Bandung, 16 September 2026 — Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) dari Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) telah secara resmi menuntaskan Penilaian Kemajuan Pelaksanaan PKM (PKP2) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemendikbudristek secara daring.
Tim riset yang diketuai oleh Allysa Maulia Rahman (Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia) bersama anggota Rini Evilianti, Nur Syafiqah, Nadiana Indri Ramadani, dan Dika Fihara (Prodi Pendidikan Bahasa Sunda), di bawah bimbingan Dosen Pendamping Undang Sudana, S.S., M.Hum., memaparkan hasil penelitian berjudul “Menjaga Bumi lewat Seni: Peran Lagu Ritual Padi Kasepuhan Gelar Alam dalam Menjaga Ekologi dan Ketahanan Pangan Berbasis Kearifan Lokal” dengan persentase ketercapaian riset mencapai 90%.
Urgensi Riset: Merekam Pengetahuan Ekologis di Tengah Krisis Pangan
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka deforestasi nasional. Data Badan Pusat Statistik (BPS 2025) mencatat deforestasi netto Indonesia mencapai 175.437,7 hektar pada 2024. Di tengah ancaman degradasi lingkungan tersebut, komunitas adat Kasepuhan Gelar Alam di Sukabumi justru terbukti sanggup mempertahankan swasembada pangan abadi sejak tahun 1368 melalui filosofi mupusti pare, lain migusti (memuliakan padi, bukan menuhankannya). Pesan-pesan moral dan etika lingkungan tersebut ditransmisikan secara lisan melalui lagu ritual padi (rumpaka/kidung).
Temuan Ilmiah Utama: Lagu Ritual sebagai Living Text
Melalui analisis data kualitatif terkomputasi menggunakan perangkat lunak NVivo, yang menghasilkan 14 parent nodes, 71 child nodes, dan 7.462 referensi koding dari 13 informan berstruktur, tim merumuskan Model Konseptual 3 Lapis “Lagu sebagai Media Ketahanan Pangan Budaya”:
-
Dimensi Antropolinguistik (Duranti, 1997): Terdiri atas Performansi Budaya Aktif melalui instrumen angklung buhun, dogdog lojor, rengkong, dan tutunggulan; Indeksikalitas leksikon “liang” (lubang) lagu Adu Lilang yang mengikat 5 rongga fisik dari tanam hingga makan; serta Partisipasi Terstruktur melalui Rorokan, kesetaraan gender papasangan, dan pewarisan lisan sejak dini.
-
Model Mental Ekosofi (Stibbe, 2015 — Stories We Live By): Memesonifikasikan padi menjadi 5 fase humanis: Bayi (Ayun Ambing), Pasangan (Randa Ngendong), Pengantin Bersuci (Hujan Palis), Tamu Agung (Kembang Kelor), dan Titipan Ilahi (Jalan Sorompodan), yang mendikte etika mipit kudu amit, ngala kudu bebeja.
-
Wewenang Tutur & Sacred Silence: Kategori Partisipasi mencatat referensi koding tertinggi (2.224 referensi), dengan child node “PAR_Siapa_Berhak” mencapai 1.732 referensi. Riset mengidentifikasi 3 tipologi Keheningan Sakral (Sacred Silence) pada kidung Guru Minda, Lutung Kasarung, dan Bale Agung sebagai mekanisme proteksi pengetahuan adat.

Dampak Nyata Lapangan: Empat Pilar Kedaulatan Pangan Adat
Pesan ekologis dalam lagu ritual secara batiniah mengunci kepatuhan warga adat terhadap empat pilar fisik kedaulatan pangan:
-
Kedaulatan Benih (Seed Sovereignty): Konservasi mandiri 168 varietas padi lokal (cere) yang dipelihara secara turun-temurun tanpa benih hibrida luar.
-
Agroekologi & Gumantung Lahan: Pola tanam sekali setahun (6 bulan isi, 6 bulan kosong untuk pemulihan hara), pengolahan manual tanpa traktor dan tanpa pupuk kimia, serta pemanfaatan frekuensi musik pengusir hama alami.
-
Arsitektur Lumbung (Leuit 95 Tahun): Penyimpanan beras tradisional di Leuit Si Jimat dan lumbung keluarga yang terbukti mengawetkan cadangan beras hingga 85–95 tahun lintas generasi.
-
Redistribusi Sosial (Nyekat 10%): Alokasi zakat adat 10% hasil panen untuk fakir miskin dan lembaga adat, yang dibentengi oleh kapamalian melarang penjualan beras.
Langkah Nyata & Sinergi Lintas Sektor
Keberhasilan riset PKM-RSH Seni Jaga Bumi tidak lepas dari dukungan, bimbingan, dan kolaborasi erat berbagai pihak. Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada:
-
Kemendikbudristek & Belmawa: Dukungan penuh atas pendanaan dan wadah pengembangan riset.
-
Civitas Academica UPI: Rumah Prestasi UPI, Pimpinan FPBS UPI, serta Komisi Etik Penelitian UPI.
-
Pakar & Tokoh Adat: Validator Expert Prof. Dr. Retty Isnendes, M.Hum., serta pemangku adat Kasepuhan Gelar Alam atas restu dan ilmu keberlanjutannya.
Berkat sinergi ini, tim telah sukses menyelesaikan rangkaian luaran konkret:
-
Kebijakan Publik: Draf Policy Brief untuk Bapanas & Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi.
-
Legalitas & Publikasi: Pendaftaran HKI ke DJKI Kemenkumham RI serta Draf Artikel Ilmiah Sinta 2.
-
Edukasi Media: Publikasi dan dokumentasi aktif via Instagram @pkmrsh_senijagabumi.
Semoga seluruh kontribusi, dampak nyata, dan kerja keras riset ini membuahkan hasil terbaik. Bismillah, siap melangkah dan Lolos PIMNAS! 🏆✨