Bandung, Juli 2025 – Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), kembali menggelar IKHFA (Ikhtibar Kafaah Al-‘Arabiyyah) sebagai salah satu syarat wajib bagi mahasiswa tingkat akhir yang akan menempuh sidang skripsi, artikel ilmiah, atau tesis. Tes ini dilaksanakan dalam dua gelombang pada 11 dan 25 Juni 2025 di ruangan kuliah program studi pendidikan Bahasa Arab FPBS UPI, dengan total peserta dibatasi maksimal 30 orang per batch.
Pelaksanaan IKHFA tidak sekadar memenuhi kebutuhan administratif akademik, tetapi juga menjadi bagian penting dari implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 4: Pendidikan Berkualitas. Dengan mengukur kecakapan bahasa Arab secara terstandar, IKHFA berperan dalam memastikan mutu lulusan yang kompeten secara linguistik, berpikir kritis, dan siap berkontribusi dalam komunitas global yang multibahasa.
Tes IKHFA dirancang menyerupai TOAFL (Test of Arabic as a Foreign Language), mencakup tiga keterampilan utama: istima’ (menyimak), qira’ah (membaca), dan qawa’id (struktur kebahasaan). Setiap peserta mengerjakan 140 soal pilihan ganda dalam waktu sekitar dua jam, menggunakan aplikasi Safe Exam Browser (SEB) demi menjamin keamanan dan integritas pelaksanaan.
Target skor yang ditetapkan cukup menantang, yakni minimal 500 untuk mahasiswa S1 dan 550 untuk mahasiswa S2. Peserta yang lolos akan memperoleh sertifikat elektronik melalui sistem daring, sementara peserta yang belum mencapai skor minimal dapat mengulang tes pada periode berikutnya. Sistem tes ini dijadwalkan rutin dua kali setiap bulan sebagai bagian dari mekanisme penjaminan mutu akademik.
Antusiasme mahasiswa terhadap tes ini sangat tinggi. Terbukti dari cepatnya kuota peserta terpenuhi hanya dalam beberapa hari setelah pendaftaran dibuka melalui tautan resmi https://s.id/registrasi-ikhfatest. Pihak prodi memberikan arahan teknis melalui email kepada setiap peserta, mulai dari instalasi perangkat lunak hingga tata tertib pelaksanaan.
Dosen pengampu dan tim pelaksana mengawasi langsung jalannya ujian, menciptakan suasana yang tertib dan kondusif. Kegiatan ini sejalan dengan komitmen UPI dalam mengembangkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing global, sebagaimana tertuang dalam prinsip SDGs 4: “menjamin pendidikan yang inklusif dan berkualitas serta mendukung kesempatan belajar sepanjang hayat bagi semua”.
(Farhan Fuadi)