Bandung, WPS - Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Sunda membagikan takjil kepada masyarakat serta beberapa masjid di sekitar wilayah kampus pada Sabtu (07/03/2026). Kegiatan berbagi takjil ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus menyemarakkan bulan Ramadan dan telah menjadi tradisi yang diinisiasi oleh mahasiswa sejak tahun 2024. Takjil yang dibagikan diperoleh melalui penggalangan dana dari mahasiswa, alumnus, serta kenalan yang berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp3.306.000.
“Dalam beberapa tahun terakhir, mahasiswa Sunda rutin mengadakan kegiatan kebersamaan sebagai ajang silaturahmi. Kegiatan tersebut diwujudkan melalui acara ‘Réréongan’ atau berbagi takjil kepada masyarakat,” ujar Derin, mahasiswa angkatan 2022 selaku ketua pelaksana. Ia juga menambahkan bahwa pada tahun ini kepanitiaan dijalankan oleh mahasiswa angkatan 2022-2025 dengan melibatkan alumni sebagai pihak yang diundang sekaligus dimintai partisipasinya tanpa mengatasnamakan organisasi tertentu.
Sebanyak 200 box takjil dibagikan ke beberapa masjid, yakni Masjid Nurul Huda (Ledeng), Masjid Al-Hidayah (Cilimus), Masjid Nurul Falah (Gerlong), dan Masjid Al-Hikmah (Ledeng), serta kepada para Masyarakat dan pengendara yang melintas. Setelah kegiatan berbagi selesai, acara dilanjutkan dengan kultum yang berisi penyampaian materi atau nasihat keislaman menjelang waktu berbuka puasa, kemudian ditutup dengan buka puasa bersama sebagai bentuk mempererat kebersamaan antar mahasiswa.
Kegiatan ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui kegiatan berbagi makanan kepada masyarakat, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara mahasiswa, alumni, dan masyarakat dalam menyukseskan kegiatan sosial.
“Terima kasih kepada semua yang telah berpartisipasi menjadi panitia dalam kegiatan ini, semoga menjadi amal kebaikan bagi kita semua. Mohon maaf apabila terdapat perkataan atau sikap yang kurang berkenan, dan semoga semangat kebersamaan ini tidak pernah padam,” tutup Derin. (Haidar Ali Dzulfikar, Dian Hendrayana)