Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) meresmikan Japan Corner atau Pojok Budaya Jepang di lingkungan Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS) UPI. Peresmian ini dilakukan oleh Rektor UPI Prof. Dr. H. Didi Sukyadi, M.A., bersama pemberi bantuan dana dari World Nihongo Network (WNN) Mr. Yuya Watase, Mr. Masatoshi Ishikawa, Mr. Mitsunori Yanai, dan Director General The Japan Foundation Jakarta Mr. Inami Kazumi.
Acara ini turut dihadiri oleh Prof. Dr. Tri Indri Hardini, M.Pd. (Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Sistem Informasi), Prof. Dr. Rudi Susilana, M.Si. (Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Keuangan), Dekan FPBS UPI Wawan Gunawan, Ph.D., Wakil Dekan I Prof. Yulianeta, dan Wakil Dekan III Yanty Wirza, Ph.D., Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Jepang Prof. Nuria Haristiani, M.Ed., Ph.D., serta para dosen Prodi Pendidikan Bahasa Jepang, alumni, dan tamu undangan dari berbagai lembaga mitra seperti AGBJI (Asosiasi Guru Bahasa Jepang Indonesia), IRIJJ (Institute Research Indonesia Japan Jakarta), OHM, Riki Japan, Bandung Japan Club, dan Bandung Japan School.
Japan Corner dibangun sebagai pusat pertukaran budaya dan edukasi yang bertujuan menjembatani hubungan baik antara Indonesia dan Jepang, sekaligus menjadi ruang pembelajaran budaya Jepang. Di dalamnya terdapat ruang minum teh (chanoyu), serta berbagai benda budaya seperti kimono, yukata, alat musik koto dan taishogoto, serta boneka tradisional hinaningyou. Pengunjung dapat merasakan langsung atmosfer budaya Jepang di lingkungan kampus.
Kegiatan ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4: Pendidikan Berkualitas dan poin ke-17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, dengan memperkuat kolaborasi internasional, memperluas wawasan multikultural mahasiswa, serta menumbuhkan pemahaman lintas budaya yang berkelanjutan.
Peresmian Japan Corner ini menjadi langkah strategis UPI dalam menghadirkan ruang edukatif dan inspiratif yang memadukan nilai akademik, budaya, dan diplomasi antarbangsa.
Sebagai bagian dari rangkaian acara peresmian, para hadirin juga disuguhkan penampilan indah alat musik tradisional Jepang, Koto (琴), yang dimainkan oleh Risa Togo. Risa-san merupakan guru di Bandung Japan School yang memiliki hubungan istimewa dengan UPI, karena beliau pernah menempuh studi selama satu tahun di universitas ini. Alunan lembut musik Koto menambah nuansa khidmat dan autentik dalam suasana budaya Jepang yang dihadirkan di ruangan tersebut.