Bidang Humas). Dalam pelaksanaannya, PLP2M menghadirkan sejumlah agenda, antara lain kegiatan belajar mengajar di SDN Pasanggrahan dan DTA Al-Barokah, bazar pakaian murah, home visit, santunan anak yatim, penyuluhan dan pembagian sembako, upgrading guru, hingga partisipasi mahasiswa dalam aktivitas warga seperti pengajian dan gotong royong.
Acara pembukaan digelar di Aula Desa Pasanggrahan dan diresmikan oleh perangkat desa, yaitu kepala dusun 2 dan kepala dusun 3, serta didampingi oleh Dr. Rinaldi Supriadi, M.Pd., selaku dosen pembimbing kemahasiswaan yang mewakili pihak KEMABA. Pembukaan tersebut turut dihadiri perangkat desa dan mahasiswa peserta PLP2M.
Bazar Pakaian Murah dan Home Visit
Salah satu kegiatan sosial yang menarik perhatian warga adalah Bazar Pakaian Bekas Layak Pakai yang diinisiasi Divisi Bakti Sosial. Berlokasi di halaman Kantor Desa Pasanggrahan, bazar ini berlangsung setiap hari pukul 09.00–15.00 WIB pada 21–26 Juli 2025. Dengan harga terjangkau, warga dapat membeli beragam pakaian untuk semua kalangan. Selain bermanfaat secara ekonomi, kegiatan ini juga mempererat silaturahmi dan menumbuhkan semangat berbagi.
Selain bazar, kegiatan home visit yang dipelopori Divisi Humas juga menjadi bagian penting dalam rangkaian PLP2M. Dilaksanakan pada 20–24 Juli 2025, tim home visit mendatangi rumah tokoh masyarakat, pelaku UMKM, dan pusat ekonomi desa, termasuk penggilingan kopi, pembuatan sapu songket, keripik pisang, hingga kerajinan pandai besi. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan program PLP2M sekaligus menjadi ajang bertukar pengalaman serta menggali potensi lokal desa.
Santunan Anak Yatim dan Penyuluhan
Divisi Bakti Sosial juga mengadakan Santunan Anak Yatim yang bertempat di Balai RW Desa Pasanggrahan. Acara ini diawali dengan sambutan hangat dari MC, dilanjutkan oleh ketua pelaksana PLP2M 2025 yang menyampaikan harapannya agar kegiatan tersebut menjadi amal jariyah, mempererat silaturahmi, serta menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim. Dengan bantuan data dari perangkat desa, santunan tepat sasaran kepada 25 anak yatim yang hadir.
Pada Jumat, 25 Juli 2025, diselenggarakan penyuluhan bertema “Etika Sosial sebagai Landasan Kehidupan yang Bermakna” dengan menghadirkan Dr. Rinaldi Supriadi, M.Pd., sebagai pemateri. Ia menekankan pentingnya peran orang tua dan lansia dalam membimbing generasi muda serta menjaga nilai-nilai kerukunan. Kegiatan ini ditutup dengan pembagian 50 paket sembako kepada warga lansia sebagai wujud kepedulian sosial mahasiswa terhadap masyarakat.
Upgrading Guru dan Penutupan
Keesokan harinya, Sabtu, 26 Juli 2025, berlangsung program Upgrading Guru yang diperuntukkan bagi guru SDN 1 Pasanggrahan dan MDTA Al-Barokah. Dengan tema “Pemanfaatan Artificial Intelligence dalam Pembelajaran”, Ahmad Juliar Fahri, S.Pd. (Kang Ijul) memberikan materi mengenai penggunaan teknologi AI untuk mendukung proses belajar tanpa mengurangi peran guru. Ia juga mengingatkan pentingnya sinergi antara guru dan orang tua dalam mendidik siswa di era digital.
Rangkaian kegiatan PLP2M 2025 resmi ditutup pada Sabtu malam, 26 Juli 2025, di Balai Desa Pasanggrahan. Acara penutupan berlangsung meriah dengan penampilan marawis, pentas seni murid MDTA, sambutan tokoh masyarakat, serta apresiasi dari panitia. Kegiatan ini menjadi simbol harmonisasi antara mahasiswa, masyarakat, dan perangkat desa.
Kegiatan Berkelanjutan dan SDGs
PLP2M 2025 meninggalkan kesan mendalam berupa terjalinnya hubungan erat antara mahasiswa dan warga, semangat gotong royong yang tumbuh, serta inspirasi untuk terus menebarkan kebaikan demi kemajuan bersama. Selain itu, program ini juga selaras dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam mendukung pendidikan berkualitas, pengentasan kemiskinan, kesehatan dan kesejahteraan, serta kemitraan untuk mencapai tujuan.
Melalui ragam kegiatan seperti pengajaran, santunan, penyuluhan, hingga pemberdayaan ekonomi lokal, mahasiswa berkontribusi aktif dalam membangun desa yang lebih berdaya dan inklusif, sekaligus menguatkan komitmen perguruan tinggi terhadap pembangunan berkelanjutan.
(KEMABA, Keluarga Mahasiswa Bahasa Arab 2025)