Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) terus memperkuat posisinya di kancah internasional. Melalui Program Studi Pendidikan Bahasa Perancis FPBS, UPI bekerja sama dengan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dipercaya menjadi penyelenggara agenda Kuliah Musim Panas (École d’Été) Erasmus+ 2026.
Diselenggarakan untuk yang keempat kalinya, École d’Été Erasmus+ kembali mempertemukan perguruan tinggi dari berbagai negara dalam sebuah kolaborasi internasional yang diselenggarakan secara bergilir. Pada tahun ini, Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah melalui sinergi antara Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan Universitas Negeri Jakarta (UNJ).
Program kuliah musim panas internasional ini berfokus pada pengembangan kemampuan Bahasa Prancis di bidang kepariwisataan (Le Français du Tourisme). Melalui pendekatan pembelajaran berbasis proyek (project-based learning), program ini bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memajukan sektor pariwisata, khususnya di negara-negara frankofon (penutur bahasa Prancis). Kegiatan ini melibatkan empat negara, yaitu Indonesia (Universitas Pendidikan Indonesia dan Universitas Negeri Jakarta), Malaysia (Universiti Malaya dan Universiti Kebangsaan Malaysia), Laos (National University of Laos), serta Prancis (Université Savoie Mont Blanc).
Selama tiga hari, pada 20-22 Juli 2026, 35 mahasiswa dan 12 dosen mengikuti rangkaian kegiatan yang memadukan pembelajaran yang memadukan pembelajaran akademik, pertukaran budaya, dan pengalaman lapangan. Hari pertama diawali dengan sesi penyambutan, perkenalan dosen dan peserta, pemaparan program École d’Été, serta presentasi kuliner khas dari masing-masing negara sebagai bagian dari pertukaran budaya. Pada sesi akademik, peserta mempelajari Le Français du Tourisme melalui materi mengenai profil, kompetensi, dan tugas seorang pemandu wisata (guide touristique), yang kemudian menjadi bekal untuk kegiatan praktik.
Pembelajaran kemudian dilanjutkan melalui pendekatan experiential learning. Peserta berkeliling Kota Bandung menggunakan Bandros dan mengunjungi sejumlah destinasi wisata, seperti Bocha, pabrik tahu, dan peternakan sapi perah di kawasan Lembang. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengamati secara langsung praktik pemanduan wisata sekaligus menerapkan penggunaan bahasa Prancis dalam konteks pariwisata.

Setelah menyelesaikan agenda di Bandung, seluruh peserta melanjutkan program ke Jakarta pada 22 Juli 2026 untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Jakarta (UNJ) hingga 25 Juli. Di Jakarta, peserta terlibat dalam diskusi bersama animator, mengerjakan proyek secara berkelompok maupun individu, mempraktikkan keterampilan sebagai pemandu wisata di berbagai lokasi, serta mempresentasikan hasil proyek sebagai penutup rangkaian École d’Été Erasmus+ 2026.

Selama pelaksanaan kegiatan di Bandung, UPI bertanggung jawab memfasilitasi perkuliahan, mengoordinasikan seluruh rangkaian operasional, mendampingi peserta internasional, serta mengirimkan delegasi mahasiswa dan dosen pendamping. Kepercayaan sebagai tuan rumah penyelenggaraan École d’Été Erasmus+ 2026 mencerminkan peran aktif UPI dalam memperkuat kolaborasi akademik lintas negara sekaligus menunjukkan kapasitas universitas dalam menyelenggarakan program internasional.

Melalui kegiatan ini, UPI tidak hanya menghadirkan ruang belajar yang mempertemukan sivitas akademika dari berbagai negara, tetapi juga memperluas jejaring kerja sama di bidang pendidikan, kebudayaan, dan pariwisata. Ke depan, sinergi yang telah terbangun diharapkan terus berkembang melalui berbagai inisiatif akademik internasional lainnya, sehingga semakin banyak mahasiswa dan dosen yang memperoleh pengalaman belajar lintas budaya serta mampu berkontribusi dalam komunitas akademik global.
(Raden Sasnitya)