Suasana The 10th ICOLLITE 2026 di FPBS UPI
Suasana The 10th ICOLLITE 2026 di FPBS UPI

Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) sukses menyelenggarakan The 10th International Conference on Language, Literature, Culture and Education (ICOLLITE 10) secara daring pada Kamis (23/7/2026). Mengusung tema Critical Literacies, Discourse, and Meaning Making in a Post Digital World: Repositioning Language, Literature, Culture and Education, konferensi ini menjadi forum akademik internasional untuk mendiskusikan peran bahasa, sastra, budaya dan pendidikan dalam menghadapi dinamika masyarakat pascadigital.

Konferensi diikuti oleh 298 pemakalah dan 12 peserta dari delapan negara, yaitu Indonesia, Uzbekistan, Amerika Serikat, Aljazair, Finlandia, Hong Kong, Korea Selatan, dan Malaysia. Keberagaman peserta mencerminkan semakin luasnya kolaborasi akademik internasional yang dibangun FPBS UPI dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

Salah satu kekuatan ICOLLITE 10 terletak pada kontribusi akademik dosen-dosen FPBS UPI yang berperan sebagai narasumber utama. Prof. Dr. Sumiyadi, M.Hum. tampil sebagai keynote speaker dengan membahas pentingnya literasi kritis dalam membangun kemampuan peserta didik untuk memaknai berbagai fenomena sosial dan budaya di tengah perkembangan teknologi digital. Perspektif tersebut diperkaya oleh Dr. Erika Matruglio (University of Wollongong, Australia) dan Alexander Sautkin, Ph.D. (Murmansk Arctic University, Rusia), yang menghadirkan sudut pandang internasional mengenai praktik literasi, wacana dan pendidikan di era pascadigital.

Foto bersama sivitas FPBS UPI dalam penyelenggaraan ICOLLITE 10

Selain itu, lima dosen FPBS UPI, yaitu Dr. Kholid A. Harras, M.Pd., Dr. R. Dian Hendrayana, M.Pd., Dr. Linna Meilia Rasiban, M.Pd., Dr. Rinaldi Supriadi, M.Pd., dan Dr. Suharno, M.Pd., menjadi featured speakers yang membahas beragam isu strategis, mulai dari inovasi pembelajaran bahasa, kajian sastra dan budaya, penguatan literasi hingga pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran. Berbagai perspektif tersebut memperkaya diskusi sekaligus mempertegas kontribusi keilmuan FPBS UPI dalam menjawab tantangan pendidikan global.

Melalui sesi presentasi paralel, para pemakalah juga mempresentasikan hasil penelitian pada berbagai bidang seperti kajian bahasa dan literasi, media, sastra, budaya, pendidikan, learning autonomy serta inovasi pembelajaran berbasis teknologi. Diskusi yang berlangsung menunjukkan bahwa literasi kritis tidak lagi dimaknai sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga sebagai kemampuan menganalisis informasi, membangun makna dan mengambil keputusan secara reflektif di tengah derasnya arus informasi digital.

Penyelenggaraan ICOLLITE 10 mempertegas komitmen FPBS UPI dalam mengembangkan budaya riset, memperluas jejaring akademik internasional dan mendorong lahirnya inovasi di bidang bahasa, sastra, budaya serta pendidikan. Kegiatan ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan ekosistem penelitian dan pembelajaran berbasis inovasi, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi akademik lintas negara yang mendukung pengembangan ilmu pengetahuan secara berkelanjutan.