Bandung, 23 Februari 2026 - Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) memperingati Hari Bahasa Ibu Internasional pada Senin, 23 Februari 2026, pukul 16.00 WIB melalui kegiatan berjalan bersama yang menempuh rute dari Gedung FPBS menuju Gedung Achmad Sanusi UPI (BPU), Museum Pendidikan Nasional, hingga Gedung Isola.
Kegiatan yang diprakarsai oleh Program Studi Pendidikan Bahasa Sunda ini berlangsung meriah dan penuh semangat. Sepanjang perjalanan, mahasiswa dan dosen Pendidikan Bahasa Sunda menyanyikan lagu-lagu berbahasa Sunda secara bersama-sama, menciptakan suasana hangat dan membangkitkan kebanggaan terhadap bahasa ibu sebagai identitas budaya.
Di setiap titik pemberhentian, yaitu Gedung BPU, Museum Pendidikan Nasional, dan Gedung Isola, kegiatan diisi dengan orasi dan pembacaan sajak berbahasa Sunda oleh perwakilan dosen dan mahasiswa, masing-masing satu dosen dan satu mahasiswa di setiap lokasi. Pembacaan sajak tersebut menjadi momen reflektif sekaligus ekspresif, yang menegaskan makna bahasa ibu sebagai warisan budaya, sarana ekspresi, serta simbol jati diri masyarakat.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh para pimpinan fakultas, dosen, dan mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Bahasa Sunda. Kehadiran lima mahasiswa asing asal Prancis serta Mikihiro Moriyama sebagai dosen adjunct professor dari Jepang semakin memperkaya suasana peringatan dengan nuansa internasional. Partisipasi mereka menunjukkan bahwa bahasa daerah tidak hanya relevan dalam konteks lokal, tetapi juga memiliki daya tarik dan nilai akademik di tingkat global.
Peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional ini menjadi pengingat bahwa pelestarian bahasa daerah merupakan tanggung jawab bersama. Bahasa ibu tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai sarana pewarisan nilai, budaya, dan cara pandang suatu masyarakat.
Kegiatan ini sejalan dengan komitmen UPI dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan pendidikan berbasis budaya lokal, serta SDG 11 (Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan) dalam upaya menjaga dan melestarikan warisan budaya sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.
Melalui peringatan ini, FPBS UPI kembali menegaskan perannya sebagai garda terdepan dalam pengembangan, pelestarian, dan pemartabatan bahasa dan sastra daerah di tengah arus globalisasi.