Menghidupkan Semangat Kartini di FPBS UPI: Prof. Wardiman Memberi Inspirasi dan Donasi Buku

20 November 2025

Gelar Wicara Buku bersama Prof. Wardiman di FPBS UPI
Gelar Wicara Buku bersama Prof. Wardiman di FPBS UPI

Bandung, 20 November 2025 - Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra Universitas Pendidikan Indonesia (FPBS UPI) sukses menyelenggarakan Gelar Wicara Buku bertajuk “Menyelami Suara Kartini melalui Trilogi Kartini” karya Prof. Dr.-Ing. Wardiman Djojonegoro, mantan Mendikbud RI (1993–1998). Acara hibrid yang berlangsung di Auditorium B FPBS UPI dan daring melalui Zoom ini dihadiri lebih dari 300 peserta, terdiri atas pimpinan FPBS, guru besar, dosen, mahasiswa, dan masyarakat umum.

Dekan FPBS UPI, Wawan Gunawan, M.Ed., Ph.D., membuka acara dengan menekankan literasi sejarah dan peran perempuan dalam pendidikan, sementara gelar wicara dipandu hangat dan menarik oleh Prof. Dr. Yulianeta, membuat suasana acara hidup dan inspiratif.

Momen istimewa tercipta saat pembacaan kutipan surat-surat Kartini oleh dua mahasiswi: Puan Maharani (Prodi Pendidikan Bahasa Sunda) dan Maulida Fitriatusyifa (Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia). Acara semakin meriah dengan pewara Andrian dan Icha, mahasiswa Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia, yang membawakan rangkaian kegiatan dengan antusias.

Diskusi berlangsung hangat dengan pertanyaan dari para akademisi dan peserta, termasuk Prof. Tutin, Prof. Fuad, Prof. Retty, Pak Buyung, serta mahasiswa dari berbagai prodi. Interaksi ini menunjukkan tingginya minat peserta terhadap konten buku dan relevansinya dengan pendidikan, literasi, serta kajian sastra.

Acara juga menghadirkan sesi penandatanganan buku oleh Prof. Wardiman. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyumbangkan buku trilogi untuk Perpustakaan UPI, diterima oleh Kepala Perpustakaan UPI, Dr. Riche Cynthia Johan, M.Si, serta untuk Anjungan Literasi FPBS, diterima oleh Dekan FPBS UPI.

Gelar wicara ini menjadi momentum berharga bagi sivitas akademika FPBS UPI untuk meneladani semangat Kartini. Lebih dari itu, semangat Kartini harus terus diteruskan oleh kita semua melalui literasi, pendidikan, dan kontribusi nyata dalam membangun generasi muda yang kritis, kreatif, dan berdaya.