Dari Terapi ke Puisi: Kolaborasi Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia dan Komunitas Sastra Dewi Sartika Galakkan Self-Healing lewat Sastra

5 Juli 2025

Pelatihan self-healing lewat penulisan puisi bersama Prodi BSI dan KSDS
Pelatihan self-healing lewat penulisan puisi bersama Prodi BSI dan KSDS

BANDUNG – Menyadari kebutuhan ruang ekspresi bagi ibu rumah tangga, Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia (Prodi BSI) Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) berkolaborasi dengan Komunitas Sastra Dewi Sartika (KSDS) menggelar pelatihan bertajuk “Pelatihan Apresiasi Sastra melalui Penulisan Kreatif sebagai Sarana Self-Healing bagi Ibu Rumah Tangga: Dari Terapi ke Puisi”. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini berlangsung meriah Jumat lalu (5/7/2025) di Ruang Smart Class Lantai 4 Gedung B FPBS UPI.

Pelatihan ini menjawab fenomena ibu rumah tangga yang sering kali terjebak dalam rutinitas harian sehingga minim ruang untuk berekspresi dan merawat kesehatan mental. Ketua pelaksana, Dr. Yostiani Noor Asmi Harini, M.Hum. menegaskan bahwa ibu rumah tangga itu cenderung harus menanggung bebannya sendiri. Dia berkorban demi keluarganya, tetapi sering dianggap lemah sehingga banyak terjadi KDRT. Melalui pendekatan sastra, khususnya penulisan puisi, peserta diajak untuk jujur mengungkapkan perasaan, pengalaman, dan harapan yang terpendam. Proses kreatif menulis ini difungsikan sebagai sarana self-healing atau penyembuhan emosional.

“Sastra, terutama puisi, bisa menjadi medium atau ruang aman bagi para ibu untuk menyuarakan isi hati dan merawat diri,” ujar Nenden Lilis Aisyah, dosen BSI yang menjadi narasumber.

Acara ini diwarnai penampilan istimewa berupa musikalisasi puisi menggunakan alat-alat rumah tangga seperti piring, sendok, dan botol. Inovasi ini tidak hanya menambah unsur kreatif dan menyenangkan, tetapi juga secara simbolis mendekatkan sastra dengan realitas keseharian peserta. Suasana pun berubah semakin cair dan penuh kehangatan.

Kegiatan ini berhasil membuktikan bahwa sastra mampu hadir secara relevan di tengah kehidupan sehari-hari. “Bukan hanya untuk diapresiasi, sastra ternyata bisa menjadi alat self-healing yang sederhana namun penuh makna. Kami berharap semangat dan keterampilan yang didapat bisa terus diterapkan para peserta di rumah,” pungkas perwakilan Komunitas Sastra Dewi Sartika. Tak hanya belajar menulis kreatif, para ibu rumah tangga yang hadir juga merasakan kebersamaan dan semangat baru dalam menjalani peran sehari-hari.

(Buyung Firmansyah)