Bandung, 28 Oktober 2025 - Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (HIMA Satrasia) Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS) Universitas Pendidikan Indonesia sukses menyelenggarakan rangkaian kegiatan Gebyar Bahasa dan Sastra Indonesia (GBSI) 2025 dengan tema “Bahasa Bergerak: Merayakan Kata, Merawat Makna”. Kegiatan ini berlangsung selama 28–31 Oktober 2025 di Gedung Kebudayaan Amphiteater UPI dan sekitarnya.
GBSI merupakan agenda tahunan HIMA Satrasia yang menjadi wadah ekspresi, kolaborasi, dan literasi mahasiswa dalam bidang bahasa dan sastra Indonesia. Tahun ini, kegiatan menghadirkan beragam acara yang memadukan unsur akademik, seni, dan budaya dalam satu perayaan kebahasaan.
Kegiatan dimulai pada Selasa, 28 Oktober 2025 pukul 12.50–15.00 dengan acara pembukaan bertajuk “Bahasa Bergerak” di Gedung Kebudayaan Amphiteater UPI. Acara pembukaan ini menampilkan pertunjukan sastra, sambutan pimpinan fakultas, serta orasi kebahasaan yang menggugah semangat literasi. Masih di hari yang sama, dilanjutkan dengan kegiatan “Pesta Buku Isola” pada pukul 15.45–18.10 yang menghadirkan penulis dan penerbit lokal dalam suasana pasar literasi terbuka.
Mulai tanggal 28 hingga 30 Oktober 2025, pengunjung dapat menikmati Pameran Kolaborasi Cipta Poster di Lapangan Hijau Amphiteater yang menampilkan karya visual bertema bahasa dan sastra hasil kolaborasi mahasiswa lintas angkatan. Kegiatan yang selalu dinantikan, “Pasar Kata & Rasa”, hadir mulai 28 hingga 31 Oktober 2025 pukul 08.00–19.00 di Halaman Gedung Kebudayaan Amphiteater UPI. Di sini, pengunjung dapat menikmati aneka kuliner lokal dan produk kreatif mahasiswa sambil mengikuti pertunjukan musik dan pembacaan puisi terbuka di area “Ruang Bahasa Terbuka”.
Sementara itu, Lomba Baca Puisi Piala Rendra (LBPPR) yang menjadi ikon GBSI dilaksanakan di Gedung Geugeut-Winda PKM Lt. 2 pada 29–30 Oktober 2025, menampilkan peserta terbaik dari seluruh Indonesia yang berkompetisi di babak semi final dan final.
Sebagai puncak acara, GBSI 2025 ditutup dengan malam penghargaan “Senja Anugerah” pada Jumat, 31 Oktober 2025 pukul 15.00–21.10 di Gedung Kebudayaan Amphiteater UPI. Acara ini menjadi momentum apresiasi bagi para pemenang lomba dan penggiat literasi yang telah berkontribusi dalam bidang bahasa dan sastra Indonesia.
Ketua HIMA Satrasia FPBS UPI, Zibal Akbar, menyampaikan bahwa GBSI bukan sekadar festival, tetapi bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam menghidupkan nilai literasi dan budaya.
“GBSI adalah ruang belajar yang menyenangkan. Kami ingin menjadikan bahasa dan sastra tidak hanya dipelajari, tetapi juga dirayakan, dirasakan, dan dihidupi bersama,” ujarnya.
Ketua Program Studi PBSI FPBS UPI, Prof. Dr. Sumiyadi, M.Hum., menambahkan bahwa kegiatan seperti GBSI sangat relevan dengan penguatan karakter dan kreativitas mahasiswa.
“Melalui GBSI, mahasiswa belajar berorganisasi, berkarya, dan berjejaring lintas bidang dalam suasana literasi yang hidup.”
Kegiatan GBSI 2025 turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4: Pendidikan Berkualitas, dengan mendorong literasi, kreativitas, dan partisipasi mahasiswa dalam kegiatan berbasis pengetahuan, serta SDG 11: Kota dan Komunitas Berkelanjutan, melalui pelestarian bahasa, sastra, dan seni sebagai bagian dari identitas budaya bangsa. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, GBSI 2025 menjadi bukti bahwa bahasa dan sastra Indonesia tetap relevan, dinamis, dan berdaya hidup dalam ruang akademik maupun masyarakat luas.
(Ahmad Fuadin)