Delegasi UPI menjajaki kerja sama riset dengan EdUHK dan HKU di Hong Kong
Delegasi UPI menjajaki kerja sama riset dengan EdUHK dan HKU di Hong Kong

HONG KONG - Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) terus memperluas kepakan sayapnya di kancah internasional melalui penguatan kolaborasi riset global. Pada pertengahan Juli 2026, delegasi dari Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS) serta Divisi Inovasi UPI melakukan kunjungan kerja maraton ke dua universitas top di Hong Kong, yakni The Education University of Hong Kong (EdUHK) pada 14 Juli dan The University of Hong Kong (HKU) pada 15 Juli, guna memperdalam kerja sama riset dan inovasi pembelajaran.

Delegasi UPI yang bertolak ke Hong Kong dipimpin langsung oleh Dekan FPBS UPI, Prof. Wawan Gunawan, M.Ed., Ph.D. Turut mendampingi dalam safari akademik ini adalah Yanty Wirza, M.Pd., M.A., Ph.D. (Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kemitraan FPBS UPI) serta Ari Arifin, M.Ed., Ph.D. (Kepala Divisi Pengembangan Inovasi dan Kekayaan Intelektual UPI). Kunjungan ini dirancang untuk membuka peluang kolaborasi publikasi ilmiah berskala global dan adopsi mutakhir dalam inovasi pendidikan.

Hari Pertama: Sinergi Riset Multi-Disiplin di EdUHK

Rangkaian kunjungan dimulai pada Selasa, 14 Juli 2026. Delegasi UPI menggelar pertemuan intensif dengan tim peneliti dari EdUHK yang dipimpin oleh Dr. Ju Seong Lee, selaku Executive Co-Director dari AI, Brain, and Child Research Centre, EdUHK. Diskusi ini juga dihadiri oleh anggota tim riset EdUHK lainnya, yakni Dr. Maggie Shen Qiao, Dr. Artem Zadorozhnyy, Dr. Lanfang Sun, Ms. Han Xie, Ms. Fiona Fangyu Men (kandidat Ed.D), serta Ms. Tricia Chuxu Yu yang bertindak sebagai Research Assistant (RA).

Pertemuan pada hari pertama ini secara khusus berfokus pada kolaborasi riset bersama dan percepatan publikasi ilmiah internasional. Agenda diisi dengan sesi research sharing, di mana kedua belah pihak saling memaparkan peta jalan riset masing-masing guna mencari irisan topik yang potensial.

“Kami berupaya memetakan potensi riset masa depan, khususnya yang mengawinkan keahlian UPI dalam bidang pendidikan bahasa dengan kepakaran EdUHK dalam riset neurosains pendidikan serta implementasi kecerdasan buatan (AI) untuk anak,” ujar Prof. Wawan Gunawan.

Sesi diskusi berlangsung produktif dan diakhiri dengan kesepakatan bahwa pihak UPI dan EdUHK akan segera menindaklanjuti pertemuan ini dengan rapat teknis lanjutan. Pertemuan berikutnya akan fokus menyusun proposal riset bersama secara mendetail dan menetapkan pembagian kerja teknis di antara para peneliti.

Delegasi UPI dalam kunjungan riset ke universitas mitra di Hong Kong

Hari Kedua: Eksplorasi Pembelajaran Bahasa Asing di HKU

Keesokan harinya, Rabu, 15 Juli 2026, delegasi UPI melanjutkan lawatan akademiknya ke salah satu universitas tertua dan paling prestisius di Asia, The University of Hong Kong (HKU). Di sana, delegasi UPI disambut hangat oleh Dekan Fakultas Pendidikan Prof. Yang Rui dan Prof. Elizabeth Ka Yee Loh, yang menjabat sebagai Assistant Dean sekaligus Assistant Professor di Faculty of Education, HKU.

Pertemuan di HKU ini difokuskan untuk menjajaki kerja sama riset, khususnya dalam bidang inovasi pembelajaran bahasa asing. Keterlibatan Prof. Elizabeth Ka Yee Loh dinilai sangat strategis mengingat rekam jejaknya yang kuat dalam pengembangan metodologi pengajaran bahasa di wilayah Asia Timur. Kedua belah pihak mendiskusikan peluang riset komparatif mengenai efektivitas media pembelajaran digital berbasis kebudayaan lokal dalam kelas bahasa asing. Kunjungan ke HKU ini membuahkan respons yang sangat positif. Kunjungan tersebut nantinya bertujuan untuk membahas penandatanganan kesepakatan kerja sama (MoU/MoA) resmi serta merumuskan detail kolaborasi akademik jangka panjang.

Melalui safari akademik ke dua institusi elite di Hong Kong ini, UPI menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menjadi penonton, melainkan motor penggerak dalam peta riset pendidikan global. Suksesnya penjajakan ini diharapkan mampu mendongkrak reputasi akademik UPI serta menghasilkan luaran riset yang berdampak nyata bagi dunia pendidikan nasional dan global.