Seminar Academic Publishing Bersama University of Exeter: Dosen dan Mahasiswa FPBS UPI Antusias Pelajari Strategi Publikasi Ilmiah

16 Mei 2025

Dr. George Koutsouris memaparkan strategi publikasi ilmiah di Auditorium B FPBS UPI
Dr. George Koutsouris memaparkan strategi publikasi ilmiah di Auditorium B FPBS UPI

Bandung, 16 Mei 2025 – Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris FPBS UPI bekerja sama dengan SUN Education sukses menyelenggarakan Academic Publishing Seminar bertempat di Auditorium B FPBS UPI. Acara yang berlangsung pukul 09.00–11.00 WIB ini diikuti oleh dosen dan mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan FPBS UPI.

Seminar ini menghadirkan Dr. George Koutsouris dari University of Exeter, Inggris, sebagai narasumber utama. Dr. Koutsouris merupakan pakar di bidang education and technology-enhanced learning, aktif dalam berbagai proyek penelitian internasional, termasuk inisiatif kolaboratif tentang dukungan disabilitas di perguruan tinggi bersama mitra dari Yogyakarta. Profil lengkap beliau dapat diakses melalui situs experts.exeter.ac.uk.

Acara dimulai dengan pembukaan, dilanjutkan sambutan dari perwakilan SUN Education Group sebagai mitra penyelenggara, serta Wakil Dekan III FPBS UPI, Ibu Yanty Wirza, M.Pd., M.A., Ph.D. yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya seminar. Ibu Rendila Restu Utami, S.S., M.A. selaku moderator memandu sesi utama, yaitu presentasi dari Dr. George Koutsouris.

Dalam presentasinya, Dr. George menceritakan awal karier akademiknya yang dimulai dari studi Sejarah dan Arkeologi di Athena, Yunani. Namun, setelah mengikuti seminar tentang pendidikan khusus dan mendapatkan beasiswa, ia beralih fokus dan melanjutkan studi pascasarjana serta PhD di University of Exeter di bawah bimbingan ahli Pendidikan Inklusif.

Ia membagikan pengalaman pertama dalam publikasi ilmiah yang penuh tantangan. Dua artikelnya diterima dengan revisi ringan, namun sebelumnya ia mengalami banyak penolakan. Menurutnya, penolakan adalah bagian wajar dari proses akademik, bahkan bagi penulis berpengalaman.

Tantangan utama dalam publikasi, menurutnya, adalah mengelola waktu, menjaga fokus topik, memahami audiens jurnal, dan siap menerima kritik. Ia menyarankan peserta untuk bersabar, fleksibel, dan strategis dalam memilih jurnal, serta melibatkan rekan sejawat untuk meninjau naskah sebelum dikirimkan.

Sebagai penutup, Dr. George menekankan pentingnya memahami panduan jurnal dan tujuan publikasi, karena setiap disiplin ilmu memiliki karakteristik yang berbeda. Ia mengingatkan bahwa penolakan bukan akhir, melainkan bagian penting dari proses belajar menuju karya yang lebih berkualitas.

Sesi tanya jawab berjalan interaktif dan mendapat respons positif dari peserta. Kegiatan ini ditutup secara resmi dengan harapan agar para peserta semakin siap dan percaya diri dalam menghadapi dunia publikasi ilmiah tingkat internasional.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya internasionalisasi akademik FPBS UPI serta penguatan literasi publikasi ilmiah di kalangan sivitas akademika.