Bandung, 5 Oktober 2025 - Keluarga Mahasiswa (KEMA) Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menegaskan peran UPI sebagai institusi pendidikan yang responsif gender melalui penyelenggaraan seminar “Voice for Change Vol. 2”.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Subbidang Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa (Adkesma) dengan Subbidang Kaderisasi, bertujuan membekali mahasiswa dengan pemahaman komprehensif mengenai kesetaraan gender dan pencegahan kekerasan seksual di lingkungan akademik.
Kegiatan ini menandai langkah strategis perguruan tinggi dalam mengatasi akar permasalahan kekerasan seksual yang kerap terjadi akibat ketidaksetaraan gender yang masih mengakar kuat di masyarakat. Program ini sejalan dengan visi UPI untuk menciptakan lingkungan kampus yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
“Voice for Change Vol. 2” dirancang sebagai program berdampak yang tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga menciptakan transformasi nyata dalam sikap dan perilaku mahasiswa terhadap isu kesetaraan gender. Seminar ini mengusung pendekatan komprehensif yang memadukan edukasi teoretis dengan praktik pencegahan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pelaksanaan kegiatan melibatkan koordinasi yang erat antara Adkesma, yang bertanggung jawab atas advokasi isu kesetaraan gender dan kesejahteraan mahasiswa, serta Kaderisasi, yang memastikan transfer pengetahuan dan nilai-nilai kepemimpinan kepada generasi mahasiswa selanjutnya. Kolaborasi ini menciptakan model pemberdayaan mahasiswa berkelanjutan, di mana peserta tidak hanya menerima edukasi tetapi juga dipersiapkan menjadi agen perubahan di lingkungan kampus.
Kegiatan ini secara langsung mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 5 tentang Kesetaraan Gender, yang bertujuan mencapai kesetaraan gender dan memberdayakan semua perempuan serta anak perempuan pada tahun 2030.
Program ini juga berkontribusi pada Target 5.2, yang fokus pada penghapusan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan di ranah publik dan privat, termasuk kekerasan seksual.
Selain itu, inisiatif ini turut mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penciptaan lingkungan belajar yang aman dan inklusif bagi semua mahasiswa tanpa diskriminasi gender. Pendekatan holistik yang diterapkan juga sejalan dengan Target 16.1, yang bertujuan mengurangi segala bentuk kekerasan dan angka kematian terkait kekerasan di semua tempat.
Berdasarkan kegiatan “Voice for Change Vol. 2”, direkomendasikan beberapa langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan dan perluasan dampak program:
- Pembentukan tim pendamping sebaya yang terlatih untuk memberikan dukungan berkelanjutan kepada mahasiswa.
- Penguatan kerja sama dengan lembaga eksternal seperti Komnas Perempuan dan organisasi masyarakat sipil untuk memperluas jangkauan program.
- Pengembangan sistem pelaporan kekerasan seksual yang mudah diakses dan menjamin kerahasiaan korban.
- Pelaksanaan evaluasi berkala untuk mengukur efektivitas program dan menyesuaikan strategi berdasarkan temuan lapangan.
Seminar menghadirkan narasumber berkualitas dengan keahlian di bidang kesetaraan gender dan pencegahan kekerasan seksual.
Dr. Ilsa Nelwan, MPH, Pendiri dan Pembina Yayasan Jaringan Relawan Indonesia (JaRI), tampil sebagai narasumber pertama dengan memberikan perspektif kesehatan masyarakat dalam penanganan kekerasan seksual.
Narasumber kedua, Salsabila Syaira, seorang aktivis perempuan, menyampaikan materi tentang studi gender dan gerakan perempuan dalam pencegahan kekerasan seksual. Kehadiran keduanya memberikan dimensi multidisipliner yang memperkaya pemahaman mahasiswa mengenai kompleksitas isu kesetaraan gender dari sudut pandang kesehatan masyarakat dan gerakan aktivisme perempuan.
Acara ditutup dengan sesi pematerian oleh Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (SPPKS) UPI dalam format seminar interaktif, yang menekankan pentingnya pemahaman mahasiswa mengenai bentuk dan dampak kekerasan seksual di lingkungan kampus. Para peserta juga diberikan kesempatan bertanya serta mengikuti post-test untuk mengukur pemahaman terhadap materi yang disampaikan.
Program “Voice for Change Vol. 2” menjadi bukti nyata komitmen UPI dan FPBS dalam memimpin perubahan sosial melalui pendidikan inklusif dan responsif gender, sekaligus menjadi model bagi perguruan tinggi lain dalam upaya pencegahan kekerasan seksual dan pemberdayaan mahasiswa untuk menciptakan lingkungan kampus yang aman dan berkeadilan.