Bandung, 6 Agustus 2025. Konferensi internasional tahunan ICOLLITE (International Conference on Language, Literature, Culture, and Education) kembali digelar oleh Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) pada Rabu, 6 Agustus 2025. Dengan mengangkat tema “Digital Transformation in Language, Literature, Culture, and Education”. ICOLLITE ke-9 menegaskan peran dunia akademik dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), terutama di sektor pendidikan berkualitas, kesetaraan akses teknologi, pelestarian budaya lokal, dan kolaborasi global. Konferensi ini dihadiri oleh ratusan akademisi dari berbagai negara, baik secara luring maupun daring. Mereka berdiskusi, mempresentasikan riset dan merumuskan strategi untuk menjawab tantangan abad ke-21 melalui pendekatan lintas disiplin. Dalam berbagai sesi, para peserta menyoroti bagaimana transformasi digital berperan penting dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif dan bermutu (SDG 4). Inovasi dalam media pembelajaran digital, teknologi pembelajaran bahasa (CALL/MALL) dan asesmen daring menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas pengajaran, terutama di wilayah dengan keterbatasan akses.

“Banyak penelitian yang dipresentasikan di ICOLLITE menekankan pentingnya literasi digital, otonomi belajar dan pengembangan kurikulum yang responsif terhadap kebutuhan abad 21” ujar salah satu peserta dari Singapore. Selain pendidikan, ICOLLITE juga menjadi ruang penting untuk membahas pelestarian bahasa daerah dan nilai-nilai budaya dalam konteks urbanisasi dan globalisasi. Kajian tentang folklore, sastra anak, etimologi dan studi media lokal menjadi kontribusi nyata terhadap SDG 11 (kota dan komunitas yang berkelanjutan) serta SDG 16 (masyarakat inklusif dan damai) melalui penguatan identitas lokal dan harmoni sosial. “Menjaga warisan budaya melalui sastra dan bahasa bukan sekadar romantisme akademik, tapi bagian dari upaya menciptakan masyarakat yang adil dan berkelanjutan” ungkap seorang pemakalah dari Thailand. ICOLLITE juga memperkuat kemitraan global antar institusi pendidikan dan penelitian (SDG 17). Melalui forum ini, beberapa universitas menyepakati rencana kolaborasi penelitian bersama dan publikasi internasional.

Ahmad Fuadin, Humas ICOLLITE 9 menyampaikan bahwa konferensi ini menjadi bukti bahwa dunia akademik dapat dan harus terlibat aktif dalam memajukan agenda global. “Kami percaya bahwa riset dan kerja sama lintas disiplin serta lintas negara adalah kontribusi nyata pendidikan tinggi terhadap pembangunan berkelanjutan” kata Ahmad Fuadin. Berbeda dari banyak konferensi akademik lainnya ICOLLITE menekankan pentingnya tindak lanjut pasca konferensi melalui publikasi ilmiah, diseminasi hasil riset dan program pelatihan. Pesan utamanya jelas bahwa transformasi digital tidak hanya soal teknologi, tetapi tentang nilai-nilai, keadilan dan keberlanjutan. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai SDGs ke dalam agenda ilmiah ICOLLITE menempatkan UPI dan Indonesia sebagai pemain aktif dalam upaya global menciptakan masa depan yang lebih cerdas, adil, dan berkelanjutan.