Penandatanganan kerja sama PBA FPBS UPI dengan mitra di Krabi, Thailand
Penandatanganan kerja sama PBA FPBS UPI dengan mitra di Krabi, Thailand

Dok. PBA FPBS UPI 2026

Krabi, Thailand - Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), kembali mencatatkan capaian penting dalam agenda internasionalisasi melalui penyelenggaraan kerja sama akademik di Provinsi Krabi, Thailand, pada 21-24 Juli 2026. Kegiatan ini menghasilkan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dan Implementation Agreement (IA) dengan AECI Thailand (Association of Education and Cultural International) serta empat sekolah Islam di Krabi sebagai landasan pengembangan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Empat sekolah yang menjadi mitra dalam kerja sama tersebut meliputi Eakkapap Sasanawich Islamic School, Muslim Wittaya School, Ban Khlong Rua School, dan Anuban Muslim Krabi School. Penandatanganan MoA dan IA menjadi tonggak penting dalam memperkuat kolaborasi internasional PBA FPBS UPI, khususnya dalam pengembangan pembelajaran bahasa Arab, penelitian kolaboratif, pelatihan guru, pengembangan kurikulum, pertukaran akademik, serta publikasi ilmiah bereputasi internasional.

Delegasi PBA FPBS UPI terdiri atas Prof. Dr. Sofyan Sauri, M.Pd., Dr. Asep Sopian, M.Ag., dan Dr. Mia Nurmala, M.Pd. Dari pihak mitra, kegiatan didukung oleh AECI Thailand (Association of Education and Cultural International) bersama pimpinan sekolah, guru, dan praktisi pendidikan Islam di Provinsi Krabi.

Sebagai tindak lanjut dari penandatanganan kerja sama tersebut, PBA FPBS UPI melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Internasional di Eakkapap Sasanawich Islamic School dengan tema “Study of Learning Obstacles and Didactical Intervention in Arabic Learning.” Kegiatan ini diikuti oleh Ust. Ruslan beserta para guru bahasa Arab sebagai peserta utama.

PKM dirancang untuk memperkuat kapasitas guru dalam merancang pembelajaran bahasa Arab yang lebih efektif melalui identifikasi hambatan belajar (learning obstacles) dan penyusunan intervensi didaktis (didactical intervention) yang sesuai dengan karakteristik peserta didik. Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Arab di sekolah Islam, khususnya pada konteks masyarakat Muslim Thailand.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Sofyan Sauri, M.Pd. menegaskan bahwa pembelajaran bahasa Arab tidak hanya diarahkan pada pencapaian kompetensi linguistik, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter, penguatan nilai-nilai keislaman, dan pengembangan akhlak mulia. Menurutnya, guru memiliki peran strategis dalam membangun pembelajaran yang mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai karakter secara utuh.

Pada sesi utama, Dr. Asep Sopian, M.Ag. memaparkan konsep learning obstacles dalam kerangka Didactical Design Research (DDR) yang berlandaskan Anthropological Theory of the Didactic (ATD). Ia menjelaskan bahwa sebelum menyusun buku ajar maupun merancang pembelajaran, guru perlu melakukan analisis terhadap hambatan belajar yang dialami peserta didik agar proses pembelajaran benar-benar sesuai dengan kebutuhan belajar mereka.

Menurutnya, terdapat tiga bentuk utama hambatan belajar, yaitu hambatan ontogenik, hambatan epistemologis, dan hambatan didaktis. Hambatan ontogenik berkaitan dengan kesiapan belajar, perkembangan kognitif, dan kemampuan awal peserta didik. Hambatan epistemologis muncul ketika konsep atau materi disajikan tanpa memperhatikan urutan perkembangan pengetahuan sehingga menyulitkan peserta didik membangun pemahaman. Adapun hambatan didaktis berasal dari desain pembelajaran, strategi penyajian materi, maupun bentuk tugas yang kurang mendukung proses belajar.

Dr. Asep menekankan bahwa buku ajar bahasa Arab harus mampu meminimalkan ketiga jenis hambatan tersebut. Materi hendaknya disusun sesuai tingkat kesiapan belajar siswa, dikembangkan berdasarkan urutan konsep yang logis dan sistematis, serta dilengkapi aktivitas dan tugas yang mendukung proses konstruksi pengetahuan.

Dengan demikian, buku ajar tidak hanya menjadi sumber informasi, tetapi juga berfungsi sebagai perangkat didaktis yang memfasilitasi pembelajaran secara bertahap, bermakna, dan berpusat pada peserta didik.

PKM Internasional PBA FPBS UPI di Eakkapap Sasanawich Islamic School, Krabi

Selanjutnya, Dr. Mia Nurmala, M.Pd. menyampaikan materi mengenai penguatan kompetensi profesional guru melalui inovasi pembelajaran, refleksi praktik mengajar, dan pengembangan budaya belajar kolaboratif. Ia menekankan pentingnya guru terus beradaptasi terhadap perkembangan kurikulum dan kebutuhan peserta didik pada era pendidikan global.

Selain sesi pemaparan, kegiatan PKM juga diisi dengan diskusi kelompok, identifikasi permasalahan pembelajaran bahasa Arab, analisis pengalaman mengajar guru, serta penyusunan rekomendasi desain pembelajaran berbasis hasil analisis hambatan belajar. Para peserta memberikan respons positif karena pendekatan yang diperkenalkan dinilai aplikatif dan relevan dengan kondisi pembelajaran di sekolah masing-masing.

Rangkaian kegiatan juga mencakup Focus Group Discussion (FGD) mengenai pendidikan karakter berbasis kearifan lokal. Forum ini menjadi wadah pertukaran gagasan antara dosen PBA FPBS UPI, AECI Thailand, serta para pendidik dari sekolah-sekolah mitra mengenai pengembangan model pendidikan karakter yang mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal dengan pembelajaran bahasa Arab.

FGD menghasilkan kesepahaman untuk mengembangkan penelitian kolaboratif mengenai pendidikan karakter berbasis kearifan lokal sebagai bagian dari inovasi pembelajaran di lingkungan sekolah Islam. Hasil penelitian tersebut direncanakan menjadi dasar penyusunan model pembelajaran, publikasi ilmiah internasional, serta pengembangan program pengabdian kepada masyarakat secara berkelanjutan.

Ketua delegasi PBA FPBS UPI menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen program studi dalam mendukung internasionalisasi UPI melalui kemitraan yang produktif dan berkelanjutan. Penandatanganan MoA dan IA diharapkan tidak berhenti pada aspek administratif, tetapi menjadi pijakan bagi pelaksanaan berbagai program nyata yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.

Melalui kerja sama dengan AECI Thailand (Association of Education and Cultural International) dan empat sekolah Islam di Krabi, PBA FPBS UPI semakin memperkuat perannya sebagai institusi yang aktif membangun jejaring akademik internasional. Kolaborasi ini diharapkan mampu menghasilkan berbagai inovasi dalam pembelajaran bahasa Arab, meningkatkan kompetensi guru, memperluas publikasi ilmiah bereputasi internasional, serta memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan Islam di Indonesia dan Thailand.