Bandung, 14 Agustus 2025. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) bekerja sama dengan Forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia Kabupaten Sleman menggelar rangkaian workshop bertema “Inovasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Abad ke-21 (Pembelajaran yang Mindful, Meaningful, dan Joyful)”. Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua tahap. Pertama tahap daring pada 9-10 Juli 2025 dan tindak lanjut luring pada 14 Agustus 2025 di SMPN Pakem, Jalan Kaliurang Km. 17, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Ketua Prodi PBSI FPBS UPI Prof. Dr. Sumiyadi, M. Hum., menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi guru bahasa Indonesia agar mampu mengimplementasikan pembelajaran yang relevan dengan tuntutan abad ke-21, berpusat pada peserta didik dan mengedepankan nilai kebermaknaan, kesadaran, serta kebahagiaan dalam proses belajar. “Kami ingin memberikan ruang berbagi praktik baik yang tidak hanya meningkatkan keterampilan mengajar, tetapi juga membangun ekosistem pembelajaran yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan panitia penyelenggara Ahmad Fuadin, M.Pd. menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen UPI dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat yang berdampak nyata pada kualitas pendidikan.
Kegiatan ini sejalan dengan beberapa tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan 4: pendidikan berkualitas yang menekankan pentingnya menjamin pendidikan inklusif dan berkualitas serta mendorong kesempatan belajar sepanjang hayat untuk semua. Selain itu, pelaksanaan workshop ini juga mendukung tujuan 17: kemitraan untuk mencapai tujuan, melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, forum guru, dan sekolah untuk menghasilkan inovasi pembelajaran yang dapat diaplikasikan di kelas.
Pada sesi daring peserta memperoleh materi seputar pendekatan pembelajaran berbasis proyek, integrasi teknologi dalam pembelajaran bahasa, dan strategi membangun interaksi kelas yang positif. Sementara itu, kegiatan luring di SMPN Pakem berfokus pada pendampingan praktik mengajar, berbagi modul pembelajaran, dan diskusi reflektif antar peserta.
Ketua MGMP Bahasa Indonesia Kabupaten Sleman Luhur Budi Wibowo, S.S. mengapresiasi kerja sama ini. “Melalui pelatihan ini, guru mendapatkan wawasan baru sekaligus kesempatan untuk berlatih secara langsung. Ini menjadi modal penting bagi peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah,” katanya.
Adanya kegiatan ini diharapkan guru-guru bahasa Indonesia di Sleman dapat menjadi agen perubahan yang membawa pembelajaran menjadi lebih kontekstual, kreatif, dan menyenangkan, sekaligus berkontribusi pada tercapainya agenda pembangunan berkelanjutan di bidang pendidikan.
(Ahmad Fuadin)