Bandung, 26 September 2026 — Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Bahasa Arab (BEM KEMABA) Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS) Universitas Pendidikan Indonesia kembali menyelenggarakan kegiatan kaderisasi Daurah Asāsiyyah al-Ūla 2026. Kegiatan tersebut mengusung tema “Aktualisasi Karakter Mahasiswa melalui Adaptasi dan Kolaborasi, Wujudkan Ikatan KEMABA yang Suportif”. Kaderisasi ini dilaksanakan sebagai langkah awal dalam memperkuat pembinaan ideologis serta karakter mahasiswa baru angkatan 2026.
Rangkaian pertama kegiatan kaderisasi himpunan mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab, yaitu Daurah Asāsiyyah al-Ūla, dilaksanakan pada Sabtu, 26 September 2026, bertempat di Sekretariat KEMA FPBS, Gedung A, FPBS UPI. Kegiatan ini merupakan bagian awal dari program kaderisasi yang dirancang untuk memantapkan prinsip hidup mahasiswa baru dengan menjadikan nilai-nilai Islam sebagai landasan dalam menjalankan kehidupan akademik maupun sosial. Selain itu, kegiatan ini diarahkan untuk memperkokoh semangat perjuangan dan kepedulian, serta mendorong mahasiswa mengaktualisasikan potensi diri melalui sikap adaptif dan kolaboratif dalam menghadapi perkembangan zaman, guna mewujudkan KEMABA yang suportif dan saling menguatkan.
Dalam pelaksanaannya, Daurah Asāsiyyah al-Ūla menghadirkan empat materi utama yang mencakup aspek ideologis, filosofis, organisasional, serta pengembangan kehidupan mahasiswa. Keempat materi tersebut menjadi bekal bagi mahasiswa dalam membangun sikap adaptif, kolaboratif, dan suportif di lingkungan akademik maupun organisasi.
Materi pertama bertajuk “Ideologi dan Filsafat Islam: Ideologi Islam sebagai Fondasi Ruhiyat dan Karakter Intelektual Mahasiswa yang Bernalar Kritis” disampaikan oleh alumni Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, Fikri Zulfan Fauzi, S.Pd. Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya mahasiswa Muslim memiliki landasan ideologis dan filosofis yang kuat sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan akademik dan sosial. Landasan tersebut diharapkan dapat membentuk mahasiswa yang berpikir kritis, berwawasan luas, serta mampu menyikapi perkembangan zaman secara bijak dengan tetap berpegang pada nilai-nilai Islam.
Kegiatan dilanjutkan dengan materi kedua bertajuk “Urgensi dan Falsafah Perjuangan KEMABA” yang disampaikan oleh alumni Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, Gema Mutakabbir, S.Pd., dan Mushtofa Shadiq Al-Rafi’i, S.Pd. Dalam pemaparannya, kedua pemateri menjelaskan bahwa KEMABA bukan sekadar wadah berkumpul, tetapi memiliki nilai kekeluargaan, perjuangan, dan kontribusi yang menjadi landasan keberadaannya. Mahasiswa baru juga diarahkan untuk mampu beradaptasi dengan lingkungan kampus melalui keseimbangan akademik dan organisasi, kesederhanaan, serta kolaborasi. Dalam hal ini, rasa memiliki dan kepedulian antarmahasiswa menjadi bagian penting dalam membangun KEMABA yang saling mendukung dan menguatkan.
Sebelum penyampaian materi ketiga, Sekretaris sekaligus Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, Dr. Rinaldi Supriadi, M.Pd., memberikan sambutan berupa apresiasi dan motivasi kepada mahasiswa baru atas partisipasi dalam Daurah Asāsiyyah al-Ūla. Pematerian ketiga bertajuk “Urgensi Kemampuan Adaptasi dan Problem Solving dalam Dinamika Kehidupan Organisasi” disampaikan oleh alumni Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, Faiz Nasyith Hakim, S.Pd. yang membahas pentingnya kemampuan merancang dan mengelola kegiatan, berkomunikasi, berkolaborasi, beradaptasi, serta bertanggung jawab dalam organisasi. Pemateri juga memperkenalkan tahapan penyelenggaraan kegiatan, mulai dari perencanaan, persiapan, pelaksanaan, pemecahan masalah, hingga evaluasi.
Selanjutnya, materi keempat bertajuk “Edukasi Kekerasan: Kenali, Cegah, dan Laporkan” disampaikan oleh Nadia Cyntia Dewi dari Satuan Pencegahan dan Penanganan Isu Kekerasan (SPPIK) UPI. Materi ini membekali mahasiswa baru mengenai pengertian, bentuk, unsur, serta modus kekerasan seksual. Dalam pemaparannya, mahasiswa baru diajak untuk memahami kekerasan seksual melalui aktivitas melihat, mendengar, dan merasakan, serta mengenali bentuk kekerasan seksual secara fisik, nonfisik, maupun digital, termasuk pentingnya persetujuan atau consent yang diberikan secara sukarela, sadar, berdasarkan informasi yang jelas, dapat ditarik kembali, dan bersifat spesifik. Pemateri juga menjelaskan berbagai modus kekerasan seksual, seperti grooming, ancaman, penyalahgunaan wewenang, dan pemerasan, serta mengajak mahasiswa baru menganalisis sejumlah studi kasus melalui sesi mitos atau fakta. Selain itu, materi mencakup upaya pencegahan kekerasan dalam lingkup individu maupun lingkungan, serta jenis tindakan yang dapat dilaporkan melalui SPPIK UPI. Pemateri juga memaparkan data dan tren kasus kekerasan seksual di lingkungan UPI beserta alur pelaporan yang dapat ditempuh apabila terjadi kekerasan di lingkungan kampus.
Keempat materi yang diberikan menjadi rangkaian pembekalan yang saling melengkapi bagi mahasiswa baru, mulai dari penguatan landasan ideologis, pemahaman nilai dan perjuangan KEMABA, kemampuan beradaptasi dalam kehidupan organisasi, hingga kesadaran dalam menciptakan lingkungan yang aman dan suportif. Melalui Daurah Asāsiyyah al-Ūla, BEM KEMABA FPBS UPI berharap pembekalan tersebut dapat menjadi langkah awal bagi mahasiswa baru untuk tumbuh sebagai pribadi yang berkarakter, adaptif, kolaboratif, serta memiliki kepedulian dan tanggung jawab terhadap sesama. Lebih dari sekadar rangkaian kaderisasi, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa memiliki terhadap KEMABA dan menjadi awal terbentuknya ikatan kekeluargaan yang suportif serta saling menguatkan di antara mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab.