Memperkuat SDGs 4: Pendidikan Berkualitas Melalui Pengembangan Materi Berbasis Leksikal dan Digital Mushaf

10 September 2025

Kuliah Umum Pengembangan Materi Berbasis Leksikal dan Digital Mushaf di FPBS UPI
Kuliah Umum Pengembangan Materi Berbasis Leksikal dan Digital Mushaf di FPBS UPI

Bandung, 10 September 2025 – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) mengukuhkan peran aktifnya dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) nomor 4: Pendidikan Berkualitas. Pada Rabu, 10 September 2025, berlangsung Kuliah Umum bertajuk “Pengembangan Materi Berbasis Leksikal dan Digital Mushaf” di Auditorium FPBS Gedung B Lantai 4. Acara ini dibuka secara resmi oleh Prof. Dr. Mohamad Zaka Al Farisi, M.Hum. selaku Wakil Dekan Bidang Sumber Daya, Keuangan, dan Umum yang juga dosen Prodi Pendidikan Bahasa Arab FPBS UPI.

Prof. Dr. Mohamad Zaka Al Farisi dalam kata pengantar menyoroti urgensi pengembangan dalam pendidikan bahasa Arab, terutama dalam kerangka menciptakan akses inklusif dan berkualitas. Beliau menegaskan, “Pengembangan bahan ajar berbasis leksikal, yang memanfaatkan konteks kosakata secara fungsional, dipadukan dengan Mushaf digital interaktif, dapat memperkaya pengalaman belajar sekaligus mendorong motivasi mahasiswa. Di samping memberikan inspirasi untuk riset dalam rangka pemenuhan target-target SDGs 4.”

Narasi inti kuliah umum disampaikan oleh Prof. Dr. Nurul Murthadho, M.Pd. dari Universitas Negeri Malang, yang memaparkan pentingnya pendekatan berbasis leksikal dalam pembelajaran bahasa Arab. Materi yang dikembangkan fokus pada potongan-potongan bahasa sebagai unit utama pembelajaran daripada struktur tata bahasa, sesuai dengan standar kurikulum 2009 Kementerian Agama RI yang menetapkan target kosakata sebanyak 300 untuk MI, 450 untuk MTS, dan 750 untuk MA. Dr. Nurul menjelaskan bahwa pembentukan kosa kata dilakukan melalui pemahaman kalimat dan definisi sehingga mufrodat tidak hanya dihafalkan, tetapi digunakan secara komunikatif dalam percakapan.

Penggunaan Mushaf Madinah yang disesuaikan dengan Rasm Utsmani menjadi referensi utama dalam penafsiran dan pembelajaran kosa kata secara autentik. Metode pembelajaran menggunakan kartu kata yang dilengkapi gambar dan keterangan deskriptif meningkatkan kemampuan berbahasa Arab siswa secara praktis dan menarik. Pendekatan ini didukung oleh hadirnya materi digital seperti aplikasi interaktif yang menyajikan ayat-ayat Al-Qur’an lengkap dengan fonetik, terjemahan, serta latihan kosakata dan kuis otomatis. Aplikasi tersebut dilengkapi fitur pelacakan kemajuan belajar yang mendukung guru/dosen dalam menyesuaikan metode pengajaran.

Model pengembangan materi ini konsisten dengan aspek SDG 4.a yang mendorong ketersediaan sarana dan prasarana belajar yang inklusif, antara lain dengan menyediakan akses mudah ke materi pembelajaran berbasis digital Mushaf yang interaktif dan mudah digunakan oleh berbagai tingkat kemampuan peserta didik. Pendekatan ini tidak hanya memperluas jangkauan pembelajaran, tetapi juga memastikan lingkungan belajar yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan individual siswa, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan akses fisik atau teknologi.

Selain itu, model ini selaras dengan SDG 4 yang menekankan peningkatan jumlah dan kualitas pendidik. Dengan fitur pelacakan kemajuan belajar melalui learning analytics, pendidik memiliki alat evaluasi dan pengembangan profesional yang mendukung perbaikan metode pengajaran secara berkelanjutan. Hal ini mendorong peningkatan kompetensi pendidik dalam mengadaptasi materi pembelajaran inovatif dan memanfaatkan teknologi digital secara efektif demi kualitas pendidikan yang unggul dan berkelanjutan.

Dengan pengembangan materi berbasis leksikal dan digital Mushaf ini, UPI terus menguatkan komitmennya dalam mewujudkan pendidikan bahasa Arab berkualitas yang relevan dan kontekstual.