Kompetisi Debat Bahasa Korea untuk Mahasiswa Indonesia kembali digelar tahun ini oleh Korean Cultural Center Indonesia (KCCI) bekerja sama dengan King Sejong Institute (KSI) Jakarta. Ajang bergengsi ini menjadi wadah bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk menunjukkan kefasihan mereka dalam berbahasa Korea serta melatih kemampuan berpikir kritis.
Pendaftaran dibuka sejak 10 Maret hingga 11 April 2025, diikuti oleh tahap wawancara yang dilaksanakan pada 16–17 April 2025. Setelah itu, para peserta mengikuti babak penyisihan secara daring pada 9 Mei 2025. Enam tim terbaik berhasil melaju ke babak semifinal dan final yang digelar secara luring pada 23 Mei 2025 di CGV FX Sudirman, Jakarta.
Kegiatan resmi dibuka dengan sambutan dari Direktur KCCI, Mr. Kim Yong-Woon, dan Kepala KSI Jakarta, Ibu Fifi Effendi. Dalam sambutannya, keduanya menekankan bahwa kompetisi ini tidak hanya ditujukan untuk mencari penutur bahasa Korea yang mahir, tetapi juga sebagai sarana pengembangan kepercayaan diri dan pola pikir kritis mahasiswa dalam menyampaikan opini terhadap isu-isu kontemporer.
Setelah sambutan, acara berlanjut dengan perkenalan dewan juri dan moderator. Komposisi juri tahun ini terdiri atas para pengajar dari KSI Jakarta dan KSI KCCI, serta seorang editor dari harian ekonomi Pagi. Sementara itu, posisi moderator dipercayakan kepada Agatha Inez yang memandu jalannya debat dengan penuh semangat.
Melalui proses seleksi yang ketat, enam semifinalis terpilih dari berbagai universitas ternama, seperti Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Kristen Petra (UK Petra), dan BINUS University.
Kompetisi tahun ini berhasil dimenangkan oleh tim yang terdiri dari Narisa Aulia Jasmine dan Sapitri, keduanya merupakan mahasiswa angkatan 2024. Selain meraih Juara 1, Sapitri juga dinobatkan sebagai Best Speaker dalam ajang tersebut berkat penampilan dan argumennya yang mengesankan.
Kegiatan ini diharapkan dapat terus menjadi ajang tahunan yang memotivasi generasi muda Indonesia untuk mendalami budaya dan bahasa Korea secara lebih mendalam, sekaligus mengasah kemampuan komunikasi dan daya pikir kritis mereka.